Sarinabati Kebumen Sejarah Besar yang Memang Sengaja Dibenamkan

jerami 24/11/17 — Keberadaan NV. Oliefabrieken Insulinde/Mexolie/Nabatiasa/Sarinabati Panjer – Kebumen ternyata sangat mempengaruhi perkembangan tata kota di kabupaten Kebumen lebih kurang seabad yang lalu. Salah satu bukti adalah berdirinya perumahan pabrik yang digunakan untuk tempat tinggal para pekerjanya.

Perumahan tersebut terdiri dari tiga kelas dan berada di tiga lokasi yang berbeda. Kelas pertama adalah perumahan yang digunakan untuk tempat tinggal pimpinan dan staf inti yang lokasinya berada di kompleks pabrik menghadap ke barat. Perumahan ini berjumlah tiga unit yang masing – masing terdiri dari rumah utama dan paviliun dengan beberapa kamar yang diperuntukkan sebagai tempat tinggal para pembantu rumah tangga sekaligus ruang dapur dan lain – lain. Kelas kedua adalah perumahan yang diperuntukkan sebagai rumah tinggal staf yang lokasinya berada di Kebon Raja/sebelah barat perumahan utama menghadap ke selatan (kini menjadi Makodim 0709 Kebumen). Kelas ketiga adalah perumahan yang diperuntukkan bagi karyawan biasa yang lokasinya berada di belakang pabrik menghadap ke utara. Perumahan ini terdiri dari 25 unit yang tergabung membentuk “letter U”. Pada perumahan ini terdapat pula tiga buah wc umum, 2 buah sumur dimana masing-masing sumur dibagi menjadi empat kamar dan empat areal sumur pompa untuk umum (ada beberapa sumur pompa di dalam rumah).

Keberadaan perumahan ini ternyata sangat berarti bagi perkembangan budaya bangunan di daerah Panjer dan sekitarnya, dimana masyarakat pribumi kemudian meniru pola bangunan rumah yang awalnya berbahan dasar anyaman bambu dan kayu menjadi rumah berbahan dasar tembok. Bentuk bangunan eropa klasik itu pun kemudian banyak ditiru.

Baca juga:  PRABOWO PASTI MENANG by Zeng Wei Jian

Bukti lain adalah diketahuinya genteng press yang ternyata telah dibuat di Kebumen jauh sebelum tahun 1920 seperti yang diriwayatkan oleh penduduk di daerah penghasil genteng, sebab menurut data yang berhasil diperoleh genteng press pertama di Kebumen adalah hasil pembelajaran Belanda kepada masyarakat yang secara resmi dikelola oleh pemerintah Kolonial yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan atap bangunan stasiun – stasiun dan bangunan Belanda lainnya dengan mendatangkan mesin press dari Jerman. Baru setelah beberapa tahun berjalan, muncullah genteng – genteng press yang dikelola oleh swasta/pribumi yang pada saat itu terkenal beberapa merek antara lain AB Sokka pada sekitar tahun 1920. Hal ini dibuktikan dengan genteng press yang bermerk “TICHELWERKHEN KEBOEMEN” dan “V.I.T” yang merupakan produksi resmi pemerintah Kolonial. Sedangkan merk “W&SON Sokka” dan “Brezole Sokka” merupakan produk awal genteng press swasta/pribumi.

Perumahan kelas II NV Oliefabrieken Insulinde keboemen di Kebon Raja Panjer, saat ini menjadi MAKODIM 0709 Kebumen (tropenmuseum)Perumahan kelas III NV. Oliefabrieken Insulinde Keboemen, tampak adanya jalan baru. telah diratakan dengan tanah diakhir tahun 2012 yang lalu (tropenmuseum)

Selain berpengaruh terhadap tata kota dan perkembangan budaya industri Kebumen, keberadaan pabrik dan perumahan di Panjer ini juga menimbulkan efek dibukanya areal baru untuk akses jalan resmi, yang pada awalnya hanya berupa jalan – jalan di bawah rerimbunan pohon kelapa. Dibangun pula fasilitas – fasilitas lain yakni : Stasiun Kereta Api, Lapangan Tenis, Zending Hospital (kini jadi RSUD Kebumen), Hotel (kini jadi Losmen Pusaka), Gereja (kini jadi Gereja Kristen Jawa), Pabrik Gula (kini jadi Gedung Bioskop Gembira yang kemudian berubah menjadi GOR Gembira), Pabrik Es (lokasi di Es Bening Panjer), makam Nasrani serta bangunan – bangunan tempat kediaman warga Eropa lainnya yang berada di Panjer dimana beberapa yang masih ada salah satunya kini dimanfaatkan sebagai Warung makan Bebek Goreng.

Baca juga:  Membuat RAMP yang Ideal untuk Parkir Basement Gedung atau Rumah

Dari data foto yang dikoleksi oleh Belanda, dapat diketahui bahwa bentuk bangunan perumahan NV. Oliefabrieken Insulinde/Mexolie/Nabatiasa/Sarinabati Panjer – Kebumen ini masih bertahan tanpa perubahan hingga tahun 2012. Satu hal yang sangat disayangkan. (Tulisan: Revie Ananda)

(Visited 72 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account