Mengapa Anies tidak mau mengkhianati Prabowo?

Mengapa Anies tidak mau mengkhianati Prabowo?

Mengapa Anies tidak mau mengkhianati Prabowo?

Tulisan : Bang Zeng Wei Jian…

Tahun 2016, dua tahun lalu, saya diundang untuk menjadi calon gubernur. Saya diundang dan dipanggil oleh Pak Prabowo. Sore itu, sebelum pendaftaran ke KPU, Pak Prabowo menyampaikan begini.

“Pak Anies, saya akan mencalonkan Anda menjadi calon gubernur. Ini tugas besar.” Kira-kira begitu pernyataannya, lalu beberapa hal disampaikan.

Selanjutnya dia bilang, “Saya bukan hanya lihat Anda. Saya melihat kakek Anda dan kakek saya. Kakek Anda dan kakek saya sama-sama bekerja mendirikan Indonesia. Dan hari ini, cucunya–saya dan Anda–harus kerja sama untuk menyelamatkan Indonesia. Ini bukan sekadar Anda dan saya. Kita meneruskan apa yang dikerjakan orang tua-orang tua kita.”

Baca juga:  Panggilan sejarah Mahfud MD dan hilangnya "Political Ethics"

Saya tidak terlalu mengetahui, bahwa almarhum kakek saya, dan almarhum Pak Margono–kakeknya Pak Prabowo, ternyata mereka berteman, bersahabat di BPUPKI. Mereka sama-sama anggota BPUPKI.

Poin utamanya bukan soal kedekatan pribadi dan lain-lain, bukan. Poin utamanya adalah saya sedang bertugas di Jakarta. Dan kalau ada yang mendorong, maka saya akan terus sampaikan, bicaralah kepada Pak Prabowo, bicara dengan Pak Salim. Sampaikan aspirasi itu kepada mereka.

Dan saya tidak ingin menjadi orang yang dicatat (sebagai pengkhianat), yang nanti anak-anak saya dan anak dari anak saya akan ingat. Saya tidak mau menjadi orang yang mengkhianati, menikam, pada orang yang dulu sudah bekerja membantu dan berjuang bersama.

(Visited 422 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account