Jadi , Gimana . Pacar mu Cebong Atau MUSLIM CYBER ARMI ? bingung kan….

Jadi , Gimana . Pacar mu Cebong Atau MUSLIM CYBER ARMI ? bingung kan….

Tulisan ardy-tuan wahay

Kebiasaan membuat ruwet sesuatu yang sebenarnya mudah begitu terasa semakin menjadi-jadi. Banyak pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang didasari dengan perdebatan tidak subtantif yang justru malah terjadi pada level “hubungan personal”.

Akhirnya malah bias kemana-mana , terutama menyangkut politik.

Kalimat itu terucap dari seorang kawan, berujar kepada saya. Ia usai ribut, perang mulut dengan pacarnya yang seorang cebong militan,–sedangkan ia, kawan saya, mengaku sebagai “muslim cyber army”

Lah kok gitu ?
“saya memancing untuk menyambung percakapan”

Iya, –apalagi dengan etika pers yang tidak dijalankan dengan hati nurani seperti saat ini,
ruang informasi publik menjadi makin carut marut dengan komen dan berita tak jelas jundrungan nya. Ia menambahkan pula, sebelum beranjak pergi.

Perdebatan tentang Jokowi meng “imami” saja memang saya rasakan berbuntut demikian panjang dan melelahkan, saya mem-batin.

Sudahlah, kita juga udah sama-sama tau kalau presiden Jokowi emang tidak fasih melafalkan ayat, mari sudahi saja. Rapatkan saja barisan mu untuk 2019. Kritisi kemungkinan kecurangan yang akan terjadi, angkat, viralkan.

Baca juga:  Ucapan "Muslim Macam Apa Kalian" adalah Kunci Penyibak #GelangKode

Jangan malah menghabiskan energi untuk mencela sesuatu yang sudah jelas, norak tau!!

Ente mau perubahan? Apa cuma suka keramaian sih ?

Belum tentu juga acara Jokowi imami sholat bertujuan untuk “men-citrakan diri Islami”, bisa jadi sengaja “justru” agar terlihat “norak” karena ketidak mampuan-nya meng imami itu sengaja ditunjukan, agar jagad pemberitaan ramai, riuh, maka terkaburkanlah kejadian lainnya.

Media sosial kita bertabarakan menjadi bayak kubu yang semakin tidak jelas arah-nya. Komen demi komen dengan argumennya sendiri-sendiri.

Konsultan politik presiden juga o’on nya naudzubillah, jika benar tujuannya untuk mencitrakan Jokowi Islami. Berarti jelas tampak begitu gagap menangkap keinginan rakyat. Woii, — “Apa yang hendak ente raih dengan memaksakan Jokowi menjadi Imam” ?

Baca juga:  Jelang Pilkada 2018, Fotocopy KTP Warga Palembang Tersebar ?

Cara mencitrakan yang teramat salah fatal,– bukan demikian cara yang benar untuk mencitrakan Jokowi dekat dengan Islam.

Ubah arah kebijakan, tak bisa dipungkiri, Islam adalah agama Mayoritas di negara ini.

Akomodir keinginan-nya dengan takaran yang sesuai. Tak ada jalan lain. Jangan di hantam-hantamkan lagi . Masyarakat sudah cerdas.

Sebagai paparan fakta. Pada Level kampung saja, silahkan anda berkunjung dan sempatkan diri untuk sholat di banyak masjid di seantero nusantara ini, masih banyak Imam yang juga cara melafalkan ayat juga tidak tepat, jadi dari pada ente cuma bisa komen komen, kenapa nga lebih baik ente terjun untuk menjadi Imam di banyak masjid itu. Takar pake hatimu.

Bukankah seorang pemimpin itu adalah cerminan sebagian besar rakyatnya?

Terlalu banyak orang sakit tetapi bertepuk dada mulia, saya, dan juga anda.

(Visited 212 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account