Untuk Pak Prabowo : Saya – Kita – Kami, tetap mendukung penuh sejak 2014

Untuk Pak Prabowo : Saya – Kita – Kami, tetap mendukung penuh sejak 2014

Untuk Pak Prabowo : Saya – Kita – Kami, tetap mendukung penuh sejak 2014

UNTUK PAK PRABOWO : SAYA-KITA-KAMI TETAP MENDUKUNG PENUH SEJAK 2014 – TAPI MENDUKUNG BUKAN DENGAN CEK KOSONG …
(Darby Jusbar Salim – NKS Consult)

1. Pertanyaan yang sering dilontarkan kepada saya dan juga kepada puluhan juta pendukungnya, sangat klasik, wajar dan membumi. Mengapa begitu fanatik mendukung Prabowo Subianto, apakah saya kenal dengan PS ? apakah pernah bertemu dengan PS ? Dan muncul lagi pertanyaan ikutan yang dipengaruhi oleh politik transaksional yang merusak dunia politik di negeri ini, dan pertanyaan yang bersifat pribadi, apakah saya menjadi konsultan bayarannya PS mengingat saya selalu mencantumkan nama Konsultan pada setiap tulisan saya ? Jawabannyanya Cuma satu kata, TIDAK.

Saya bersama dengan puluhan juta pendukung PS, saya-kita-kami tidak pernah bertemu, tidak pernah ngobrol secara pribadi, apalagi dibayar atau menjadi orang bayarannya. Lha wong saya bukan Konsultan di bidang politik, seperti Lembaga Survey bayaran pada umumnya. Jawabanya, TIDAK.

Lalu mengapa terus mendukung Prabowo, dan tidak pernah kendor dukungannya terhadap PS walau pun kalah pada Pilpres 2014 ? Jawabannya, justru karena beliau kalah di Pilpres 2014, saya-kita-kami tetap mendukungnya.

Lho koq begitu ? PS di Pilpres bukan kalah, tapi dikalahkan dengan cara yang brutal dan curang. Ini sudah menjadi pengetahuan masyarakat.

Saat itu, saat beliau dikalahkan, bila ketika PS mencalonkan diri pada Pilpres 2014 hanya didorong oleh “nafsu dan ego kekuasaan” maka seketika itu ia akan mencanangkan komando kepada para pendukungnya untuk bergerak. Pasti terjadi chaos, dan negeri ini bisa bercerai berai.

Ternyata yang dilakukan PS malah kebalikannya. Ia tidak mengeluarkan komando agar pendukungnya bergerak, justru dia mengeluarkan pernyataan yang diluar dugaan semua pihak, ia meredam dan mendinginkan emosi para pendukungnya yang sudah mendidih, sehingga negeri ini bisa tenang dan menerima hasil pilpres, walau pun hasil itu seolah-olah wajar.

Ini merupakan moment yang sangat luar biasa, ia mampu meredam emosi para pendukungnya dengan seketika, yang jumlahnya lebih dari 62 juta sebagaimana jumlah suara yang diperolehnya. Ini moment keteladanan yang luar biasa, jarang tokoh politik yang mampu untuk melakukan hal seperti ini, dimana pun.

Jarang tokoh politik di negeri ini yang mampu mengendalikan emosi pendukungnya yang jumlahnya separuh dari jumlah pemilih di negeri ini dengan seketika.

Hal ini yang menjadikan PS sebagai sosok yang diteladani oleh para pendukungnya dan masyarakat luas. Berpolitik dengan cara yang sangat “bermartabat – penuh tanggung jawab thd masyarakat luas – penuh dengan integritas”.

Walau pun ia sering menghadapi pengkhianatan demi pengkhianatan, yang dimulai dari proses pemberhentiannya dari ABRI yang nuansanya jauh dari kewajaran. Demikian pula ketika ia memasuki dunia politik, pengkhianatan demi pengkhianatan dilakukan oleh teman seiring, sesama Ketua Partai Se-koalisi, bukan sekali dua kali dia ditusuk dari belakang, bukan sekali dua kali dia ditokok oleh kawan seiring.

Bahkan ia juga dikhianati oleh orang-orang yang pernah dibantu dan diorbitkannya. Prabowo tetap menghadapinya dengan tenang. Itulah sosok seorang PS.

Jujur dalam bersikap, jujur dalam berteman, jujur dalam berpolitik. Kejujuran dan sikap penuh integritas dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara ini lah yang mengikat dan memikat para pendukungnya, sehingga terbentuk menjadi pendukung yang solid dan loyal.

2. Apa saya-kita-kami kenal dengan sosok Prabowo Subianto ? kenal secara pribadi, tidak. Tapi kenal melalui sepak terjang dan pemikiran, YA.

