RUMAH SAKIT TANPA DINDING

RUMAH SAKIT TANPA DINDING

RUMAH SAKIT TANPA DINDING

by Zeng Wei Jian

Gus Yasin ingin membuat “rumah sakit tanpa dinding”. Bully marak. Ada yang ngakak. Meme beredar. Lagi-lagi, Yasin terpuruk. Jadi bahan tertawaan seantero negeri. Kasian.

Ada yang membayangkan bangsal Perang Dunia II sebagai “rumah sakit tanpa dinding”. “Barbershop tanpa dinding” artinya tukang cukur di bawah pohon.

Rupanya, “rumah sakit tanpa dinding” itu semacam “dokter keliling”. Dokter, suster, peralatan dan obat bersifat mobile. Program ini bagus. Dokternya capek. Problem efisiensi, ora urus. Ide genial. Mendekati taraf genius.

Dari banyak baksos medikal, hanya penyakit ringan yang bisa ditangani “dokter keliling”; Influensa, masuk angin, nyeri otot, batuk, kadas, kurap, panu, pusing, pil KB dan sejenisnya.

Baca juga:  Blunder 200 Daftar Mubaligh Berbuntut Panjang, Pengacara ini Cecar Menteri Lukman Hakim Landasan Hukum yang Digunakan Kemenag

Tak terbayangkan operasi Coronary Artery Bypass Graft (jantung), bersalin dan cuci darah dilakukan di bawah pohon tanpa dinding. UGD mesti punya ruang-ruang opname.

Rasanya, program kerja Sudirman-Ida lebih relevan. Mereka berencana bangun 50 unit puskesmas. Selama era Ganjar, hanya 3 unit puskesmas dibangun pertahunnya.

THE END

(Visited 521 times, 1 visits today)

Rois Day

Cuma Seonggok Ondolopot yang ingin menjadi lebih baik...

leave a comment

Create Account



Log In Your Account