Prabowo selvie dengan Jokowi. Koq hatiku hancur berkeping?

Prabowo selvie dengan Jokowi. Koq hatiku hancur berkeping?

Prabowo selvie dengan Jokowi. Koq hatiku hancur berkeping?

_[Jeritan Batin Barisan Emak Militan]_

Oleh : Nasrudin Joha

Senyum sumringah terpancar alami dari raut wajah Prabowo usai menggelar pertemuan dengan Jokowi di Istana Merdeka. Keduanya berjalan berdampingan usai ngobrol selama 1 jam, menuju ke tempat awak media untuk menyampaikan keterangan pers tentang apa yang menjadi topik pembicaraan utama.

Baik Prabowo maupun Jokowi kompak menyatakan bahwa keduanya memiliki hubungan ‘mesra’, meskipun pernah 2 kali berturut-turut bertarung memperebutkan kursi nomor wahid di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka kemudian berselvi ria dengan sejumlah pendukung Jokowi.

Bagi yang tak memiliki sejarah dengan Prabowo, mungkin kabar ini dan foto-foto mesra yang beredar tidak berefek. Tapi bagi kaum emak militan ? Yang dahulu berkeringat dan berdarah membela Prabowo ? Yang dahulu pernah lunglai, namun bangkit bersemangat setelah Prabowo berpidato ‘akan timbul dan tenggelam bersama rakyat’ ?

Bagi Mereka, yang terpaksa menghadapi proses hukum dan terpaksa masuk bui karena membela Prabowo ? Mereka yang mengumpulkan uang untuk sumbangan pencapresan Prabowo ? Tentu ada kesan tersendiri.

Kesan luka yang mendalam, perih berbalut kemarahan, juga rasa keprihatinan. Bagaimana mungkin, Prabowo bisa bercengkrama dan berselfie ria dengan orang yang dahulu dituduhnya berbuat curang ? Bagaimana mungkin Prabowo bisa tertawa cekikikan, dengan orang yang dahulu dituduhnya mencuri suara darinya ?

Baca juga:  Gaji Istri di rumah

Secara politik, perilaku ini jelas mendapat pembenaran. Politik itu cair, bahkan terlampaui lumer. Koalisi dan oposisi itu hanya soal kepentingan dan posisi.

Pertarungan dan perseteruan itu cuma basa-basi. Narasi pidato berapi-api itu cuma untuk mengelabui, hanya untuk merogoh sihir elektabilitas. Selebihnya, semua sangat cair, sangat dinamis.

Apalagi setelah gagal menempatkan kader pada posisi ketua MPR RI, Prabowo perlu turun gunung agar mendapat kepastian kursi di pemerintahan. Prabowo tak mau, kursi itu dicuri SBY yang juga sudah turun gunung demi AHY.

Namun ini semua tidak bisa diterima oleh Barisan Emak Militan. Mereka berpolitik tulus demi kemaslahatan umat, mereka ridlo berkorban untuk Prabowo demi masa depan Indonesia. Tapi beginikah perlakuan Prabowo kepada emak ?

Prabowo rupanya telah berubah menjadi Malin Kundang, durhaka kepada Emak. Barisan Emak Militan yang berbulan-bulan menjadi relawan Prabowo baik di Kopasandi, relawan RGB, dll, telah mengorbakan waktu, pikiran, tenaga, uang bahkan kebebasan hingga masuk bui karena membela Prabowo.

Baca juga:  Perantau Minang : Asal Bukan "JIN"

Tapi apa balasan Prabowo ? Beginikah cara Prabowo membalas Budi emak ? Air Susu dibalas air tuba.

Kalau memang narasinya demi persatuan, toh itu tak perlu ditunjukan dengan menjilat kekuasan. Cukup umumkan Gerindra menerima putusan MK dan selanjutnya komitmen membangun bangsa dengan menjadi pihak yang mengontrol jalannya pemerintahan.

Ini kan tidak begitu, tapi dalihnya demi bangsa, strategi, ini itulah, padahal poin pokoknya Gerindra ngiler kekuasan. Kalau partai ingin kekuasan itu wajar, tapi cara meraih kekuasan itu dengan mengorbakan kaum emak, itu kurang ajar.

Saya kira, kaum emak harus mencatat semua perlakuan ini dilubuk hati yang paling dalam. Agar kelak, kaum emak tidak lagi ditipu oleh kucing yang berjubah macan Asia. [].

 

(Visited 23 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account