Bonus Demografi, Pembangunan Infrastruktur dan Petaka yang Ada Didepan Mata

Pembangunan yang dilakukan oleh Rezim Jokowi tampaknya sangat terkait erat dengan adanya Bonus Demografi. Beberapa menteri menyebutkan soal Bonus Demografi ini dalam beberapa kesempatan, termasuk juga Jokowi. Demikian pula dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) disebutkan soal Bonus Demografi dalam Bab 3.1.3 dengan penjelasan sebagai berikut:

Indonesia mempunyai peluang untuk dapat menikmati ‘bonus demografi’, yaitu percepatan pertumbuhan ekonomi akibat berubahnya struktur umur penduduk yang ditandai dengan  menurunnya rasio ketergantungan (dependency ratio) penduduk non-usia kerja kepada penduduk usia kerja. Perubahan struktur ini memungkinkan bonus demografi tercipta karena meningkatnya suplai angkatan kerja (labor supply), tabungan (saving), dan kualitas sumber daya manusia (human capital). Di Indonesia, rasio ketergantungan telah menurun dan melewati batas di bawah 50 persen pada tahun 2011 dan mencapai titik terendah sebesar 46,9 persen antara tahun 2028 dan 2031.
Dengan Bonus Demografi jumlah penduduk dengan usia produktif lebih besar dari pada penduduk dengan usia tidak produktif. Sehingga tingkat ketergantungan menjadi lebih kecil. Dan angkatan kerja meningkat, yang artinya pembangunan akan lebih cepat terlaksana.
Dalam Regional Planning, ada yang disebut Growth Pole teori. Salah satu kunci untuk perkembangan wilayah adalah adanya infrastruktur utama yaitu jalan. Ini mungkin jadi bagian strategi pemerintah untuk menghindari perkembangan wilayah yang bersifat Aglomeratif (terpusat). Dengan infrastruktur jalan akan tercipta pertumbuhan-pertumbuhan baru dan daerah yang merupakan drain effect akibat sifat aglomeratif suatu wilayah.
Dengan demikian diharapkan akan tercipta banyak peluang-peluang baru, tumbuhnya kota-kota baru yang akan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Hingga potensi dari bonus Demografi itu mampu kita manfaatkan sebesar-besarnya.
Namun apa iya kita akan bakal sampai pada situasi yang benar-benar kita harapkan? Pemerintah tampaknya kesulitan dalam banyak hal untuk menyelesaikan banyak proyek infrastruktur. Ada 74 Proyek infrastruktur jalan, 15 Proyek sarana dan prasarana Kereta Api dan 8 Proyek sarana dan prasarana Kereta Api dalam kota.
Padahal tugas pemerintah tidak hanya sampai disana (pembangunan infrastruktur jalan), tetapi juga mengupayakan daerah-daerah itu memiliki penghasilan dan penciptaan lapangan kerja. Pada daerah-daerah tertentu pemerintah juga harus mempersiapkan pertumbuhan daerah-daerah industri dan bisnis baru agar daerah dapat berkembang sesuai potensi dan sektor unggulan di daerah tersebut.
Nyatanya sampai hari ini, kita mendengar 4 proyek (ada yang menyebutkan 26 proyek) Strategis Nasional yang rampung. Yang sudah barang tentu beberapa proyek meleset dari rencana awal. Dan ini mengakibatkan pada saat usia produktif meningkat, harapan untuk mendapat pekerjaan dan peluang akan semakin menyempit. Pengangguran akan menjadi berlipat. Ratio ketergantungan bakal berbalik menjadi membesar.
Dengan pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai harapan, maka Bonus Demografi bukan lagi menjadi peluang, tetapi malah bisa menjadi petaka yang semakin hari semakin terpampang jelas di depan mata…
^DU^
(Visited 189 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account