70 PEMBOHONG & PENDUSTA YANG BERKELIARAN

70 PEMBOHONG & PENDUSTA YANG BERKELIARAN

(Bedah Pemikiran Mbah Hasyim Asy’ari)

Oleh : Luthfi Bashori

Judul di atas, diambil dari sebuah hadits Nabi Muhammad SAW. Adapun maksud penyebutan nominal angka 70 dalam narasi hadits tersebut, ada dua pendapat, yang pertama dengan penyebutan nominal 70 orang itu, maka benar-benar hingga terjadi sampai 70 orang secara tepat, hanya saja kriteria pendusta yang dimasukkan itu tentu bervareasi pada setiap figur yang dimaksud.

Sedangkan pendapat kedua, penyebutan nominal 70 itu itu bukanlah makna hakiki, melainkan suatu ungkapan yang memberi arti jamak atau banyak. Jadi bukan sekedar 70 orang, tetapi bisa saja hingga 1000 pendusta, pembohong, penipu dan berbagai sifat lain yang masih tergolong satu kelompok, bahkan jumlahnya juga bisa ribuan secara hitungan nominal.

Dalam buku Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, KH. Hasyim Asy’ari menukil hadits, tentang sabda Rasulullah SAW tentang tanda-tanda sudah dekat datangnya hari Qiamat: “Muncul 70 orang pendusta. Shahabat Amr bin Ash bertanya: “Apa tanda-tanda mereka?” Beliau SAW menjawab: “Mereka datang kepada kalian dengan membawa sunnah yang berbeda dengan sunnah yang kalian ikuti. Mereka mengganti sunnah yang kalian ikuti dengan sunnah (yang baru) tersebut. Maka apabila kalian melihat mereka, hindarilah mereka.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari.

Baca juga:  Tanda-tanda munculnya Nasakom baru

Mari kita teliti, adakah orang-orang yang hidup di jaman sekarang ternyata memiliki sifat penipu, pembohong dan pendusta bahkan dilakukan dengan terang terangan di depan publik secara sistematik, terstruktur dan masif ?

Misalnya apa yang terjadi di kalangan para politikus, bagaimana realita di lapangan antara janji-janji yang diucapkan saat kampanye dengan kenyataan yang terjadi jika mereka sudah terpilih? Apakan semua janji-janji mereka itu pasti dipenuhi, hingga tidak terjadi penipuan, kedustaan dan kebohongan publik?

Apakah saat ini telah terjadi dalam dunia perniagaan, perkantoran, organisasi, LSM dan lain sebagainya, sudah banyak bermunculan figur-figur orang yang sengaja ingin meraup harta dari masyarakat, namun dengan cara penipuan yang sangat merugikan masyarakat, dan modusnya juga berbagai macam bentuk maupun rekayasa, dari cara yang kuno hingga yang modern?

Baca juga:  Ketika Petahana memberi bahan bakar kemenangan untuk Prabowo Sandi

Sebenarnya, keberadaan para penipu ini, menjadi bukti valid yang dapat menunjukkan tentang kebenaran sabda Rasulullah SAW, khususnya terkait peristiwa yang akan terjadi di akhir jaman, yaitu jika sudah dekat datangnya hari Qiamat.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=709423152880475&id=450299035459556

(Visited 38 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account