Seorang mantan presiden 2 periode dan 10 tahun memimpin Indonesia lalu melakukan kampanye terbuka dan vulgar, goncangan bisa tak terkendali

Seorang mantan presiden 2 periode dan 10 tahun memimpin Indonesia lalu melakukan kampanye terbuka dan vulgar, goncangan bisa tak terkendali

Seorang mantan presiden 2 periode dan 10 tahun memimpin Indonesia lalu melakukan kampanye terbuka dan vulgar, goncangan bisa tak terkendali

Kultwit @Fahrihamzah

Saya sudah tulis tentang atau dan saya berikutnya akan menulis tentang pak sebagai 3 tokoh yang berada dalam satu barisan sekarang. Saya akan menulis beberapa isu inti tentang figur2 yang bertarung yg saya kenal baik.

Banyak rumor seolah pak tidak sepenuh hati mendukung . Ini salah baca yang fatal. Pak SBY adalah manusia penuh perhitungan, beliau adalah salah seorang figur militer berpikir yang saya kenal lama. Dia ahli strategi. Meski saya punya kritik.

Banyak orang ingin agar terjadi perpecahan antara pak dan pak dan terus menghembuskan seolah partai tidak solid mendukung capres mereka. Yg benar adalah SBY punya cara mendukung calon-nya. Ini watak beliau, tidak bisa vulgar.

Sebab terbayang juga kalau seorang mantan presiden 2 periode dan 10 tahun memimpin Indonesia lalu melakukan kampanye terbuka dan vulgar, goncangan bisa tak terkendali. Sekarang, sedang memainkan perannya mengambil porsi dalam kampanye terbuka awal 2019.

Maka, dua figur utama yang mendampingi jika menang adalah seorang guru besar politik UGM, mantan ketua MPR yang mewakili latar sipil dan seorang mantan presiden 2 periode yg berlatar militer tapi intelektual. Dua figur ini kokoh sekali.

Baca juga:  Negeri ini bukan milik Jokowi dan Habib Rizieq, tapi milik Rakyat Indonesia

Saya saran aja, kalau memimpin (2019-2024) maka 2 figur yang punya sejarah menjaga demokrasi Indonesia 20 tahun belakangan ini menjadi PENASEHAT pemerintah. Bahkan kalau bisa diadakan jabatan menteri senior seperti Lee Kwan Yew di singapore.

Sekali lagi karena adalah jaminan penting bagi pemerintahan yang akan datang. Kita tahu, di depan ada krisis besar akibat kesalahan alokasi belanja pemerintahan ini. Hutang kita terlalu besar sementara ketimoangan dan pendapatan rakyat masih rendah.

Kelebihan 2 jenderal ini ( dan ) adalah sama2 pemikir. Tapi jangan lupa bahwa mereka juga eksekutor. Sukses mereka telah nampak dan skala dari sukses mereka juga berskala negara. Ini kombinasi yg mematikan.  😀

Awalnya, saya melihat pak Tak sedalam yg saya pikirkan sekarang. Sampai suatu hari, saya menyampaikan suatu pendapat tentang model kepemimpinan negara yg lebih ter konsolidasi, bernuansa terpimpin. Beliau interupsi, “hati2 Dinda, power tends to corrup”.

Terus terang, pak sangat sensitif dengan exercise kekuasaan. Saya kaget karena itu wilayah paling sulit diperdebatkan. Demokrasi selalu membuat kekuasaan yang nampak tak berdaya. Tetapi, dialah yang menjaga agar kekuasaan tidak menyimpang.

Kalau ada kritik kepada pak dalam sepuluh tahun itu adalah itu, “dianggap terlalu demokratis sehingga nampak seperti lemah, bahkan mengorbankan diri sendiri”. Itu juga kritik saya tapi kata beliau,”hati2 dengan power exercise”. Kekuasan itu kalau mutlak jadi korup.

Baca juga:  Indonesia Bisa Bubar Dan Punah

Saya mengerti sekarang kenapa beliau punya partai bernama karena itu esensi dari kehendaknya. Bahagia lah kita di Indonesia punya para Jendral yang ksatria, mereka masuk kekuasaan dengan cara ksatria, mendirikan parpol secara sah.

Pak dan pak sama2 mendirikan parpol dan membangun kekuatan dengan meminta mandat rakyat dan bukan kudeta. Ini yg saya maksud sebagai sikap ksatria. Daripada mereka yg membangun kuasa tanpa mandat yg nyata. Main belakang jadi dalang atas boneka.

Pak dan pak bukan tidak punya beda. Tapi mereka tahu kalau kita berbeda itu malah bagus. Dan kalau beda hanya gaya, anak dan bapak pun beda gaya. Demokrasi itu nampak dalam kemampuan kita mengelola perbedaan yang ada. Itu intinya.

Demikianlah, sekedar mengingatkan kita tentang seorang putra bangsa yang masih ada di antara kita, semoga kita bisa mengambil pelajaran. Pak pernah sukses bekerja, mari kita songsong sukses berikutnya. Sekian.

 

 

(Visited 288 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account