Bukan 2,2 Milyar, Bukan juga 8 Milyar! Tidak Ada Anggaran yang Keluar untuk Pohon Artifisial

Bukan 2,2 Milyar, Bukan juga 8 Milyar! Tidak Ada Anggaran yang Keluar untuk Pohon Artifisial

Bukan 2,2 Milyar, Bukan juga 8 Milyar! Tidak Ada Anggaran yang Keluar untuk Pohon Artifisial

Bukan 2,2 Milyar anggaran yang keluar untuk pengadaan pohon artifisial seperti isu yang dihembuskan dan berkembang di sosial media. Bukan pula 8 Milyar. Dari angka saja, terlihat jelas bahwa para pengkritik Gubernur DKI tersebut tidak punya data yang jelas tentang apa yang mereka keluhkan.

Sebab angka 2,2 Milyar itu tidak ada hubungannya dengan pohon artifisial tersebut. 2,2 Milyar itu adalah anggaran yang akan dilelang untuk beautification Asian Games ke-18. Demikian dijelaskan Wagub Sandiaga Uno dalam siaran Pers nya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa lampu-lampu dan pohon-pohon tersebut adalah murni stok lama yang dimiliki oleh Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat. Jadi tidak ada anggaran yang dikeluarkan untuk pemasangan pohon hias tersebut.

Pohon-pohon hias tersebut saat ini telah ditarik dan dikembalikan ke gudang Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat. Pohon-pohon hias tersebut merupakan pengadaan tahun-tahun sebelumnya yang selama ini sudah sering digunakan untuk memperindah kota.

Baca juga:  Tim Kampanye Nasional Jokowi Sebut Gaji Tukang Ojek Besar, OJOL: Sok Tau Lu Monyong

Berdasarkan informasi dari Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta, pemasangan pohon hias di 48 titik dilakukan pada tanggal 28-29 Mei 2018. Pohon hias merupakan barang inventaris aset milik Sudin Perindustrian dan Energi yang dibeli pada Tahun Anggaran 2017 untuk menghias kota pada hari-hari besar dan even. Sifat dari pohon hias ini mobile (dapat berpindah-pindah).

Pada tahun 2017 sudah diletakkan di tempat yang sama, yakni Jl Merdeka Barat dan Jl Thamrin, halaman Balaikota, Gedung DPRD DKI Jakarta, dan tidak ada komplain dari masyarakat. Setiap pemasangan pohon hias dilakukan secara swakelola oleh petugas PJLP Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat dengan aliran listrik diambil dari existing lampu Penerangan Jalan Umum tanpa mengeluarkan biaya.

Baca juga:  Gerakan Ekonomi Kerakyatan OK OCE Tengah Mengadakan Program "Road Show to Java".

 

(Visited 148 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account