Pak Wiranto, di-framing itu sakit. Apalagi dibunuh tanpa status. Dibubarkan tanpa pengadilan

Pak Wiranto, di-framing itu sakit. Apalagi dibunuh tanpa status. Dibubarkan tanpa pengadilan

Oleh: Nasrudin Joha

Pak Wiranto merasa terusik, terganggu, foto dirinya dan keluarga jadi perbincangan netizen. Keluarganya yang taat, sebagian yang perempuan bercadar, yang laki-laki berjenggot, khas ‘kostum terorisme’ yang selama ini dituduhkan rezim kepada umat Islam. Baru diperbincangkan netizen saja merasa terganggu, bagaimana jika fitnah itu diedarkan secara berulang lewat media ? Di produksi secara massif oleh penguasa ?

Suyono terbunuh tanpa status, tanpa proses peradilan, cukup dengan tudingan. Suyono dituding Terduga Teroris, atas tudingan dan status terduga itu Suyono terbunuh. Apakah keluarga siyono tidak terganggu ?

Proses pengejaran tersangka teroris dibuat seperti sinetron, bahkan Al Quran diumbar sebagai barang bukti. Status keluarga, hingga saat menuntut ilmu di pesantren semua ditelusuri. Framing secara hukum dan vonis media, ditudingkan kepada umat Islam. Apakah umat Islam tidak terganggu ?

Umat Islam menuntut hak, meminta Ahok dipenjara. Mengadakan aksi damai menuntut keadilan dituding makar, ulamanya dikriminalisasi bahkan dikejar hingga keluar negeri. Apakah umat Islam tidak terganggu ?

Baca juga:  Mendeteksi potensi kecerdasan anak melalui rapor sekolah

Ormas Islam giat menyampaikan dakwah, menawarkan ajaran Islam khilafah, dituding memecah belah, dianalogikan canser yang merusak bangsa. Tidak cukup itu, ormas tersebut dibubarkan tanpa pengadilan, tanpa diberitahu atas kesalahan apa dakwahnya dibubarkan. Apa tudingan ini tidak membuat ormas Islam terganggu ?

Yang ingin reuni 212, menyambung silaturahmi memperkokoh ukhuwah Islamiyah dituding mengganggu keamanan dan ketertiban. Padahal konser dan suporter bola yang memakan korban tidak dianggap ancaman. Apa tudingan ini tidak membuat umat Islam terganggu ?

Saat DKM masjid berfikir keras menambah jamaah, Pusingnya mencari khatib untuk menambah ghirah dakwah, tiba-tiba tanpa klarifikasi diklasifikasikan terpapar radikalisme. Apa tudingan ini tidak membuat umat Islam terganggu ?

Umat Islam muak dengan rezim zalim, menginginkan perubahan dan kebajikan. Saat umat ajukan aspirasi ganti Presiden dituding makar, dituding macam-macam, deklarasinya dihadang, bahkan sampai mengerahkan BIN untuk menghalau seorang perempuan. Apa tudingan ini tidak membuat umat Islam terganggu ?

Baca juga:  Karena kami ingin "Perubahan" demi anak cucu, maka kami akan lakukan apapun untuk "Memenangkan Indonesia"

Jadi Pak Wiranto, saya tegaskan umat Islam sangat terganggu, sakit hati dan kecewa dengan berbagai tudingan dan teror yang dialamatkan kepada umat Islam. Bahkan, keluarga para korban ‘isu teroris’ tak pernah ridlo dengan kezaliman terhadap keluarga mereka.

Pak Wiranto, saya tegaskan umat Islam tidak saja terganggu. Mereka sangat menderita berada dalam pimpinan rezim yang represif dan anti Islam. Mereka, lebih tertekan daripada perasaan ‘terganggu’ oleh omongan netizen.

Pak Wiranto, ingatlah. Semua pasti ada balasannya, KABEH MUSTI NGUNDUH UWOHING PAKERTI. Karena itu, dengan kekuasaan Anda, hentikanlah semua fitnah keji yang ditudingkan kepada umat Islam

 

 

(Visited 67 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account