Mengenang Hampir Setahun Aksi Super Damai 212

Mengenai hampir setahun Aksi Super Damai 212
Tulisan Ippho Santosa

Bayangkan jutaan massa berkumpul di Monas dan sekitarnya.
Begitu massa bubaran, eh sampah juga ikut ‘bubaran’ alias bersih.
Teramat banyak orang yang berlomba-lomba mungutin sampah.
Ini sebuah restorasi sosial, bukankah selama ini masyarakat kita dikenal ‘masa bodoh dengan sampah’?

Belum lagi yang bagi-bagi makanan serasa di Nabawi.

Heroiknya, Aksi 212 lebih membludak daripada Aksi 411.
Padahal sebelumnya sudah ada fatwa haram dari seorang tokoh, fatwa bid’ah dari seorang ulama, stigma makar dari polisi, tebar selebaran dari helikopter, boikot transportasi dari aparat, eh tetap saja lebih membludak. Meluber sampai Istiqlal, Thamrin serta Tugu Tani

Dan keajaiban kecilpun terjadi.
Ketika panitia mulai kuatir peserta akan dehidrasi, keletihan dan kekurangan air wudhu,
eh tiba-tiba ada kejutan : hujan turun di menit-menit menjelang Jumatan.
Ya Allah, Engkau memang The Best Planner.

“Rasain kehujanan!” tukas si hater.
hehe, dia tidak tahu bahwa Insya Allah : Jumat + Hujan + Jamaah = Makbul
Meski hujan, massa tak bergeming.
Saya yakin akan beda ceritanya kalau kampanye politik atau konser musik. Dihujani begitu, pasti massa kan terbirit-birit.

Lihat pula Surah Anfal 11, hujan seperti itu diturunkan untuk menyegarkan jasad dan meneguhkan kedudukan.
Bukankah hujan sedemikian juga pernah diturunkan ketika Perang Badar?

Baca juga:  AIR HUJAN UNTUK KESUBURAN KANDUNGAN

Saat Isra Miraj, Nabi Muhammad bersua dengan Malaikat yang sangat ahli soal hujan (lihat Al-Mustadrak Syeikh An-Nuri, jilid 5),
bahkan mampu menghitung jumlah tetes air hujan yang tercurah sejak manusia pertama sampai manusia terakhir!

Namun tahukah anda apa kelemahan Malaikat ini?
Ternyata ia tidak mampu menghitung jumlah pahala yang tercurah saat Nabi Muhammad berkumpul di suatu tempat dan menyebut-nyebut nama Nabi Muhammad!
Masya Allah, bukankah ini juga terjadi di Aksi 212?

Beberapa usdaz-pun memaparkan :
– Aksi 411 bagai Sa’i : berjalan dan berlari-lari kecil
– Aksi 212 bagai Wukuf : duduk diam tak banyak bergerak
Boleh dibilang, kedua aksi ini mirip manasik haji terbesar (sekaligus sholat Jum’at terbesar sepanjang sejarah NKRI)

Toh lengkap, ada zikir, shalawat, ada pembimbing lapangan juga bagai muthawif. Plus sedikit desak-desakan karena ramainya massa, hehe

Yang nggak ada cuma Jumrah
Wah, bahaya nich kalau sampai ada lempar-lemparan dalam Aksi 212, hehe

“Ah, hanya orang-orang tolol yang hadir disitu”, tukas si hater. Oya? Bukankah Presiden, Menteri, Kapolri dan Panglima turut hadir, selain kyai-kyai dan habib-habib?
Hehe, bodohkah mereka?

Baca juga:  Menanti Fatwa Hati by Felix Siauw #JumatBerkah

Mohon ma’af, Sayapun bisa menunjukkan doktor-doktor (S3) dan miliader-miliader yang juga hadir
Yang Insya Allah jauh lebih cerdas dan jauh lebih kaya daripada dirimu wahai hater

Manakala umat tidak memegang media dan kekuasaan, yah mau gimana lagi.
Terpaksalah Aksi 212 dan 411 digulirkan. Namun, bagimanapun juga kita harus menjauhkan diri dari sikap ujub dan riya.
Kembalilah fokus pada tujuan utama,
Semoga Allah memudahkan
Aamiin.

Kalau anda muslim, baiknya anda membuat tulisan seperti ini
Agar dunia tahu, betapa heroiknya aksi ini.
Namun sekiranya belum bisa menulis artikel, silakan share tulisan ini.
Sekian dari saya

(Visited 118 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account