Siapa yang tidak kenal dengan seorang tokoh Kopassus, yang sepanjang karirnya dilalui di medan konflik. Pada saat para jenderal yang lain duduk enak manis di belakang meja dengan ruang nyaman ber-pendingin, Prabowo berkutat di lapangan, bertempur memimpin pasukan berhadapan dengan para separatis.

Baca juga:  Begini Analisa Soal Ekonomi Indonesia Pasca Pilpres 2019

Tak ada satu pun perwira yang sanggup berhadapan dengan Xanana Gusmao, Prabowo lah yang menangkap tokoh Fretilin ini di medan tempur Timor-timur. Tak satu pun perwira yang sanggup menhadapi separatis di Papua, ketika operasi Mapenduma, operasi pembebasan para Jurnalis asing yang disandera oleh kelompok separatis OPM di pegunungan Jayawijaya. Prabowo lah yang melakukannya tanpa ada pertumpahan darah setetespun. Begitu panjang prestasinya di dunia kemiliteran.

Para atasan dan teman sejawatnya, yang selama ini duduk manis di belakang meja, yang tak pernah mempertaruhkan nyawa di medan tempur, mereka lah yang mengkhianatinya, dengan tuduhan yang tanpa dasar yang sampai sekarang tidak pernah terbukti.

Dan mereka-mereka yang pernah mengkhianatinya ini lah berkumpul dalam satu kubu, yang terus berusaha untuk menggagalkan agar Prabowo tidak pernah berhasil untuk memimpin negeri ini.

Melalui catatan “tinta emas’ ini lah para pendukungnya mengenal sosok seorang Prabowo Subianto.

Hal yang lain cara para pendukungnya mengenal Prabowo, melalui alam dan konsep pemikiran yang sangat ideal mengenai bangsa dan negara ini. Strategy “Lompatan Besar Untuk Membangun Kembali Indonesia Raya” merupakan pemikiran yang memang melompat jauh ke depan. Ini yang sering disebut sebagai ‘Prabowonomics”.

Strategy pembangunan yang terintegrasi, yang berbasis kepada pembangunan masyarakat pedesaan dan masyarakat lapisan bawah, dan menjadikan BUMN sebagai ujung tombak pembangunan.

Kita sadari bahwa selama Era Reformasi ini, tak satu pun pemerintahan yang dilalui oleh 4 Presiden, mulai dari KH Abdurrahman Wahid, Megawati, SBY dan Jokowi yang punya pemikiran untuk mengembangkan masyarakat lapisan bawah, apalgi pedesaan.

Kondisi masyarakat pedesaan dari hari ke hari semakin terpuruk, apalagi tiga tahun belakangan ini, dimana alam pemikiran Rezim Penguasa lebih berorientasi kepada Korporasi dan Asing.

Dari Strategy Lompatan Besar Membangun Kembali Indonesia Raya, yang disusun oleh PS secara rinci, menyangkut seluruh aspek kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, Poleksosbud Hankamrata.

Ada beberapa prioritas pembangunan yang sangat mendesak untuk dilaksanakan, yang kesemuanya berangkat dari berbagai permasalahan riil yang dihadapi oleh bangsa dan negara ini. Strategy Pembangunan ini lah yang akan dilaksanakannya, bila PS diberi kesempatan untuk memimpin negeri ini. Prioritas pembangunan ini semua terukur, dan bukan hal yang muluk-muluk.

Bertolak belakang sebagaimana yang dilakukan oleh Rezim Penguasa sekarang ini, muluk, jauh dari prioritas, dan jauh pula dari masalah yang dihadapi oleh masyarakat secara luas.

Kerangka besar dari Strategy Lompatan Besar Membangun Kembali Indonesia Raya pada dasarnya adalah :

“Membangun kembali kedaulatan bangsa dan negara ini, kedaulatan atas wilayahnya, kedaulatan atas tanahnya, kedaulatan atas kekayaan alam beserta seisinya, kedaulatan poleksosbud hankamrata, dan menjadikan bangsa ini sejajar dengan bangsa lain”.

Kesemuanya ini merupakan implementasi dari ps. 33 UUD 1945, dimana kedaulatan sepenuhnya ada di tangan rakyat. Strategy merupakan upaya membalikan keadaan yang sudah terbentuk sejak era reformasi yang sangat liberal dan kapitalistik.

Penguasaan ESDM oleh asing dan penguasaan lahan sedemikian luas oleh segelintir manusia, menjadi perhatiannya sebagai salah satu sumber terjadinya ketidak-adilan di masyarakat, ini pun menjadi salah satu sumber terjadinya kesenjangan penguasaan harta negara yang demikian mencolok saat ini.

Hal-hal ini lah yang ingin diluruskan kembali oleh Prabowo Subianto dalam Strategy Lompatan Besarnya.

