Berita dan Informasi Terkini
Bencana Gempa Bumi di Palu harusnya menjadi keprihatinan kita bersama. Kejadian demi kejadian yang dialami warga Palu secara umum ternyata lebih memprihatinkan dari yang kita dengar dipermukaan.
Pemerintah dirasa lamban dalam bertindak dan meminimalisir dampak bencana yang terjadi. Alih-alih mengurangi penderitaan masyarakat Palu, pemerintah malah membuat berbagai blunder yang menjadikan penyelesaian tragedi bencana kehilangan fokus pada berbagai penderitaan masyarakat pasca bencana.
Penjarahan yang dilakukan sebenarnya cuma secuil dari episode yang mungkin cuma sebagai bumbu dalam sebuah drama. Tapi ia mampu menjadi cerita utama yang menutupi kisah besar lainnya. Sayangnya kita malah ikut terhenyak dengan hal itu.
Padahal seperti dikabarkan masyarakat disana sudah beberapa hari mereka tidak mendapat suplay makanan. Sudah tidak ada pula persediaan yang bisa dimakan. Begitu pula air bersih yang dibutuhkan sudah tidak ada. Beberapa penyakit dan gatal-gatal sudah mulai menjangkiti sebagian warga.
Maka mari kita fokus pada apa yang harus diselesaikan dan secepatnya memberikan bantuan. Kerjasama semua pihak rasanya sangat dibutuhkan agar tidak lagi ada jatuh korban atau korban susulan pasca bencana seperti kelaparan, kedinginan dan berbagai penyakit akibat kebutuhan air bersih tidak terpenuhi.
Jerami akan posting keluhan seorang Netizen korban gempa Palu sebagai bahan renungan bagi semua pihak;
Miris baca berita penjarahan di kota Palu. Awalnya ini menjadi kisah sedih dr Palu ttg Gempa dan tsunami yg melanda. Memakan korban ratusan jiwa. Kota gelap di malam hari. Terik panas tanpa air di siang hari. Makanan yg sulit, bahan bakar yg hanpir tak ada..namun semua terlupa…
— #PrayForPalu (@emakdirumah) 1 Oktober 2018
Berita penjarahan yg merajalela saat ini seakan mengaburkan fakta bahwa warga Palu sdg menderita. Berita penjarahan menghakimi warga yg kena musibah dahsyat. Berita penjarahan seakan menjadi topik sesungguhnya, menggulung duka warga korban gempa tsunami di Palu..
— #PrayForPalu (@emakdirumah) 1 Oktober 2018
Rezim ini memberi lampu hijau utk penjarahan. Rakyat buas meraup yg bisa di raup….
Sungguh hati tersayat melihat kota. Kota yg indah berubah mengerikan dgn bangunan roboh, sisa tsunami yg menggenang dan korban2 yg blm terevakuasi…— #PrayForPalu (@emakdirumah) 1 Oktober 2018
Sedangkan di jagat maya ini, dimana semua org merasa benar dan bisa semau2nya menghakimi….telalu sibuk menilai salah siapa dan masyarakat buas di Kota Palu.
Bijaksanalah berkomentar…bijaksanalah melihat dgn mata hati..— #PrayForPalu (@emakdirumah) 1 Oktober 2018
Duka ini masih terlalu perih….
Duka ini membutuhkan naungan doa dan kasih sayang semua warga Indonesia.
Dukungan…doa….itu yg jauh lebih penting dr pd saliing menyalahkan.
Mari berbuat dan memberi solusi dr pd saling menuding…— #PrayForPalu (@emakdirumah) 1 Oktober 2018
Musibah datang senantiasa diiringi kekuatan utk melaluinya. Insya Allah, semua di Palu bs melalui duka ini. Penjarahan dan kriminalitas akan menjadi wewenang pihak bereajib. Insya Allah semua bs memahami duka ini. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
— #PrayForPalu (@emakdirumah) 1 Oktober 2018
Saya orang Palu. Baca tuit mba Nieke Sy nangis. Gempa dahsyat, bumi berputar dahsyat disusul tsunami luluh lantakan daerah kami. Gelap, lapar, kering, mayat masih tertimbun…tp beritanya tkubur dibawah PENJARAHAN. Ya Allah ampuni lah kami, mudahkan cobaan kami 🙏🏻 https://t.co/RByjnRmsGF
— #PrayForPalu (@emakdirumah) 1 Oktober 2018
Berita penjarahan konon malah tidak bisa dipastikan entah orang Palu atau bukan. Yang jelas bantuan sudah dicegat dari luar kota. Sementara di dalam kota Palu sendiri masyarakat lokal nyatanya masih kental sebagai “orang Indonesia” yang saling tolong menolong diantara sesama mereka.
Berhentilah menghujat masyarakat Palu yang saat ini mereka sendiri dalam posisi sulit dan mengalami nasib yang tragis…
(DU/ jerami)