Ketika Ulama-ulama Kalian Turun Gelanggang dan Memberi Petunjuk; Kenapa Kalian Masih Ragu, WAHAI…

Ketika Ulama-ulama Kalian Turun Gelanggang dan Memberi Petunjuk; Kenapa Kalian Masih Ragu, WAHAI…

Ketika Ulama-ulama Kalian Turun Gelanggang dan Memberi Petunjuk; Kenapa Kalian Masih Ragu, WAHAI…

Sejak keberhasilan Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, Kapitalisme, Syiah dan kepentingan-kepentingan yang ingin berkuasa bermain dan memenangkan ranah opini, sejak itu banyak ulama-ulama yang “menghaluskan” teriakannya. Ulama dan Ustad-ustadz “membekap” diri dalam rumah-rumah ibadah. Karena teriakannya rentan masuk ranah persekusi. Ketegasannya bakal jadi sasaran bully. Ngeyelnya bahkan bisa jadi alasan kriminalisasi.

Berkali-kali orang-orang itu “mengharamkan” Agama masuk dalam Diskusi. Celakanya sebagian kita yang terlalu naif mengaminkan semua opini. Kecenderungan kita malah menilai minus pada Ulama dan Ustad yang peduli pada negeri ini. Kecenderungan menelan mentah-mentah semua yang masuk dalam alam bawah sadar kita yang tanpa sadar mencelakakan kita.

Pernahkah terbayang bahwa butuh keberanian lebih bagi Ulama dan Ustad-ustad itu untuk tampil? Dengan resiko besar melawan opini jaman yang terlanjur mencuci otak kita? Pernahkah terbayang bahwa mereka sudah siap dengan segala hal yang akan terjadi? Bully, persekusi, kriminalisasi nyatanya memang mereka alami; para Ulama-ulama dan Ustad-ustad yang lurus dalam jalan Dakwah. Mungkin akan terus berlanjut hingga bertahun-tahun selanjutnya. Demi siapa?

Baca juga:  Masihkah Engkau Percaya Ramalan Awal Tahun Setelah Membaca Ini?

Demi siapa lagi kalau bukan demi umat. Demi Islam yang mulai berani dipetak-petakan. Demi kebenaran yang mulai dikaburkan. Demi kita, peragu yang mudah terombang-ambingkan…

Pasti negeri ini sedang sakit, maka ketika Ulama-ulama turun gelanggang adalah indikasi jika mereka tidak lagi bisa diam. Sakit negeri ini sudah terlalu kronis, butuh “dokter” yang memberi petunjuk. Dokter kita adalah Ulama-ulama tersebut. Sebab bertahun-tahun kita mengelu-elukan siapapun, kita mengagungkan tokoh manapun, nyatanya sakit ini tidak pernah sembuh. Ia hanya sekedar sedikit lebih “mendingan” lalu kambuh lagi kemudian.

Diakui atau tidak, kita butuh pegangan! Kita butuh untuk tidak merasa sendirian. Maka ketika Ulama-ulama kalian turun gelanggang dan memberi kalian petunjuk; kenapa kalian masih ragu, WAHAI…!!!

Baca juga:  Pesan Keprihatinan Seorang Guru di Pondok Gede: Waspada! Ancaman LGBT Begitu Dekat

 

26 Juni 2018

(D. Mansjur/Jerami)

(Visited 288 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account