Jangan jadi pengemis!

Oleh : Luthfi Bashori

Dalam menjalani kehidupan, maka hendaklah setiap orang itu berusaha meletakkan dirinya menjadi pribadi yang terhormat, dan tidak menghinakan diri dengan perilaku yang tidak terpuji di tengah masyarakat.

Di antara sekian banyak bentuk perilaku yang tidak terpuji adalah kebiasaan mengemis dan meminta-minta kepada orang lain, walaupun meminta bantuan kepada orang lain itu tidak diharamkan oleh syariat, terutama dalam kondisi darurat, namun selagi seseorang itu masih mampu menyelasaikan kebutuhan dirinya sendiri, maka saat itulah perilaku mengemis dan meminta-minta kepada orang lain itu sangat tidak baik.

Sy. Ibnu Abbas RA mengungkapkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Cukupkanlah dirimu dari meminta-minta kepada orang lain, walaupun sebatang kayu siwak (kayu untuk menyikat gigi).” (HR. Ath-Thabarani dan Bazaar).

Darlam riwayat Sy. Ibnu Abbas RA yang lain, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang memita sesuatu kepada orang lain, padahal ia tidak dalam keadaan darurat oleh suatu musibah yang menimpa dirinya atau keluarganya, kelak pada hari Qiamat ia akan datang dengan wajah tanpa daging sedikit pun.” (HR. Al-Baihaqi).

Baca juga:  Tentang korupsi, KPK dan kepastian hukum

Nabi Muhammad SAW juga bersabda yang maknanya senada, “Barangsiapa membuka pintu meminta-minta bagi dirinya, padahal ia tidak dalam keadaan terjepit/terpaksa yang menekan dirinya dan keluarganya, maka Allah akan membukakan pintu kesusahan pada dirinya dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Al-Baihaqi).

Suatu saat Nabi Muhammad SAW bercerita, bahwa ada seseorang yang datang kepada beliau SAW dan meminta sesuatu, padahal bukan dalam keadaan darurat. Setelah beliau SAW memberi sesuai dengan hajatnya, maka orang itu pun pergi, lantas beliau SAW menyatakan bahwa sesungguhnya yang dibawa pulang oleh orang tersebut hanyalah api neraka. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Hibban.

Sy. Aidz bin Umar RA juga menceritakan, bahwa ada seorang laki-laki yang menemui Nabi Muhammad SAW dan meminta sesuatu kepada beliau, maka beliau beri. Tatkala laki-laki tersebut melangkah pulang, beliau SAW pun bersabda, “Sekiranya mereka tahu betapa hinanya meminta-minta, tentu seseorang itu tidak berjalan kepada orang lain hanya untuk meminta-minta.” (HR. An-Nasa’i dan Ath-Thabarani).

Baca juga:  1 Tamparan 3 Pertanyaan

Tentu sangat berbeda antara kehormatan orang yang senang bersedekah dengan kehinaan orang yang suka mengemis dan meminta. Hal ini dapat dilihat dari informasi yang disampaikan oleh Sy. Abu Hurairah RA saat memberitahukan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang kaya yang penyantun dan menjaga kehormatannya dari meminta-minta, karena itu Allah murka terhadap orang yang berbuat durhaka lagi suka meminta-minta.” (HR. Bazaar).

Sy. Sa’id bin Abi Waqqash RA mengisahkan, bahwa pernah ada orang yang datang menemui Nabi Muhammad SAW dan mengatakan, “Wahai Rasulullah, berilah aku wasiat dengan singkat.” Nabi Muhammad SAW bersabda “Jauhkanlah dirimu dari mengharapkan/meminta sesuatu yang ada di tangan orang lain.” (HR. Al-Hakim, dan disahkan oleh Al-Baihaqi).

Tentunya juga dilarang mengemis jabatan, atau mengemis fasilitas umum dengan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh syariat maupun oleh masyarakat.

 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=629898890779884&id=100012793361980

(Visited 44 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account