Saat Polisi Sedang Lucu-lucunya…

Saat menonton video viral anak yang mengancam Presiden itu saya tersentak. Seorang Presiden Republik Indonesia, harga dirinya di injak-injak. Disebut kacung, rumahnya akan dibakar, dirinya akan dipancung.

Saya fikir ini sebuah gangguan luar biasa bagi keamanan negeri ini. Seraya berharap video ini akan selekasnya sampai kepada kepolisian. Sehingga Polisi bisa selekasnya pula melakukan penangkapan.

Bayangan saya, polisi akan bergerak dengan pasukan lengkap dan bersenjata lengkap. Merencanakan Aksi laksana menangkap teroris. Sebab aksi pemuda itu juga bukan hal yang bisa dianggap biasa. Tidak ada orang biasa yang seberani itu!

Beruntunglah, tidak beberapa lama kemudian kita mendengar ada seseorang yang menyerahkan diri. Kabarnya seseorang yang ada di Video tersebut. Sehingga kita tak perlu lagi melihat aksi heroik Polisi yang bisa saja bukan hanya melukai polisi dan pelaku, tapi juga orang-orang disekitarnya.

Oke, kita tiba pada ending dari episode ini! Malam ini saya menunggu pelaku dipertontonkan ke publik, atau setidaknya konpress dengan pelaku digiring oleh 2 orang kekar bersenjata lengkap dan pelaku setidaknya menggunakan penutup berwarna gelap.

Baca juga:  Seandainya Jogya mau, Indonesia milik Jogya.

Lagi-lagi, saya tidak mendapatkan bayangan seperti film-film Action di televisi. Bahkan disaat ending film! Karena Polisi malah berlaku bak pengacara pelaku dan mengatakan, “Jadi yang bersangkutan hanya bercanda ya. Jadi intinya dia hanya lucu-lucuan dengan teman-temannya untuk berlomba itu. Artinya bahwa dia ingin mengetes apakah polisi mampu menangkap,” Dah itu aja ternyata.

Padahal di video itu tidak ada yang terlihat lucu loh pak Polisi, swear! Video yang viral itu saya cuma melihat aura kebencian dengan penekanan kata “Gila”. Sebagian saya melihat penghinaan dengan kata “kacung”. Sebagian lagi ada kata-kata ancaman seperti “tembak” dan “pancung”.

Sungguh saya tidak menemukan kata-kata lucu seperti, “Eh, keceplosan” seperti di Sitkom itu loh. Atau paling tidak kata-kata “hihihi”, atau yang paling minim kata-kata “Ups” sambil membekap mulut dan mata genit. Yah kalo tidak ada juga paling rendah logo 2 jari yang artinya “Peace lah…”. Demi Tuhan tidak ada pak, tidak ada yang lucu!

Baca juga:  Polisi Hentikan Sementara Pemeriksaan Sofyan Jacob

Saya malah lebih tertawa ketika bapak mengatakan itu, sumpah lucu pak! Setidaknya jadi hiburan diakhir episode…

(DU/jerami)

(Visited 440 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account