MO-MONEY, LESS DEMOCRACY

MO-MONEY, LESS DEMOCRACY

MO-MONEY, LESS DEMOCRACY

 

Politik dan uang tak terpisahkan. “Campaign donations are necessary in electoral politics, for modern-day campaigns are incredibly expensive,” kata penulis Evan Tucker.

Jual-beli suara dan “money-politic” merupakan penyimpangan demokrasi. Jargonnya; Mo’Money-Less Democracy.

Di Jawa Tengah, ada Calon Gubernur Sudirman Said. Dia disambut di mana-mana. Di pasar, penarik becak, nelayan, buruh, supir angkot, santri, para kyai, akademisi dan sebagainya.

Distingsi paling tegas, dia anti korupsi, tidak terlibat skandal korupsi, bersih dan berencana menghapus kartu tani. Sayang, dia ngga punya uang. Karena itu, tidak ada lembaga survei dan polling yang menjagokannya. Tapi fakta di lapangan, ‘undecided voters’ besar sekali. Di Amerika, golongan ini berarti anti-petahana. Masyarakat Jawa Tengah cenderung tidak terbuka menyatakan antipati terhadap gubernurnya. Tapi gelombang demonstrasi dan bisik-bisik di dalam ruangan, jelas mereka ingin perubahan.

Baca juga:  Surat Terbuka dari Bang Onim untuk KH. Yahya Cholil Staquf; Lihat Kepahitan dan Penderitaan di Gaza!

Desas-desus mengatakan donaturnya ditakut-takuti. Ancaman kriminalisasi menunggu di depan pintu. Survei abal-abal dibikin untuk membuat donatur dipresi. Ngga berani kucurkan dana taktis.

Benar kata Ketua Umum Partai Gerindra, Bapak Prabowo Subianto; “Saya tau Sudirman Said gak punya uang. Dia mantan menteri yang gak punya uang. Tapi karena integritasnya, saya mendukung”.

Sekali pun defisit logistik, simpul-simpul relawan terus terbentuk. Mereka bergerak in silent. Terseok-seok. Kekurangan dana. Sering saweran bareng cetak brosur. Sedih lihatnya.

Seandainya, Sudirman Said punya back up logistik, maka dia bisa menang dua digit. Kandang Banteng diubah menjadi “Rumah Bersama”, di mana Garuda bisa melayang, Beringin bisa menjalar, Bintang bisa bersinar, anak-anak kerbau main di kali dan para santri bisa mencari Tuhannya.

Baca juga:  Gerindra: Lambannya Pengesahan UU Anti Terorisme Karena Sikap Pemerintah

By: Zeng Wei Jian

(Visited 61 times, 1 visits today)

Annas

leave a comment

Create Account



Log In Your Account