Pak Prabowo Antara Cibiran dan Sindiran

Pak Prabowo Antara Cibiran dan Sindiran

Cuitan : Lukas Majapahit

Terjawab sudah teka-teki jadi tidaknya Pak Prabowo Subianto kembali bertarung memperebutkan kursi presiden pada Pilpres 2019. 11 April 2018 hari ini hasil Rakornas Partai Gerindra mengusung dan mendeklarasikan Pak Prabowo agar maju dalam Pilpres 2019 nanti. Hasil Rakornas dan desakan kader itulah membuat pak Prabowo tidak mengelak, mau tak mau beliau menghargai dan tidak mau menyakiti para kadernya. Jadi amat sangat naif jika ada sentilan-sentilun pak Prabowo haus kekuasaan.

Segala cibiran, sindiran dan spekulasi yg bersileweran selama ini yg ditujukan kepada pak PS (biasa dipanggil) terjawab sudah. Sindiran yg saya maksud; ada pengamat yg mengatakan bahwa “masa emas” pak PS tahun 2014 artinya setelah tahun 2014 “dianggap tidak berwibawa lagi, bisa juga disebut nilai jualnya menurun”. Ada juga pengamat yg mengatakan “sebaiknya pak PS jadi wakil petahana” atau juga berbagai spekulasi mengapa Gerindra kok gak cepat2 umumkan capresnya. Bahkan ada yg mengatakan petahana, pak Jokowi, akan berhadapan dengan kotak kosong, dikarenakan belum adanya capres lain yg mendeklarasikan diri untk maju di Pilpres.

Begitu ngebetnya mereka2 ini, para pembentuk opini itu. tidak sabaran dikit. Seolah2 tidak ada org yg berani “berhadapan” dgn petahana yg sudah lebih dulu dideklarasikan oleh partai2 penguasa. Mereka tidak hitung bahwa masih ada seorang Prabowo Subianto yg dalam kamusnya TIDAK ADA KARTU MATI. Semua sindiran, cibiran dan spekulasi tersebut hari ini tereliminir dengan sendirinya.

Baca juga:  Apa yang Kaukatakan ketika Prajuritku Merampas Ikanmu?

Yang saya salut dgn pak Prabowo, beliau tidak reaktif, beliau diam seribu bahasa, tidak menanggapi sindiran maupun cibiran tersebut. Tapi ketika pak Prabowo mencoba mengkomunikasikan situasi yg ada, lalu semua gegerrrrrrr. Soal pidato tahun 2030 Indonesia bubar, gegerrrrrrr berminggu2. Sebagai seorang politikus beliau paham betul apa yg diucapkan. Org salah menafsirkan. Bubar yg dimaksud Pak Prabowo bukan bubar seperti barisan atau PBB (Pasukan Baris Berbaris).

Bubar yg dimaksud bukan juga kyak model kiamat —Indoneaia akan rata— Mestinya harus dipahami sederhana bahwa isi pidato tersebut bahwa sebagai pecut untuk melakukan lompatan2 yg lebih besar lagi oleh penguasa saat ini, agar pada tahun sebut bangsa Indonesia “take off” dalam berbagai bidang. Bukan sebaliknya diolok2, dicela, bahkan mendegrasikan intelektual beliau. Pak Prabowo itu bukan org bodoh. … Juga soal elite politik yg korup, yg bergaya hidup mewah, memakan uang rakyat, juga gegerrrrrrr.

Sekali lagi beliau sudah malang melintang dalam dunia politik dan berbagai jabatan strategis terutama di ABRi sekarang TNI. Semua ada dasarnya. Kalau bukan korupsi, prilaku hidup hedonis, dan melupakan rakyat, lalu mereka para pejabat (baik eksekutif, legislatif dan yudikatif dari berbagai tingkatan) disebut apa yg jadi pesakitan di KPK, bahkan kalau saya tidak salah dalam setahun terakhir ini sudah 80 org ditetapkan jadi tersangka krn korupsi.

Baca juga:  Defisit Guru Dan Kebisuan Pemerintah

Oke, khusus kepada kalian baik rakyat kecil di pelosok negeri maupun para elite politik yg mendukung dan ingin pak Prabowo jadi presiden, lupakanlah sindiran, lupakanlah cibiran, lupakanlah spekulasi tentang pak Prabowo. Jangan habiskan energi kita untk mendengar dan melayani itu semua.

Mari rapatkan barisan dan bergandeng tangan. Mulai hari ini kita harus membantu dan mengantarkan pak Prabowo ke istana Merdeka pada tahun 2019.

Aminnn YRA. *

(Visited 352 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account