Felix Siauw: Hal yang Paling Ditakuti Penguasa Dzalim Adalah Bangkitnya Kesadaran Ummat tentang Islam

Setelah postingannya mengenai “Toleransi Muslim Terhadap Hari Raya Ummat Lain” menuai banyak komentar. Felix Siauw mengungkapkan sebuah fakta bahwa Postingan ini menuai cukup banyak komentar yang tidak sepakat, sekitar 20% dari keseluruhan, dan lucunya kebanyakan dari yang bukan Muslim.

Dalam postingannya lewat siaran di channel telegram, Felix Siaw mengatakan tema Toleransi Muslim Terhadap Hari Raya Ummat Lain selalu ‘diperhatikan’ oleh para akun anti-Islam karena ada upaya sebagai de-Islamisasi.

Sebab menurut Ustadz Felix Siaw hal yang paling ditakuti oleh penguasa dzalim pada saat ini adalah bangkitnya kesadaran ummat tentang Islam, jika terjadi, maka mereka tak dapat lagi berkuasa.

Berikut lengkapnya tulisan Ustadz Felix Siauw yang berjudul “Membaca Arah Penguasa Zaman Now”:

Membaca Arah Penguasa Zaman Now

Seperti yang sudah saya duga, postingan saya mengenai “Toleransi Muslim Terhadap Hari Raya Ummat Lain” menuai banyak komentar, lebih dari postingan lain

Tak seperti biasanya, postingan ini menuai cukup banyak komentar yang tidak sepakat, sekitar 20% dari keseluruhan, dan lucunya kebanyakan dari yang bukan Muslim

Bila dari Muslim, biasanya tipikal akun buzzer, yang anonim, follower atau posting dibawah 10, dan biasanya digembok, lengkap dengan makian dan cacian

Yang saya ingin bahas, mengapa tema ini selalu ‘diperhatikan’ oleh para akun anti-Islam? Jawabannya jelas, inilah yang dimaksud dengan de-Islamisasi

Sebab hal yang paling ditakuti oleh penguasa dzalim pada saat ini adalah bangkitnya kesadaran ummat tentang Islam, jika terjadi, maka mereka tak dapat lagi berkuasa

Kasus penistaan agama selalu jadi patokan, saat Muslim sadar akan syariatnya, maka mereka tak menerima pemimpin yang bertentangan dengan Islam, itu konsekuensinya

Nah, ini jelas-jelas tidak menguntungkan penguasa yang saat ini justru didominasi oleh mereka yang dari awal menunjukkan sikap justru ingin Indonesia tanpa agama

Maka dibuatlah narasi intoleransi, radikal, ekstrim. Kepada siapa semua itu ditujukan? Sudah jelas, yakni pada Muslim yang mau menjalankan Kitabullah dan Sunnah

Maka mereka buat sebuah kampanye, kalau kamu tidak mau dikata intoleran, radikal atau ekstrim, maka jangan jadikan Islam sebagai standar perbuatan, jangan pakai agama

Hal yang sama berlaku pada kasus LGBT, intinya sama, agar kaum Muslim jangan menilai sesuatu berdasarkan agama. “LGBT itu HAM, urusan pribadi”, dan bualan lainnya

Maka jangan heran, bila anda ingin terikat pada Islam, atau anda berbangga dengan simbol dan diksi Islam, maka selama itu pula anda akan jadi “musuh” penguasa zaman now

Sebab yang mereka inginkan adalah sekulerisasi, pemisahan agama dari kehidupan sosial. Dan kita pun takkan berhenti, mau dilabeli apapun urusan mereka, urusan kita pada Allah saja

 

Baca juga:  Kisah Felix Siauw dan Orangtuanya ini Membuat Terharu dan Mendoakan Hidayah Buat Orang Tuanya

Demikian Ustadz Felix. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

(Visited 395 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account