Berita dan Informasi Terkini
Sementara para tokoh-tokoh penjilat dan “penghianat” sibuk mendekati “pemenang” dalam pertarungan yang dianggap penuh kecurangan ini. Ada satu kata-kata diantara cacian dan busung dada kemenangan yang membuat bergindik, “Aku bangga jadi bagian dalam perjuangan ini”.
Semakin nampak jelas belang orang-orang yang tadinya kelihatan gagah dalam barisan, menjelang dan setelah putusan MK berpaling dan keluar teratur mencari aman. Merekalah yang berjuang dengan penuh harap akan mendapat bagian.
Jauh berbeda dari mereka itu, banyak pejuang-pejuang yang berkorban lebih dari sekedar politisi yang bermodal spanduk dengan lingkaran kecil angka 02. Jauh berbeda semangat ketika mereka pekikan “Allahu Akbar” ketimbang mereka yang meneriakan nomor urut partai dan caleg.
“Aku bangga jadi bagian dalam perjuangan ini” adalah ketulusan bahwa segala pengorbanan yang dilakukannya tidak serta merta menjadikannya menyalahkan siapapun dalam kondisi apapun. “Aku bangga jadi bagian dalam perjuangan ini” adalah keikhlasan menerima sebab dan akibat dari konsekuensi perjuangannya. Bahkan jikapun ternyata menang.
Prabowo dan Sandi hanyalah bagian kecil dari kepentingan besar buat negeri, kebaikan bagi negeri ini adalah tujuan utama. Keadilan dan kepastian hukum, kebebasan berpendapat, kemandirian ekonomi, dan semua yang “nyaris” hilang bak ditelan bumi.
Kue besar itu siap dibagikan, peminatnya banyak. Maka saling berebutlah kalian. Bagi penghianat yang merapat, bagian kalian hanyalah remahan yang itupun jika masih ada sisa karena kalian sudah distempel “Tidak berdarah-darah”.
Bagi kami yang tidak mengharapkan apa-apa, cukup satu kalimat ini;
“Aku bangga jadi bagian dalam perjuangan ini”