Berita dan Informasi Terkini
Kekecewaan Netizen nampaknya tidak dapat dibendung dengan beberapa lembaga Survey yang sebelum Pilkada mengeluarkan hasil Survey yang jauh dari kenyataan. Terutama yang disorot Netizen adalah hasil survey Pilkada Jawa Barat.
Bukan tanpa alasan, Survey yang dikeluarkan beberapa hari menjelang Pilkada itu kenyataannya memiliki sampling error hingga lebih dari 20%. Hal ini tak dapat membendung kecurigaan bahwa selama ini Lembaga Survey itu bekerja untuk kepentingan Politik.
Pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu adalah salah satu paslon yang sempat terkena dampak dari lembaga Survey tersebut. Melihat kenyataan suara Asyik yang tidak mencapai 10% bahkan timbul gagasan untuk memobilisasi suara ke paslon lain agar suara tidak terpecah. Entah berpengaruh atau tidak, gagasan tersebut sempat menimbulkan konflik diantara Netizen.
Hari ini Netizen menumpahkan kekesalannya kepada Lembaga Survey yang dianggap tidak kredibel dan bermain diranah opini publik untuk mempengaruhi jalannya Demokrasi.
Cyrus Network, Poltracking, Litbang Kompas, LSI Denny JA, Survei Indikator, CSIS, Charta Politika, SMRC, Indo Barometer
Apakah☝Lembaga2 survei itu MASIH BISA DIPERCAYA bro? Klo Jwb TIDAK 👉 RT
“#SurveiModalKemenyan“?!? Klo jwb YA 👉 Like 😃#2019GantiPresiden
— ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ (@RajaPurwa) 28 Juni 2018
Sebagian Netizen mempertanyakan bahkan mentertawakan sampling error yang mencapai 20%. Karena Survey merupakan teori akademik yang hasil akhirnya harusnya tidak jauh dari fakta yang terjadi. Karena jika jauh menurut netizen bukan lagi survey, tetapi perkiraan.
Camkan!!
Segera Kita akan tau mana #SurveiModalKemenyan agar Pilpres @KPU_ID @bawaslu_RI melarang mereka keluarkan hasil survey!!Biar mereka jadi Teamses Penguasa aja..
Agar negeri ini tak disebar hasil HOAX #SurveiModalKemenyan pic.twitter.com/J6wlpYEyrY— ElSang (@elfizal) 28 Juni 2018
Sebagian lagi Netizen mengajak untuk tidak lagi mempercayai Lembaga-lembaga Survey yang ada. Karena beberapa kali Pilkada kenyataannya Lembaga Survey itu menghasilkan hasil yang selalu meleset.
#SurveiModalKemenyan
5 LS YG MEMBODOHI WARGA
Indobarometer
SMRC
LSI
Poltracking
INSTRATKesimpulannya:
Elektabilitas ke 5 Lembaga survey tsb abal2, karena survey mereka Tingkat Human Error di atas 10% s/d 25%Maka kredibilitas dari hasil QC dari 5 lemabaga itu = NOL BESAR
— #PerangTagar (@urangtaluk) 28 Juni 2018
Netizen juga mengajak publik “menghukum” beberapa Lembaga Survey tersebut. Bahkan menuntut ada sebuah punishment agar Lembaga yang lain tidak bertindak semena-mena mengeluarkan hasil Survey.
Ciri survey pesanan itu membuat hasil survei sudah ditetapkan nilainya di angka tertentu, niatnya utk mengelabui swing voter bahwa Cagub Asyik tak populer #SurveiModalKemenyan https://t.co/0PXH0iJgHb
— Me #NoHoax (@titorachman1) 28 Juni 2018
Sebagian lagi Netizen banyak lucu-lucuan, sepertinya jika di Survey dengan #SurveyModalKemenyan, Netizen ternyata 32% cukup Lucu :LOL:
Persiapan bikin survei..#SurveiModalKemenyan pic.twitter.com/lTmebHmIdO
— ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ (@MbahUyok) 28 Juni 2018
#SurveiModalKemenyan bisa memuaskan hati anda;
Misalnya anda mau disurvey Anda ganteng apa tidak;
Survei akan membuat 100% anda Ganteng 😂😂😂— Dapit 🙈🤓 (@dapitdong) 28 Juni 2018