Bisakah kaos mengganti Presiden?

Bisakah kaos mengganti Presiden?

Oleh : Tengku Zulkifli Usman.

Bisakah kaos mengganti Presiden?

Itulah pertanyaan Presiden tercerdas di dunia.
Begini jawabannya Pak Presiden.

Saat rakyat Thailand muak dengan pemerintahan korup PM Thaksin Sinawatra, rakyat bergerak dengan kaos merah dan membanjiri juga melumpuhkan ibukota bangkok, Thaksin akhirnya terguling.

Saat kampanye pilpres Taiwan 13 tahun yang lalun, capres Shiu Bian membuat gerakan simpatik dengan kaos dan mengantarkannnya menjadi presiden taiwan, kaos adalah simbol sakti politik.

Saat Benitto Mussolini ingin menggulingkan pemerintahan italia dan ingin menggantikannya dengan gerakan fasis, Mussolini dan ribuan pendukungnya keluar dengan kostum hitam kaos dan kemeja seragam, yang akhirnya tanpa perang, penguasa italia waktu itu menyerahkan kekuasaannya kepada Mussolini, kaos politik itu simbol yang kuat.

Kaos ganti presiden indonesia juga demikian.

Kaos ganti presiden
adalah pesan politik rakyat kepada pemerintah, bahwa penguasa saat ini tidak layak dan dibawah standar.

Kaos ganti presiden
adalah gerakan moral politik rakyat yang merupakan klimaks dari kesemrawutan bangsa dibawah Jokowi.

Kaos ganti presiden
adalah orasi non verbal rakyat kepada rezim bahwa rezim ini harus dijatuhkan.

Kaos ganti presiden
adalah simbol muak nya rakyat kepada penguasa yang telah menjerumuskan negara kedalam keterpurukan multidimensi.

Baca juga:  Freeport Indonesia : Participant Interest vs Share

Kaos ganti presiden
adalah sinyal penarikan mandat rakyat kepada jokowi yang secara langsung melemahkan posisi nya sebagai eksekutif.

Kaos ganti presiden
adalah ultimatum rakyat kepada penguasa akan buruknya kualitas rezim yang sedang menahkodai indonesia saat ini.

Kaos ganti presiden
adalah pesan memalukan rakyat kepada penguasa,
mengingat kaos ini marak di indonesia padahal masa jabatan jokowi periode pertama saja belum selesai, rakyat kasih sinyal 1 periode aja ogah apalagi 2 periode.

Kaos ganti presiden
adalah maklumat terbuka dan perang urat saraf antara rakyat yang memiliki mandat dan jokowi yang diberi mandat, rakyat secara gak langsung menyampaikan pesan perlawanan,
dan mandat tersebut benar benar akan dicabut 2019 nanti dari tangan jokowi.

Kaos ganti presiden
adalah kode keras rakyat kepada rezim
bahwa sudah saatnya kekuasaan politik ditangan para perusak harus segera diakhiri.

Kaos ganti presiden
adalah ekspresi perasaan rakyat dan perasaan alam bawah sadar rakyat yang spontan juga masif yang ingin mengakhiri kejahiliahan rezim saat ini, dan ini legal secara hukum, konstitusi, juga legal secara logika dan nalar demokrasi.

Baca juga:  Pancingan Sandiaga mengena

Kaos ganti presiden
menyisyaratkan pembangkangan nasional yang akan ditransfer lewat kotak kotak suara 2019 nanti, untuk benar benar melengserkan rezim saat ini yang super jahil dan tidak cakap sama sekali.

Jadi, kalau ada yang bertanya lagi, apakah kaos bisa mengganti presiden?
Jawabannya 100% bisa, dan 2019 adalah momentumnya, lewat kaos sederhana ini rakyat akan mencetak sejarah baru indonesia.

Lewat kaos sederhana ini, rakyat akan mengambil keputusan politik besar agar negara ini kembali ke koridornya, lewat kaos ini rakyat akan menyingkirkan para perusak dan para pembajak NKRI.

(Visited 137 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account