Sholat khusyu’

Sholat khusyu’

Sholat khusyu’

Beginilah pandangan dan kepekaan seorang hamba mengenai sholat :
وجعلت قرة عيني في الصلاة
“Pusat kebahagiaanku di jadikan terletak dalam sholat.” (HR. Muslim)
Nilai dalam jiwa sebuah sholat terletak dalam kekhusukan. Arti sholat sebenarnya adalah menghadap Alloh. Saat kita menyatakan Allohu Akbar, Alloh akan menyambut dan memperhatikan kita (apakah kita oernah memperhatikan dan menyadari sebelumnya?)
Nilai sholat terletak pada perannya sebagai jalan utama untuk mengenal Alloh SWT. Maka jika kita ingin mengenal Alloh maka lakukanlah sholat dengan sekhusuk mungkin.
Gerbang utama kita untuk bisa memasuki ruang kakhusukan dalam sholat adalah memahami dengan benar “mengapa kita diciptakan”. Jawabannya ada pd QS.Adz-Dzariyat : 56) “ Dan Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya mereka menyembahKu”. Rasululloh SAW pun bersabda,”Jika engkau mengerjakan sholat, maka mulailah dengan bertakbir, lalu bacalah beberapa ayat Al-Quran yang mudah, kemudian lakukan rukuk sampai kamu betul-betul rukuk dengan muthmainnah (tenang); kemudian i’tidal sampai kamu benar-benar berdiri; lalu lakukan sujud sampai kamu betul-betul sujud dengan tenang, kemudian lakukan duduk sampai kamu betul-betul duduk dengan tenang; selanjutnya kembali lakukan sujud sampai kamu betul-betul sujud dengan tenang. Biasakan hal ini dalam setiap rekaat sholatmu!” (HR. Al-Bukhari).
Mari kita praktekkan nasihat ini sebelum lewat kesempatan dan jangan lupa untuk selalu menjaga thuma’ninah (ketenangan) dalam sholat. Maka mari torehkan lembaran baru dalam hidup kita dengan berusaha mewujudkan kekhusukan dalam sholat sebagaimana yang diajarkan Rasululloh:” Sesungguhnya Alloh akan menyambut sang hamba dalam sholatnya sepanjang ia tidak berpaling. Maka jika sang hamba itu memalingkan muka, Alloh pun berpaling darinya (HR.Abu Dawud dan An-Nasa’i).
Ya Alloh! Ratusan hari dan puluhan minggu, bahkan sekian tahun terlewat begitu saja. Tidakkah cukup sekian tahun telah hilang begitu saja dari tangan kita? Apakah anda siap untuk kembali menghabiskan tahun-tahun berikutnya tanpa manfaat? Tanpa menghasilkan setitikpun kekhusukan?! Cukup sudah anda meninggalkan khusuk. Ingat baik-baik masa-masa itu, dimana anda telah menganiaya diri sendiri.
Suatu kali Hatim Al-Isham RA pernah ditanya tentang sholatnya. Ia pun menjawab,”Jika waktu sholat telah tiba, aku berwudhu dengan sempurna, dan menghampiri tempat dimana aku akan sholat. Aku pun lantas duduk disana sampai seluruh tubuhku terkonsentrsi. Kemudian akupun memulai sholat dengan menjadikan ka’bah seolah berada di hadapanku, jembatan Ash-shirath terletak dibawah kakiku, surga disamping kananku, dan Neraka di sebelah kiriku, serta malaikat maut berada tepat dibelakangku. Akupun menganggap sholat ini sebagai sholatku yang terakhir. Kemudian aku mulai mengerjakannya dalam nuansa antara raja’ (harap) dan khauf (cemas). Aku bertakbir sepenuh mungkin, dan membaca lantunan ayat Alquran dengan tartil, kemudian aku ruku’ dengan tawadhu dan bersujud dengan penuh khusyu’.
Selanjutnya aku duduk diatas kaki kiri dengan menjulurkan telapaknya dan menegakan telapak kaki kanan diatas patokan ibu jari. Akupun mengakhiri sholat tsb dengan rasa ikhlas. Tetapi aku tidak tahu apakah sholat itu dikabulkan ataukah tidak.
Tingkatan manusia ketika sholat berbeda-beda. Ada lima tingkatan yang perlu kita ketahui sebagai tolak ukur, ditingkat manakah kita berada.

Baca juga:  Orang Yang Paham Bahasa Arab Akan Tercengang Bahkan Menangis Melihat Kesalahan Fatal ”Ustadzah” MetroTV Ini

Tingkatan pertama
Yaitu orang-orang yang tidak menjaga waktu sholat. Ia tidak menjaga wudu, tidak juga rukun-rukun sholat yang zhohir serta kekhusukan. Orang semacam ini mendapat hukuman atas sholatnya sebagaimana disepakati oleh semua ulama.

Tingkatan kedua
Orang yang telah menjaga dari tingkatan yang pertama namun ia melalaikan kakhusukan. Orang semacam ini akan dihisab sholatnya dengan keras. Kebanyakan orang berada dalam tingkatan ini. Termasuk kita. Iya,kan?

Tingkatan ketiga
Orang yang dapat menjaga tingkatan satu dan dua namun diawal-awal ia bisa khusuk tetapi setan berhasil mencuri perhatiannya, tetapi kemudian ia berjuang kembali melawan, dan demikian seterusnya silih berganti. Hal semacam ini sering terjadi pada kita saat kita menyadari pentingnya sholat khusuk tetapi setan pun terus berusaha untuk mendapatkan kesempatan menggoda.

Baca juga:  Renungan pagi ini ....... Cara Allah menyayangimu

Tingkatan keempat
Ini merupakan tingkatan dimana orang telah menjaga tingkatan kesatu,dua dan tiga dan ini merupakan tingkatan yang sangat tinggi karena ia telah mampu menang melawan setan.

Tingkatan kelima
Ini tingkatan bagi orang yang mampu menanggalkan hati dan menyerahkannya sepenuh jiwa kepada Alloh SWT. Orang ini tidak berada di dunia. Ia ada bersama Alloh, tidak lagi terkait dengan ikatan-ikatan dunia. Ia tiak lagi melihat dan mendengar. Inilah maksud dari ucapan Rasulullah SAW, “pucuk kebahagiaan terletak di dalam sholat.” Orang semacam ini adalah orang istimewa yang dekat dengan Rabbnya.

Saudaraku yang tercinta, berada di tingkatan manakah kita saat ini? Berdoalah kepada Alloh, agar Ia menjadikan kita orang-orang yang istimewa.
Wallohu a’lam bi showab

(Visited 56 times, 1 visits today)

Mas Admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account