Dukungan ulama dan pakta integritas demi keutuhan NKRI serta kedamaian hidup beragama

Dukungan ulama dan pakta integritas demi keutuhan NKRI serta kedamaian hidup beragama

Dukungan ulama dan pakta integritas demi keutuhan NKRI serta kedamaian hidup beragama

By: Iramawati Oemar.

Ada yang heran, kenapa di sebelah ada ulama digandeng jadi cawapres kok ijtima’ ulama tidak mengarahkan dukungan ke sana, sedangkan Prabowo dan Sandi keduanya bukan “ulama” kok malah didukung.

Tak perlu heran, karena yang dilihat para ulama bukan “bungkus”nya saja, bukan sekedar formalitas.
Ya, ibaratnya nih, Ngabalin pakai sorban gede plus jidat hitam, tapi mulutnya ngomong “Lawan, Libas!” pada saudaranya sebangsa. Atau Farhat Abbas mengkapling surga, sudah dibooking untuk para pendukung capres sebelah, tapi kelakuannya FA gak mencerminkan ahli surga.

Di sebelah menggandeng ulama untuk dijadikan cawapres, tapi statement para elite politiknya tidak mencerminkan mereka orang yang agamis. Misalnya menganggap Islam sebagai ideologi tertutup yang suka meramalkan masa depan setelah kematian.

Menggandeng ulama, tapi jejak digital medsos para pendukungnya berlepotan caci maki kepada ulama.
Lihatlah, meski sekarang yang jadi cawapres ulama, tapi yang dipromosikan malah Ketua Tim Kampanye Nasional.
Jarang sekali para pendukungnya secara tulus memuji figur cawapresnya.

Dari sini kelihatan bahwa pemilihan cawapres ulama hanya sekedar “lip service” semata. Hanya untuk mencoba meraih simpati ummat Islam dan mendongkrak elektabilitas di kalangan pemilih Muslim.

Meskipun menggandeng ulama jadi cawapres, tapi tidak peduli dengan persekusi terhadap ulama yang akan berdakwah, ya tetap saja menyakiti hati ummat Islam.

Prabowo Subianto maupun Sandiaga Salahuddin Uno, keduanya memang bukan ulama. Tapi mereka tidak pernah reseh pada ulama, mereka hormat dan takzim pada ulama.

Baca juga:  Wawancara Jaya Suprana dengan Rocky Gerung

Mereka juga tidak pernah “memperalat” ibadah untuk kepentingan pencitraan dirinya. Misalnya memaksakan diri jadi imam sholat, lalu direkam, disebarluaskan, meskipun sebenarnya justru tidak memenuhi syarat jadi imam sholat karena kefasihan bacaan sholatnya dan kesempurnaan gerakan sholat belum bagus (untuk tidak menyebut ‘jelek’). Atau pakai gamis dan sorban, hanya supaya kelihatan tampak seperti ulama. Tapi hanya dipakai ketika ada keperluan saja.

Lalu, apa isi pakta integritas antara Prabowo-Sandi dengan para ulama yang ikut ijtima’?!
Apakah Prabowo dan Sandiaga nanti akan mendirikan negara khilafah?!

Oh TIDAK!!!

Tanpa harus pakai hastag 2019 tetap Pancasila (selesai 2019 bagaimana?!) para ulama itu meminta kesanggupan Prabowo-Sandi untuk melaksanakan PANCASILA dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Seorang pengamat politik yang diundang TV One pada Minggu malam mengaku kaget dan sama sekali tak menyangka bahwa isi pakta integritas ternyata MENJAMIN KEPENTINGAN SEMUA AGAMA. Dia mengira para ulama itu justru akan mengedepankan kepentingan Islam semata.

Ternyata tidak, coba lihat point ke-4. emang, di masa lalu, kehidupan berbangsa dan bernegara terasa aman damai dan utuh karena semua agama saling menghargai, sampai akhirnya datanglah masa dimana para penista agama berani secara terang-terangan menghina agama, terutama Islam. Lihatlah bagaimana hiruk pikuk medsos, dimana banyak yang seenaknya menghina Islam, Rasulullah Muhammad SAW, bahkan Allah sekalipun.

Baca juga:  Welcome to Defectros Club, Klub Pembelot, Ahlan wa Sahlan!

Para ulama juga meminta Prabowo-Sandi menjaga keutuhan NKRI dari ancaman separatisme dan imperialisme.
Sebab gejolak separatisme itu sebenarnya sudah ada di wilayah timur Indonesia, hanya saja meski mereka bersenjata tapi tidak disebut teroris, tidak disebut radikalis anti NKRI.

Dan yang tak kalah penting, kemerdekaan berserikat dan berkumpul harus dijamin. Jangan ada lagi persekusi pada kelompok tertentu sementara kelompok lainnya dibebaskan mau bikin acara apa saja.
Kemerdekaan berpendapat termasuk di media sosial harus dijamin pula, jangan jadikan UU ITE pasal karet untuk mengkriminalisasi siapapun yang ditarget karena dianggap kritis.

So, tahu kan sekarang, kenapa para ulama justru mengajak Paslon Prabowo-Sandi untuk menandatangani Pakta Integritas?!

Yang gak bisa dipercaya janjinya, yang mudah sekali ingkar bahkan melupakan janji-janjinya, untuk apa diajak tanda tangan Pakta Integritas?! Paling juga cuma dijadikan alat pendongkrak elektabilitas.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10215333798651222&id=1623396023

(Visited 77 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account