Berita dan Informasi Terkini
Jejak digital ke 4 Pejabat BPIP ini menjadikan tanda tanya, pantaskan mereka memboyong-boyong Pancasila kemana-mana dan menghasilkan bentuk pengarahan yang sejalan dengan Ideologi Pancasila sebagaimana tugas yang diembannya? Silakan menilai sendiri.

1. Said Aqil Siradj
Ulama satu ini memang kontroversial. Meski berkali-kali membantah jika pernyataannya dipelintir, tetapi tidak menghilangkan esensi pemikirannya yang memang cenderung berbeda dengan banyak ulama. Salah satu pernyataan Said Aqil adalah, “Cikal bakal Teroris itu rajin sholat malam dan hafal Al Qur’an”. Pernyataanya ini diungkapkan saat menjadi narasumber Dialog Ormas-ormas Islam Dalam Mempertahankan NKRI, di Sahid Hotel, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/5/2013).
Pernyataan kontroversinya yang lain, “Jenggot mengurangi kecerdasan otak, semakin panjang semakin goblok”. Pernyataannya itu beredar dalam sebuah rekaman audio yang beredar di Youtube, Said Aqil mengatakan bahwa orang yang berjenggot mengurangi kecerdasan.
“Orang berjenggot itu mengurangi kecerdasan, jadi syaraf yang sebenarnya untuk mendukung kecerdasan otak, ketarik oleh, untuk memanjangkan jenggot,” ujarnya. Lebih lanjut ia menyebutkan, “Tapi kalau berjenggot, emosinya saja yang meledak-ledak, geger otaknya. Karena syaraf untuk mensupport otak supaya cerdas, ketarik oleh jenggot itu. Semakin panjang, semakin goblok!”
2. Mahfud MD
“Malaikat masuk ke sistem politik Indonesia bisa menjadi Iblis”. Prof. Mahfud MD mengeluarkan pernyataan ini dalam sebuah kesempatan Tangerang 7 Oktober 2013.
Menariknya, Mahfud MD menyebut kondisi “sistemik” kecurangan-kecurangan yang meningkat dari tahun ke tahun. Menurutnya setelah reformasi, demokrasi dalam pelaksanaan pemilu terus dibangun, meski ditemukan banyak kecurangan di berbagai level. Ironisnya, setiap tahun tingkat kecurangan tersebut justru meningkat. Bila pada 1999 kecurangan dilakukan per orangan atau kelompok tertentu, saat ini dilakukan secara sistemik.
Selanjutnya ia mengatakan, “Saat biaya politik semakin mahal, elite juga semakin jelek karena sistem yang dibangun mendorong ke arah korupsi. Malaikat masuk ke dalam sistem Indonesia pun bisa jadi iblis juga”. Eh, btw sekarang masuk ke sistem juga ya Prof?
3. Safii Ma’arif
Kata Safii Ma’arif, “Kalau ada iblis buka sekolah tinggi dengan kurikulum yang hebat, saya masuk ke sana,” Pernyataan ini disebutkannya pada diskusi buku karya Fazlur Rahman yang digelar oleh penerbit Mizan bekerjasama dengan Laboratorium Studi al-Qur’an dan Hadis UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta.
Safii yang merupakan pendukung Ahok itu mengatakan, “Mengapa barat menghancurkan kita, karena kita rapuh dari dalam. Kita dipermainkan orang lain karena kita memang pantas dipermainkan. Mengapa umat islam dijajah, karena mereka memang menderita mentalitas yang pantas dijajah.”
4. Megawati
Megawati pernah mengeluarkan ucapan kontrovesi dalam sebuah acara Ulang Tahun Partainya (PDIP) yang ke 44. Dalam kesempatan itu Megawati menuduh adanya “Ideologi Tertutup” yang dikatakannya sebagai “Ideologi tertutup tersebut hanya muncul dari suatu kelompok tertentu yang dipaksakan diterima oleh seluruh masyarakat. Mereka memaksakan kehendaknya sendiri, tidak ada dialog, apalagi demokrasi. Apa yang mereka lakukan hanyalah kepatuhan yang lahir dari watak kekuasaan totaliter, dan dijalankan dengan cara-cara totaliter pula. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan,”
Para pemimpin yang menganut ideologi ini menurut Megawati memosisikan dirinya sebagai pembawa ‘self fulfilling prophecy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya,”
Pernyataan yang di Bolt tersebut menuai kontroversi, seakan Megawati tidak percaya terhadap “kehidupan setelah dunia fana”. Ucapan inilah yang dipermasalahkan banyak pihak.