Jelang Pilkada 2018, Fotocopy KTP Warga Palembang Tersebar ?

Pesta demokrasi tiap 5 tahunan akan kembali digelar tahun 2018 nanti, dan tidak terasa waktunya tinggal setahun lagi. Salah satu kota yang akan turut merasakan pesta demokrasi tahun 2018 nanti adalah Palembang. Tahun depan, warga Palembang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk periode 2018-2023.

Suhu politik saat ini di Palembang mulai terasa terbukti dengan banyaknya spanduk calon gubernur dan calon wakil gubernur bahkan calon walikota dan calon wakil walikota yang tersebar di beberapa ruas jalan di Palembang.

Namun tak disangka, seiring terasanya suhu politik di Palembang, tersiar kabar bahwa fotocopy KTP warga Palembang pun ikut tersebar. Salah satu warga Kelurahan 32 Ilir Palembang yang berinisial IF (23) membeberkan bahwa ia mendapatkan selembar Lampiran Model BA. 5-KWK Perseorangan yang merupakan surat pernyataan tidak mendukung bakal pasangan calon perseorangan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur/bupati dan wakil bupati/walikota dan wakil walikota dengan pernyataan tidak pernah mendukung dalam bentuk apapun terhadap pencalonan bakal pasangan calon perseorangan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur/bupati dan wakil bupati/walikota dan wakil walikota dan disertakan dengan fotocopy KTP warga.

Baca juga:  Politik Topeng Jokowi

“Saya mendapatkan selembaran itu dari tetangga. Awalnya saya ditanya, apakah saya memilih pasangan calon (paslon) walikota melalui jalur independen yang tertera namanya di lembar tersebut. Karena saya belum pernah mendengar nama paslon tersebut, jadi saya jawab tidak. Dan tidak lama kemudian, tetangga saya memberikan lembar Lampiran Model BA. 5-KWK Perseorangan kepada saya, katanya disuruh isi oleh Ketua RT dan dikembalikan lagi ke beliau.” Papar IF.

Hal yang membuat IF merasa sangat tidak nyaman dan sedikit kesal, yaitu di selembaran lampiran tersebut sudah terdapat fotocopy KTP miliknya. IF bertanya kepada tetangganya dari mana asal tetangganya tersebut mendapatkan fotocopy KTP-nya. Padahal IF sama sekali tidak pernah memberikan fotocopy KTP-nya kepada siapapun, kecuali ketika ia membuka buku tabungan di Bank.

“Sudah ada fotocopy KTP saya. Saya tidak tau darimana mereka bisa mendapatkannya. Saya bertanya kepada tetangga saya, namun dia menjawab tidak tahu.” Sambungnya.

IF pun menjelaskan, bukan hanya dia saja yang mendapatkan lembar Lampiran Model BA. 5-KWK Perseorangan yang disertai fotocopy KTP warga. Di tempat ia tinggal, hampir semua warga RT tersebut mendapatkannya.

Baca juga:  Soal Isu Perceraian Ahok; Pendukung Ahok Was-was, Kontra Ahok Mawas

“Bukan hanya saya saja yang mendapatkankan ini (Lampiran Model BA. 5-KWK Perseorangan), tapi hampir seluruh warga disini dan itu pun sudah dilengkapi dengan fotocopy KTP warga masing-masing.  Saya telah menemui Ketua RT, namun beliau hanya meminta lembar itu diisi dan segera dikumpulkan kembali. Namun saya belum mencoba mencari tahu, apakah RT tetangga juga demikian. Bayangkan jika mereka mempunyai satu salinan KTP warga saja, mereka bisa menambah jumlah pemalsuan berkas suara untuk diverifikasi oleh KPU, apalagi jika se-RT. Ini belum termasuk hal-hal yang lainnya.” Lanjutnya.

“Saya bingung, apakah harus saya isi lembar ini atau tidak ? Jika tidak, mereka pasti membuatnya lagi dengan mengisi lembar Lampiran Model BA. 5-KWK Perseorangan versi mereka. Karena kemungkinan besar mereka pasti menyimpan salinan KTP warga disini. Sangat jelas, ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik di pilkada Palembang mendatang. Dan saya tidak tahu, siapa “mereka” sebenarnya yang memanfaatkan ini.” Tutup IF.

(Visited 277 times, 1 visits today)

Yiyi

comments

leave a comment

Create Account



Log In Your Account