Berita dan Informasi Terkini

Akhirnya AJI (Aliansi Jurnalistik Indonesia) buka suara tentang kejadian penggerudukan kantor Redaksi Radar Bogor. Saat itu beberapa massa dari kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melakukan aksi anarkis akibat pemberitaan sang Ketua Umum, Megawati Soekarno Putri.
Lewat pernyataan sikapnya, AJI Jakarta mengeluarkan sikap sebagai berikut:
AJI Jakarta melalui ketua Asnil Bambani menyebut bahwa Aksi kekerasan dan intimidasi kembali terjadi diruang redaksi. Kali ini Redaksi Radar Bogor yang menjadi korban. Sekitar seratus kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) marah dikantor tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (30/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Dengan membawa sepeda motor dan pengeras suara, massa PDIP datang sambil marah-marah, membentak dan memaki karyawan, bahkan mengejar staff yang sedang bertugas. Massa juga merusak sejumlah properti kantor.
Saat keributan pecah, rapat redaksi sedang digelar. Pemimpin Redaksi Radar Bogor Tegar Bagja dan GM Produksi Aswan Ahmad turun ke lokasi, namun makian dan bentakan tak berhenti. Aksi dorong-dorongan juga terjadi. Salah satu staf Radar Bogor juga mengalami kekerasan fisik, dipukul oleh pihak PDIP meskipun sempat ditangkis.
Aksi massa PDIP itu sendiri dipacu pemberitaan Radar Bogor, yang memajang foto Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dengan judul “Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 Juta” yang menurut massa PDIP berita tersebut sangat tendensius.
Rahmat hermansyah
Bubarkan partai pdi p krn dari pertama berdiri jaman soeharto dalang kerusuhan itu pdi p