Kerennya Nasionalisme Tiongkok

Kerennya Nasionalisme Tiongkok

Kerennya Nasionalisme Tiongkok

Oleh: Rahman Faturrahman

Nasionalismenya Tiongkok perlu dicontoh. Produksi bagaimana caranya dilakukan di dalam negeri.

Pusat-pusat industri, teknologi dan riset dibangun. Bahan baku dari seluruh dunia didatangkan, termasuk dari Indonesia.

Semua dilakukan agar warganya bisa bekerja .

Penjualan barang jadinya didorong ke seluruh dunia. Ritel ke seluruh dunia.

Yang paling keren adalah subsidi ongkir (logistik) untuk pengiriman keluar negeri, hingga harga sampai ke konsumen tetap murah. Bahkan free ongkir.

Luar biasa memang. Ini sudah terjadi di pasar dunia.

Sebentar lagi, jika tidak dibendung, kita belanja eceran ke Tiongkok lebih murah ketimbang belanja ke Pasar Beringharjo atau Tanah Abang. Atau bahkan ke pasar kecamatan.

Gudang-gudang akan berdiri tiap regional, untuk memudahkan distribusi. Jika perlu, armadanya secara bertahap didatangkan dari Tiongkok. Truk, sepeda motor, Mobil Box, Ban, dan spare partnya. Semua saling dukung.

Jika pelabuhan, jalan, jembatan, bandara, pesawat, dan infrastruktur lainnya belum mendukung, maka beri pinjaman untuk membangunnya. Ini untuk kemudahan pemasaran jangka panjang.

Free ongkir ini berat untuk dilawan, kecuali negara berpihak dengan membendungnya. Syukur-syukur juga memberikan subsidi logistik untuk ekspor dan ritel online ke luar negeri. Ini yang coba disampaikan para pelaku usaha dalam negeri kepada Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno.

Tak harus profit. Memang tujuannya bukan profit. Tapi, demi warganya yang miliaran itu tetap bekerja. Profit itu nomer sekian. Yang penting produknya terserap ke pasar dunia. Rakyat memiliki pekerjaan terus menerus.

Baca juga:  Pendukung Prabowo adalah Marketer terbaik Jokowi

Keren memang. Tiongkok bersiap menjadi negara super power dengan nasionalisme yang keren. Tujuan jangka panjangnya jelas.

Seorang teman, Yunianta M Noor, pengusaha transportasi merasakan arah angin ini. Rekannya, seorang supplier ban juga merasakan hal yang sama. Arah gerak moda transportasi logistik ke arah subsidi tidak langsung.

“Jangan sampai ada ongkir diantara kita”.

Atau “Jangan sampai ongkir memisahkan kita.”

Jika ritel online dilepas dari daftar negatif investasi asing, yang artinya ritel online bisa masuk bebas, akan mempercepat hal ini terjadi.

Saat ini, hampir semua marketplace dalam negeri, sahamnya sudah milik asing. Para foundernya tinggal memiliki sedikit persen.

Bahkan, Jack Ma telah resmi menjadi penasihat E-commerce negeri ini.

Karpet merah itu terbentang. Terbentang untuk masuknya barang jadi import.

Barang yang dijual di marketplace juga didominasi barang jadi import.

Bahkan, JD dot ID sudah mulai jualan ikan online. Tak ada yang salah memang. Itu boleh-boleh saja.

Tapi, dominasi asing pada kepemilikan saham marketplace, dominasi barang jadi yang dijual di marketplace, bahkan menuju transportasi dan pergudangannya, alangkah baiknya dibendung. Demi apa?

Demi perut banyak orang warga negeri.

Murah, diskon, dan free ongkir ini memang akan membuat senang emak-emak. Belanja cukup dari rumah. Diantar cepat. Bahkan COD, bayar di depan rumah. Tapi, jangka panjang, ini bisa membuat suami mereka kehilangan pekerjaan.Pabrik-pabrik kecil dan UKM dalam milik juragan dalam negeri bisa tutup.

Baca juga:  Jihad sosmed bukanlah hal yang main-main

Berganti dengan gudang-gudang distribusi milik asing. Atau pabrik-pabrik besar, yang milik asing juga.

Indonesia memang tidak bubar secara fisik. Gedung-gedung, pelabuhan, bandara, semuanya megah. Tapi, itu semua bukan milik kita. Kita hidup bekerja untuk tuan orang asing dan gajinya untuk membeli produk temannya orang asing itu. Saat itulah, kita sempurna menjadi jongos, sebagaimana kata Cak Nun.

Jangan anda bilang warga manja. Semua minta dilindungi. Semua minta subsidi. Ini masalah nasionalisme. Masalah keberpihakan negara pada rakyatnya.

Kita harus mencontoh bagaimana nasionalisme Tiongkok, bukan menjadi objek dari pelaksanaannya . (*)

(Visited 29 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account