Jagalah makananmu !!

Jagalah makananmu !!

Jagalah makananmu !!

Oleh : Luthfi Bashori

Makanan yang masuk ke dalam perut setiap orang itu mempunyai dampak terhadap dirinya. Jika ia hanya memakan yang halal-halal saja, maka jiwanya akan menjadi orang yang baik perangainya dan terpuji.

Namun jika ia memakan segala jenis makanan, baik yang bahannya suci dan halal maupun yang bahannya najis dan haram, atau mengkonsumsi makanan yang diperoleh dengan cara yang halal serta yang haram dan ia tidak peduli, maka akan membentuk watak yang buruk pada dirinya.

Dulu ada kejadian, suatu saat St. Aisyah RA menuturkan, bahwa Sy. Abu Bakar punya seorang budak lelaki yang beliau tanggung zakatnya. Sy. Abu Bakar terkadang memakan sebagian makanan yang disediakan oleh budak tersebut. Suatu hari sang budak membawa makanan, lalu Sy. Abu Bakar memakannya sedikit.

“Tahukah Tuan, barang apakah ini ?” tanya sanmg budak sambil menunjuk makanan yang telah dimakan sedikit oleh Sy. Abu Bakar.

“Sebenarnya barang apakah itu ?” Sy. Abu Bakar balik bertanya.

“Pada zaman Jahiliah dulu, aku pernah mendukuni seseorang, dan tiadalah aku melakukan perdukunan itu melainkan hanya tipu daya,” ungkap budak lelaki tersebut.

Baca juga:  Manipulasi QC, mungkinkah?

“Lalu orang itu datang kepadaku dan memberikan barang-barang itu kepadaku. Barang itulah yang Tuan makan tadi.”

Seketika Sy. Abu Bakar memasukkan jemarinya ke dalam tenggorokkannya sebagai upaya untuk memuntahkan makanan yang telah masuk ke dalam perutnya.” (HR. Al-Bukhari).

Tentang pentingnya mengetahui status hukum makanan yang dikonsumsi itu, Sy. Abu Hurairah RA menyatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha baik dan hanya mau menerima yang baik, dan sungguh Allah menyuruh orang-orang seperti yang diperintahkan kepada para Rasul, sebagaimana dalam Firman Allah yang artinya, “Wahai para Rasul, makanlah yang baik-baik dan beramal shalehlah. Sesungguhnya apa saja yang kamu lakukan, Aku Maha Mengetahui.” Serta Firman-Nya yang berarti, “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rezekikan kepada kalian.”

Kemudian Nabi Muhammad SAW menceritakan tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan panjang, rambutnya kusut penuh debu, dan tangannya menengadah ke langit seraya berdo’a, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku,” namun pakaiannya haram, minumnya haram. Pakainnya yang dipakai haram dan yang dimasukkan ke dalam perutnya pun makanan haram, lantas mana mungkin do’anya akan dikabulkan dalam keadaan seperti itu ? (HR. Muslim dan At-Tirmidzi).

Baca juga:  Prabowo di mata Yordania dan Palestine

Dalam riwayat lain, Sy. Abdullah bin Amr RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila pada dirimu ada empat hal, maka kamu tidak rugi seandainya meninggalkan dunia ini. Empat hal itu adalah menjaga amanah, berbicara jujur, berakhlaq baik, dan berhati-hati dalam urusan makanan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabarani).

Jadi, bagi orang yang menginginkan hidup bahagia di akhirt nanti maka hendaklah senantiasa menjaga diri dalam urusan mengkonsumsi makanan. Jangan sampai mengkonsumsi makanan yang haram, namun hendaklah selalu memilih makanan yang jelas-jelas kehalalannya.

Sy. Abi Sa’id Al-Khudri RA berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa makan makanan halal, berperilaku sesuai dengan sunnah, dan orang lain selamat dari gangguannya, niscaya ia akan masuk surga.”

“Wahai Rasulullah, apakah orang semacam itu di tengah umatmu banyak (jumlahnya) ?” tanya shahabat.

“Akan ada orang-orang seperti itu dalam setiap kurun waktu sesudahku.” (HR. At-Tirmidzi).

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=678892412547198&id=100012793361980

(Visited 45 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account