Ada apa Bapak Presiden, Kemana Optimisme yang Dulu itu???

Ada apa Bapak Presiden, Kemana Optimisme yang Dulu itu???

Ada apa Bapak Presiden, Kemana Optimisme yang Dulu itu???

Empat setengah tahun lalu, disaat rakyat sedang rindunya negara yang memiliki Kedaulatan dalam segala bidang lahirlah sosok yang membangkitkan optimisme itu. Sosok itu hadir meski dengan keterbatasan cakap soal hampir segala hal. Namun yang pasti, kemampuannya untuk menyihir dengan kata-kata optimisme itu membuat kita abai dengan keterbatasan yang kita miliki saat itu.

Bagaimana tidak, disaat kita tertinggal dalam bidang teknologi; orang itu membawa sesuatu untuk ditawarkan; ESEMKA. Tidak tanggung-tanggung, bahkan orang itu dengan bantuan media meyakinkan bahwa ESEMKA sudah mulai diproduksi, Pabriknya sudah berjalan di tiga lokasi dan penjualanannya hingga mencapai luar negeri.

Sosok itu juga meyakinkan kita dengan optimisme soal Kerja, Kerja dan Kerja. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin, semua hanya soal kesungguhan kita soal kerja keras. Orang itu, menggiring kita untuk mencibir orang-orang yang mengingatkan soal Biaya yang tidak ada, anggaran yang bocor dan sumber daya yang terbatas.

Baca juga:  Karena Berkhianat Bukan DNA PKS

Nampaknya indah memang…

Dengan menjual optimisme itu empat tahun yang lalu, ia menyusun program-program kerja pemerintahannya yang juga terlihat WAH juga terlihat WOW. Membeli kembali Indosat, Menciptakan 10 juta lapangan kerja, Stop Import, Pertumbuhan Ekonomi 7%, Menghindari bagi-bagi jabatan demi profesionalisme dan program-progam optimis lain. Semua ia borong.

Sekarang, setelah empat setengah tahun berlalu sosok itu kembali hadir dalam konstelasi pemilihan Presiden. Setelah empat setengah tahun lalu ia memberi optimisme, maka selayaknya ia akan hadir dengan optimisme yang lebih “gagah”. Karena, ia punya kesempatan selama empat setengah tahun ini untuk menunjukkan bahwa ia telah menuntaskan semua program ambisiusnya itu dan membawa negara ini kepada kemajuan.

Tapi apalah dikata, orang itu bahkan terlalu sungkan untuk hadir menyampaikan visi dan misi nya yang dulu pernah ia sampaikan dengan gagah. Padahal, sosok itu mungkin paling dirindukan rakyat untuk kembali hadir bukan hanya membuat optimisme rakyat bertambah, tetapi juga mempertanggungjawabkan optimisme yang kadung melenakan. Kesempatan itu akan memudahkan ia melenggang untuk kedua kali.

Baca juga:  PDIP Tuding Relawan Hanya Numpang Popularitas Jokowi Tidak Bekerja, Nasdem Marah

Tapi tidak, ia lebih memilih Timses nya untuk hadir menyampaikan visi dan misi. Dan ia hanya bersembunyi dibalik layar. Kenapa Bapak Presiden, kemana optimisme yang dulu???

 

DU, 5 Januari 2019

(Visited 463 times, 8 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account