Apa iya ??? Ketua MPR hanya salah ucap ?

Apa iya ??? Ketua MPR hanya salah ucap ?

APA IYA, –KETUA “MPR” SALAH UCAP ?

Slip of tongue, atau salah ucap. Secara umum kesalahan ucap ini diakibat-kan ketidak sengajaan dan tidak disadari oleh penuturnya disebabkan antara lain : keletihan, kurang perhatian ataupun terlalu “emosional”.

Beberapa hari lalu jagad pemberitaan kita di- guncang dengan pernyataan seorang ketua partai sekaligus ketua MPR yang mengatakan bahwa sudah ada lima fraksi di DPR yang menyetujui pembahasan undang-undang pernikahan Sejenis, atau dengan kata lain melegalkan prilaku LGBT. Ia menambahkan juga bahwa pembahasan mengenai UU itu saat ini sedang bergulir di DPR, tanpa menyebut asal partai dari lima fraksi yang menyetujui hal tersebut.

Pernyataan tersebut di amini juga oleh “Prof mahfud MD” mantan ketua Mahkamah konstitusi yang sejak lama melalui cuitan di- akun twiternya menyebutkan hal senada dengan yang dikatakan ketua MPR Zulkifli hasan.

Tentunya hal ini menjadi tamparan keras bagi masyarakat Indonesia, bagaimana tidak, prilaku LGBT ( Lesbian, Gay, Besexual, Transgender) sangatlah bertentangan dengan idiologi bangsa Indonesia yang berdasarkan ke-Tuhanan yang maha Esa.

Selain itu, prilaku LGBT berdasarkan penelitian “Psikiater dan Psikolog”,– sah dan tegas mengatakan bahwa LGBT adalah prilaku menyimpang, masuk pada katagori gangguan kejiwaan,– sehingga perlu mendapat perawatan, namun bukan untuk dikucilkan.

Baca juga:  5 Fakta Diungkap NETIZEN dari Acara Deklarasi Dukungan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI) di Sentul

Lalu mengapa katagori gangguan kejiwaan itu malah hendak di-sahkan, dilegalkan ?o5HkBM4OLYLPx_lj

Berselang hari, ramai pernyataan sanggahan dari anggota DPR bermunculan. Bahkan Ketua DPR yang baru dilantik, “Bambang soesetyo” mengatakan bahwa “tidak” benar apa yang dikatakan oleh ketua MPR Zulkifli hasan tersebut. “Saya yakin apa yang dikatakan pak Zulkifli hasan itu tidak bermaksud demikian, beliua hanya salah ucap saja”, ujarnya.

Terlepas dari pernyataan dan sanggahan yang saya rincikan sebagai penghantar di atas, -tentu-nya masyarakat Indonesia menolak dengan Tegas prilaku menyimpang LGBT.

Jikalau dikatakan prilaku itu sebagai hak asasi manusia yang liberal, tentunya hak asasi lain juga perlu untuk dihormati, karena Masyarakat Indonesia hidup dalam keyakinan ke-beragama’an dan tidak ada satupun agama yang membenarkan prilaku tersebut.

Bayangkan saja jika benar apa yang dikatakan ketua MPR bahwa DPR sedang menggodok undang-undang untuk melegalkan prilaku tersebut, tentunya bisa dikatakan hal tersebut adalah awal dari kehancuran peradaban.

Slip of tongue bukan murni salah yang tidak mengandung unsur kebenaran, bahkan dari sisi lain justru “slip of tongue” adalah unsur kebenaran yang keluar secara tidak disadari, -karena “katarsis”, atau proses tekanan yang bertumpuk, mengendap dan akhirnya pada satu momen keluar sebagai ucapan tanpa disadari, -diluar kontrol. Karena sebab itu maka dikatakan, salah satu dari beberapa sebab terjadinya slip of togue adalah “terlalu emosional”,– bisa jadi hal tersebut yang mendasari slip of tongue seorang Ketua MPR, sehingga sah saja jika kita mengartikan bahwa ada unsur kebenaran dari pernyataan beliau.

Baca juga:  Akibat Ledakan Utang, China Berupaya Mengalihkan Hutangnya Kenegara-negara Tujuan Silk Belt And Road Initiative (OBOR) Melalui Kewajiban Pembayaran Investasi

*ardi-tuan, wahai.✋

(Visited 192 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account