Beberapa prioritas Pembangunan yang sangat mendesak untuk dilaksanakan tersebut antara lain mencakup aspek-aspek :

Baca juga:  Saatnya netizen dan media sosial menggantikan peran jurnalis dan media mainstream menjadi pilar keempat demokrasi

“pemerataan kekayaan negara sepenuhnya untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, mengembalikan kedaulatan ekonomi dalam rangka mencapai masyarakat yang adil dan makmur melalui pengembangan perekonomian negara yang berbasis kepada perekonomian rakyat, dalam rangka membangun kembali kedaulatan pangan dan energy dan penguasaan ESDM oleh negara, berbasis pada pengembangan pendidikan dan kebudayaan bangsa, yang diperkuat dengan pengembangan infrastruktur baik fisik maupun infrastruktur penguatan perekonomian masyarakat pedesaan.

Kesemua ini diikat dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan, dan penegakan hukum yang berkeadilan, konsisten dan konsekwen”.

Strategy pembangunan ini bukan omong kosong, bukan berdasarkan hasil lamunan. Akan tetapi ini merupakan hasil diskusi panjang seorang Prabowo Subianto dengan banyak pihak, baik diskusi yang sangat intensif dengan kalangan para ahli dan cendekiawan serta kalangan Ulama, dengan kalangan usahawan, dengan para akademisi, dan juga serapannya terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat lapisan bawah dan pedesaan melalui interaksi langsung dengan mereka.

3. Saya-kita-kami para pendukung Prabowo Subiyanto, berdasarkan pengetahuan yang mendalam mengenai track record dan pemikirannya tentang pembangunan bangsa ini, memang percaya penuh dan akan terus mendukung pada Pilpres 2019.

Itu sebabnya tagar #2019prabowopresiden akan terus digadang-gadang dan disebar ke seluruh tanah air.

Tapi mendukung ini bukan dalam arti mendukung dengan membabi-buta. Bukan mendukung dengan cek kosong seperti halnya yang dilakukan para pendukung orang di kubu seberang yang mendukung tanpa dasar. Bukan mendukung dengan “cek kosong”. Tapi mendukung dengan penuh integritas.

“Sebagaimana yang dilakukan Umar bin Khatab r.a ketika dia berikrar dengan tulus untuk mendukung Kekhalifahan Abu Bakar, ia berikrar seraya menghunus pedang, dinyatakan bahwa ia mendukung penuh dengan tulus Kepemimpinan Abu Bakar, akan tetapi dia juga menyatakan dengan tegas bahwa dia lah yang akan melakukan koreksi paling depan apabila Abu Bakar melakukan penyimpangan”.

Demikian pula halnya dengan saya-kita-kami, para pendukung Prabowo Subianto, mendukung PS dengan sepenuhnya, sampai memenangkan Pilpres 2019. Tapi bila suatu saat, ketika sudah menjabat, PS mengingkari janji atau pun melakukan penyimpangan, maka saya-kita-kami, yang akan paling depan untuk melakukan koreksi dan akan terus mengkritisi kinerja pemerintahannya.

Saya-kita-kami yang akan terus mengawal PS agar terus berpegang kepada amanah yang diberikan oleh rakyat, agar PS menepati janjinya dan mampu mempertanggung-jawabkannya kepada publik, kepada bangsa dan negara ini.

Saya-kita-kami, sebagai pendukung, tidak akan pernah memberikan cek kosong kepada calon pemimpin. Tidak sebagaimana yang dilakukan oleh pihak-pihak lain terhadap kepemimpinan yang mereka dukung, mereka begitu takut untuk mengkritis junjungannya.

Kepercayaan penuh dari para pendukungnya terhadap PS memang diharapkan akan menjadi modal dasar yang besar untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Berangkat dari ps. 33 UUD 1945, diharapkan kepemimpinan Prabowo Subianto kelak dapat membawa bangsa negara ini menjadi “negeri aman, makmur sejahtera, gemah ripah loh jinawi – baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur” … Negeri yang penuh keberkahan dan dilindungi oleh Allah Yang Maha Adil, Pengasih dan Penyayang.

Puluhan juta diantara saya-kita-kami —kaum terpinggirkan-kaum buruhdan pekerja-masyarakat petani dan pedesaan-ibu rumah tangga-para profesional-cendekiawan-akademisi-masyarakat di semua lapisan— walau pun belum pernah bertemu-bertatap muka, tetap akan memberikan dukungan penuh untuk memenangkan PS pada Pilpres 2019 yang akan datang.

Tapi saya-kita-kami memberikan dukungan penuh bukan dengan CEK KOSONG, harus ada akuntabilitas publik, yang harus dapat dipertanggung-jawabkan secara publik. Dan pertanggung-jawaban ini kelak tetap akan saya-kita-kami tagih.
Fastabiqul khairat.

(DJS/S.Sunda/LPTA/30042018)

(Visited 365 times, 2 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account