Modus Satanik

Oleh : Ustadz Felix Siauw

Allah kisahkan di beberapa tempat di dalam Al-Qur’an, tentang musuh paling nyata bagi manusia, sepanjang masa, dan sangat mengetahui kelemahan manusia

Dialah Iblis, yang ketaatannya menjadikan dirinya merasa lebih dari manusia. Sebagai pelajaran bagi kita bahwa rasa angkuh itu akan dipupuk saat kita menemui yang lebih lemah

Saat Iblis diperintah Allah untuk bersujud pada Adam, sebab ia merasa lebih mulia, ia menolak sujud, dan melupakan bahwa itu adalah perintah Allah Sang Mahakuasa

Merasa tak suka, Iblis lantas berjanji untuk menyesatkan manusia, dan ia sangat yakin dengan tipudayanya. Sebab ia sudah mengamati manusia sedari awal penciptaan

Iblis meminta tangguh, dan Allah berikan. Sebab siapa yang lebih mengetahui manusia ketimbang pencipta-Nya? Allah pun tahu, manusia punya potensi untuk tetap taat pada-Nya

Baca juga:  The Avenger : Team STM

Maka Allah beberkan dalam Al-Qur’an, semua modus yang akan digunakan Iblis dan bala tentaranya, baik yang berkuda maupun yang berjalan, semuanya

Allah ingatkan: “dan berserikatlah pada harta dan anak-anak mereka, dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan setan pada mereka kecuali fatamorgana” QS 17:64

Iblis paling tahu kelemahan manusia, salah satunya dalam harta, dan anak-anak, lalu janji-janji. Dan tengok saja, berapa diatara kita yang jatuh dalam fatamorgana itu

Hakikatnya, saat bermaksiat, kita memang “dijanjikan” banyak hal oleh syaitan, yang membisiki hati. Yang intinya membuat kita lupa akan kasih sayang dan murka Allah

Orang pacaran misalnya, “dijanjikan” oleh syaitan akan hidup bahagia, nikmatnya cinta, perhatian dan kaish sayang. Padahal itu adalah fatamorgana saja

Baca juga:  Surat Keterangan Sakit untuk Ibu

Mereka yang tergiur riba, atau korupsi, merampok kepunyaan umum, juga “dijanjikan” syaitan bahwa maksiat itu akan menambah harta dan kenikmatan hidup mereka

Menariknya, walau “janji” ini, dan tipuan syaitan itu tak terlihat, dan tak terasa, Allah gunakan kata “musuh yang nyata”. Mengapa? sebab contohnya sudah terang-benderang

Perhatikan saja kesudahan yang taat dan yang maksiat. Lalu mana yang akan kita pilih?

(Visited 22 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account