BAHAN BAKU UTAMA HELM

BAHAN BAKU UTAMA HELM

Helm Part II
Plastik ABS (Akrilonitril Butadiena Stiren) yaitu polimer organik pembentuk plastik yang cukup mempunyai kekuatan dan tidak mudah patah jika dibengkokkan.

Mungkin orang yang awam tidak begitu familiar dengan jenis plastik ini. Plastik tersebut biasa digunakan di perangkat elektronik, produk otomotif, peralatan medis, mainan, pipa, alat musik.

Ciri-ciri plastik ABS adalah tahan banting, kokoh, tidak patah jika dibengkokkan, mudah dibentuk di mesin injeksi dan bukan penghantar listrik.

Helm yang beredar di Indonesia sekarang ini banyak yang menggunakan plastik ABS sebagai bahan dasar karena sifat-sifatnya yang tahan terhadap benturan dan tidak mudah pecah.

Ada beberapa bahan dasar yang bisa dipakai untuk membuat batok helmseperti fiber, PC atau karbon kevlar. Makin bagus bahan yang digunakan, maka semakin mahal juga helm yang dihasilkan.

Dalam memilih helm harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai Anda memilih helm yang kualitasnya masih di bawah dengan harga murah namun jarang lolos pada saat pengujian SNI.

Selain kurang safety, helm tersebut bisa menunjukkan citra perusahaan atau organisasi Anda.

Jenis plastik ini sebenarnya sudah lama digunakan sekitar tahun 1940 namun sangat jarang karena keterbatasan bahan baku yaitu butadiena (sejenis karet). Seiring dengan perkembangan teknologi, perlahan-lahan bahan dasar plastik ini bisa dibuat dan mudah untuk mendapatkannya di pasaran dengan harga yang lebih murah.

Baca juga:  Berbuka Bersama Jakarta Bahagia Semua Kebagian Berkahnya

Jangan pernah terpangaruh dengan helm yang bahan dasarnya ABS tetapi murah. Bisa jadi helm tersebut bukanlah terbuat dari plastik ABS, melainkan plastik yang kualitasnya abal-abal dan gampang patah.

Namun, lebih lanjut lagi, helm yang digunakan juga harus berkualitas dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia). Standar Helm dalam SNI 1811:2007 dan amandemennya SNI 1811:2007/Amd:2010 terdiri dari helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full face).

Sesuai dengan Standar Nasinal Indonesia, bahan komponen helm yang digunakan harus memenuhi beberapa syarat yang sudah ditetapkan. Tujuannya jelas, agar pengguna bisa terlindungi dan merasa nyaman untuk menggunakannya.

Bahan helm harus memenuhi ketentuan dan syarat mutu yang sudah ditetapkan Badan Standardisasi Indonesia (BSN) dalam SNI 1811:2007.

A. Dibuat dari bahan yang kuat dan bukan logam, tidak berubah jika ditempatkan di ruang terbuka pada suhu 0 derajat celsius sampai 55 derajat celcius selama paling sedikit 4 jam dan tidak terpengaruh oleh radiasi ultra violet, serta harus tahan dari akibat pengaruh bensin, minyak, sabun, air, deterjen dan pembersih lainnya.

Baca juga:  Kabar Gembira Bagi Pecinta Samsung Smartphone, Samsung Galaxy S9 Hari Ini Siap Dipasarkan

B. Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air dan tidak dapat terpengaruh oleh perubahan suhu.

C. Bahan-bahan yang bersentuhan dengan tubuh tidak boleh terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit, dan tidak mengurangi kekuatan terhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari bersentuhan langsung dengan keringat, minyak dan lemak si pemakai.

Author
Raden Aryo Sigit

Htci Pengda Dki Jakarta

(Visited 1.394 times, 4 visits today)

Rois Day

Cuma Seonggok Ondolopot yang ingin menjadi lebih baik...

leave a comment

Create Account



Log In Your Account