Upercut Sandiaga Uno

Oleh: Pradipa Yoedhanegara

Debat Cawapres yang berlangsung Semalam langsung dibuka dengan pukulan upercut yang begitu telak oleh cawapres sandiaga uno dengan memberikan ucapan selamat ulang tahun yang ke 76 tahun kepada cawapres K.H. Ma’ruf Amin yang merupakan kandidat cawapres yang menjadi rival paslon Prabowo-Sandi.

Ucapan selamat Sandiaga Uno tersebut, langsung membuat gestur sang kyai menjadi tidak nyaman, karena ucapan selamat tersebut sekaligus pemberitahuan kepada publik bahwa sang rival sudah memasuki usia paripurna. Selain itu pesan selamat tersebut mempertegas sikap kepada khalayak, “hanya Uno seorang”, yang merupakan kandidat cawapres muda milenial yang digandrungi oleh seluruh lapisan masyarakat, sedang pak kyai bukanlah kandidat milenial.

Sandiaga-Uno menyerang dengan sangat halus, ibarat pertandingan tinju seperti layaknya petinju kelas berat melawan petinju kelas mini. Itu dilakukan oleh sandiaga uno sejak awal debat cawapres dengan bahasa yang halus dan santun sesuai budaya masyarakat timur.

Dalam menanggapi problem pelayanan sistem jaminan kesehatan, dalam debat cawapres kedua Sandiaga Uno langsung memaparkan program preventif terkait kesehatan masyarakat yang akan dilakukan jika Uno terpilih, salah satunya dengan mengajak publik untuk berolahraga selama 22 menit setiap harinya.

Ajakan olahraga selama 22 menit merupakan jenis rutinitas yang wajib dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, yang menginginkan tubuh tetap sehat dan bugar dan rutinitas olahraga ini, hanya bisa dilakukan oleh Uno kandidat cawapres milenial yang masih sangat energik dan begitu lincah. Statement Uno tersebut, kembali mempertegas kalau sang rival tidaklah seenergik dan selincah Uno.

Sandiaga Uno tampak begitu percaya diri karena statementnya merupakan pukulan mematikan bagi sang rival. Bukan hanya itu saja statement Sandiaga Uno semalam mampu meraih simpati kaum muda milenial dan semakin membuat publik yakin kalau ditangan pemimpin muda bangsa ini akan mengalami kemajuan pesat di masa mendatang.

Baca juga:  Permudah Jemaah Indonesia, Arab Saudi Buka Imigrasi di Soetta

Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”, begitu kata Soekarno (Bung Karno). Ternyata Sandiaga Uno begitu memukau dalam debat semalam sebagai seorang refresentatif yang mewakili pemuda milenial, beliau mengajak pemuda untuk berolahraga. Disini sandiaga uno menampilkan diri sebagai sosok pemimpin muda yang sehat, karena tidak mengajak 22 menit pijat, urut dan kerokan karena bang. Sandiaga Uno paham pepatah kalau didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Sandiaga luar biasa memukul dengan banyak jab dan upercut dalam istilah tinju, dengan menggiring dan menjebak sang lawan mengenai gagasan “pentingnya penghargaan terhadap tenaga medis”?! Tapi faktanya banyak tenaga medis dan dokter diera rezim saat ini yang digaji atau dibayar lebih rendah dari gaji atau upah juru parkir. Begitu juga program bpjs yang katanya merupakan program asuransi terbesar didunia tapi faktanya banyak problem seputar bpjs diera jokowi yang hingga saat ini tidak terselesaikan.

Praktis sang lawan hanya bisa berdagang kartu seperti yang sudah-sudah dan menjadi tidak menarik karena apa yang diutarakan KMA seperti kaset kusut yang di ulang-ulang terus dalam debat capres dan cawapres, karena hampir tiap debat selalu isinya jualan kartu dan kartu dan terkesan minim ide dan gagasan mengenai arah bangsa di masa lima tahun kedepan.

Sandiaga Uno sangat visioner dalam debat sebagai seorang praktisi, beliau telah membuktikan keberhasilannya menjadi pengusaha yang cukup sukses di usia muda. Selain sukses sebagai seorang pegusaha, sandi juga sukses sebagai politisi dan akan membawa program Oke-Oce ke tingkat nasional bukan sebatas retorika program kartu yang terbukti telah gagal dan menjadi barang usang sebagai program janji yang tanpa realisasi.

Baca juga:  HABIB RIZIEQ SHIHAB ITU WALI YANG NYATA

Janji pemuda milenial sandiaga uno bukan hanya sekedar wacana, apalagi sekedar halusinasi. Dan terbukti selama kepemimpinan jokowi empat tahun lebih hanya hari santri yang terealisasi, sedang janji politik yang lain tidak dapat dibuktikan ataupun di implementasikan kepada publik.

Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, pemuda selalu tampil didepan sebagai agen perubahan. Kini di era milenial, pemuda sandiaga uno telah membuktikan kwalitasnya sebagai pemuda visioner yang menjadi agen perubahan yang akan membawa bangsa ini menuju negara industri, dan bukan menjadi agen penjual kartu-kartu usang.

Berkat sosial media, publik kini menjadi tercerdaskan, dan akan memutuskan pilihan kepada sosok sandiaga uno yang santun dan terlahir diera milenial. Jadi jelas sudah pemilih milenial akan memilih pemimpin muda milenial yang kaya akan ide dan gagasan, bukan lagi memutuskan memilih pemuda yang lahir diera kolonial.

Publik diera milenial dibawah arus revolusi digital, sudah tidak bisa dibohongi dengan pencitraan politik. Jadi keinginan publik untuk ganti pemimpin ditingkat nasional sudah tidak bisa terbendung lagi, jadi pak kyai saya mohon maaf, debat semalam semakin membuat kokoh pendirian kami anak muda untuk memilih pemimpin muda milenial untuk menyongsong bangsa ini menuju indonesia menang.

Waallahul Muafiq illa Aqwa Mithoriq,
Wassaamuallaikum Wr, Wb.
Jakarta, 18 Maret 2019
🙏PYN🙏

(Visited 127 times, 1 visits today)

Dee Sagita

comments
  • secara tak kenal tahoo Peralatan TV Antena DLL more_+
    4 plus3 79 78

  • leave a comment

    Create Account



    Log In Your Account