Berita dan Informasi Terkini
Berkali-kali acara demi acara digelar para Cebong dengan maksud beragam. Tujuan utama yang sebenarnya tidak pernah jelas, karena mereka selalu tidak punya agenda kemaslahatan buat rakyat melainkan provokasi terhadap kelompok lain. Dan itupun berkali-kali gagal.
Kali ini acara Rembuk Aktivis ’98 yang sebenarnya cukup bagus bagi acara reuni aktifis ’98 yang dulu sempat “berceceran” ternyata telah dimanfaatkan gaungnya oleh Faizal Assegaf untuk mendeskreditkan PKS (Partai Keadilan Sejahtera).
Menuju lokasi Rembuk Nasional Aktivis 98, sebuah momen bersejarah, 20 tahun trcerai berai, kini bangkit melawan intoleran, radikalisme & terorisme.
Berkumpul dlm warna-warni perbedaan, tanpa membedakan. Satu tekat: @BubarkanPKS ! Partai pembela gembong terorisme !
*FA*
— Faizal Assegaf (@faizalassegaf) 7 Juli 2018
Kontan saja acara yang seharusnya murni sebagai bentuk persatuan diantara aktifis ’98 berubah menjadi berbagai bentuk yang tidak mengherankan jika mendapat tanggapan negatif oleh Netizen.
Netizen terutama menyoroti soal para peserta Rembuk yang ternyata tidak sesuai dengan usia yang seharusnya. Jika pada tahun 1998 rata-rata peserta berusia 20 - 25 tahun, maka seharusnya saat ini peserta berusia sekitar 40 - 45 tahun. Namun yang tampak diantara peserta adalah orang-orang yang terlihat lebih tua atau bahkan terlalu muda.
😂😂😂😂😂 ….
Acara REMBUK NASIONAL AKTIVIS 98 yg Di Gelar Cebong Sampah > @faizalassegaf ….Kapan Mereka jadi Aktivis’ ??????? 😂😜#Mimpi2Periode#2019GantiPresiden pic.twitter.com/VGvRcGRMki
— Muslim_Bersatu (@Muslim_Bersatu1) 7 Juli 2018
Ini para Peserta Rembuk Nasional Aktivis 98, yg siang tadi @faizalassegaf ?
*itu aktivis ?
*itu 98 atau 65 ?#hey2 pic.twitter.com/85u9xe7nBo— Kireina (@Umnia77) 7 Juli 2018
Hal lain yang menjadi sorotan adalah jumlah dana yang ditakar mencapai 10.000.000.000 untuk acara tersebut. Dana yang “wah” tersebut ternyata tak mampu menutupi adanya kenyataan peserta aksi hanya dibayar sekitar 100.000. Bahkan terdapat juga video yang diunggah beberapa Netizen tentang mundurnya Pena ’98 karena hanya diberi DP (Down Payment) 30%. Tidak jelas apa DP yang dimaksud divideo tersebut.
200 juta buat biaya kebersihan.. ? Oalaa bong..bong…!!! pic.twitter.com/SKIx7JrQFW
— €¥£βμ℃℉§ (@akai_clan) 8 Juli 2018
Netizen lain menilai bahwa acara ini juga sebagai bentuk kampanye bagi Jokowi. Sebab beberapa peserta “tertangkap” memakai berbagai atribut yang biasa digunakan untuk kampanye.
Setelah di zoom…
Gak heran ada si Adian disitu. Ada hubungan apa jg si @faizalassegaf dgn Topi ini? Apakah Topi ini BerHubungan dgn tahun 98? Atau tanda2 Pilpres sdh dekat…
Cekidot..
🙄🤓 pic.twitter.com/VXCgIl20RY— 🇲🇨🕋👉#Eramas👈🕋🇵🇸 (@Maulana_Tigor) 7 Juli 2018
Berikut Video Pendapat Netizen soal Rembuk Nasional ’98