Ketika Ustadz Abdul Somad Menangis…

Pasca penolakan Ustadz Abdul Somad oleh Imigrasi Hongkong, ternyata tak memutuskan rencana untuk memberikan tausiyah terhadap Pahlawan-pahlawan Devisa tersebut. Lewat saluran Live via Skype, Ustadz Abdul Somad tetap memberikan Tausiyah dengan Tema tentang Sabar dan Syukur.

Dalam Tausiahnya Ustadz Abdul Somad mengatakan ada sesuatu yang bisa kita pilih dan ada yang kita tidak bisa pilih. Yang tidak bisa kita pilih itulah yang dinamakan takdir. Apapun kehendak Allah SWT kita hendaklah selalu bersyukur dan bersabar. Kita hanya bisa berusaha dan bertawaqal.

Ustadz juga mengatakan Hongkong bukanlah tujuan akhir. Hongkong hanya tempat mencari nafkah. Semua bumi-bumi milik Allah. UAS menghimbau para pekerja di Hongkong untuk tetap mengingat kampung halaman. Tempat keluarga, anak-anak dan suami ada di Indonesia. Ada saatnya pulang, ketika sudah cukup memetik padi-padi di sawah. Berhemat dan hidup zuhud untuk bekal hidup kemudian dan menyimpan modal untuk berusaha di Indonesia.

Baca juga:  Twit Guntur Romli yang Nyinyir Terhadap UAS dan Masyarakat Aceh ini Dibuat SKAKMAT oleh Netizen!

UAS menghimbau para tenaga kerja Indonesia tersebut untuk memperkuat iman, sholat, dzikir dan sholawat. Untuk menghindari zina, perbuatan maksiat dan godaan di negeri orang. Tutup aurat dan jaga kehormatan. Ingatlah bahwa mereka adalah ibu-ibu dan istri dari anak-anak dan suami yang ada di Indonesia.

Ustadz Abdul Somad juga mengajak menjaga komunitas jamaah. Karena serigala hanya akan memangsa kambing-kambing yang terpisah dari barisan. Jaga jangan sampai biarkan serigala memangsa dengan berjamaah. Alaikum bil jamaah, pertolongan Allah bersama jamaah. Apapun namanya, jangan berkelahi antar jamaah. Bersatulah.

Hidup ini penuh dengan goncangan. Ibarat bahtera perahu maka ombaknya keras, karangnya tajam, anginnya kencang. Berpeganglah dan mohonlah pada Allah. Berpegang kepada sahabat hari ini kawan besok bisa menjadi lawan, berpegang kepada harta, harta akan binasa. Jangan terlalu berharap kepada yang ada hingga melupakan yang tidak ada. Jangan terlalu berharap yang ada hingga mencemaskan yang tidak ada.

Baca juga:  Allah tidak pernah iseng

Tausiah yang padat ini diakhiri oleh Ustadz Abdul Somad dengan doa yang penuh khidmad…

(Visited 520 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account