
Kata “Kafir” itu sederhana difahami, jika tidak faham maka orang kafirpun marah jika dikatakan kafir…
Kafir : ÙƒØ§ÙØ±
Dalam Bahasa Arab itu arti asalanya adalah orang yg menutup. karena kata kafir itu bentuk Fail/Subjek dari kata Kafara/ÙƒÙØ± : menutup.
Dalam Al Qur’an terkadang kata Kafir atau Jamaknya ; Kuffar terpakai dengan makna Petani, Sebab kebiasannya Petani itu menggali tanah lalu meletakkan benih kemudian kembali MENUTUP tanah tsb.
(اعْلَمÙوا أَنَّمَا الْØÙŽÙŠÙŽØ§Ø©Ù الدّÙنْيَا Ù„ÙŽØ¹ÙØ¨ÙŒ وَلَهْوٌ وَزÙينَةٌ وَتَÙÙŽØ§Ø®ÙØ±ÙŒ بَيْنَكÙمْ ÙˆÙŽØªÙŽÙƒÙŽØ§Ø«ÙØ±ÙŒ ÙÙÙŠ الْأَمْوَال٠وَالْأَوْلَاد٠ۖ كَمَثَل٠غَيْث٠أَعْجَبَ الْكÙÙَّارَ نَبَاتÙÙ‡Ù Ø«Ùمَّ ÙŠÙŽÙ‡Ùيج٠ÙÙŽØªÙŽØ±ÙŽØ§Ù‡Ù Ù…ÙØµÙ’Ùَرًّا Ø«Ùمَّ ÙŠÙŽÙƒÙون٠ØÙطَامًا Û–
[Surat Al-Hadid 20]
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para PETANI; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.
أَعْجَبَ الْكÙÙَّارَ نَبَاتÙÙ‡ :
yang tanam-tanamannya mengagumkan para PETANI
Selain daripada itu kata turunan dari kafara yakni kaffarat dalam Al Qur’an bermakna TEBUSAN kesalahan, karena pada hakikatnya Tebusan adalah untuk MENUTUPI kesalahan/dosa.
أَوْ ÙƒÙŽÙَّارَةٌ طَعَام٠مَسَاكÙينَ
[Surat Al-Ma’idah 95]
atau kafarat (membayar tebusan dengan) memberi makan kepada orang-orang miskin
Dan dalam syariat Islam juga ada istilah Do’a Kifaratul Majelis/Kafaratul Majelis yakni doa untuk MENUTUP mejelis acara2 islamiy.
perbandinganya dalam bahasa inggris Penutup disebut COVER kemudian diadopsi dalam bahasa Indon menjadi KOPER.
Orang yg menutup diri (Hati) dari keimanan disebut kafir. maka lawan katanya adalah Mu’min : orang yg beriman.
Jika ada orang non muslim yg notabene tidak mw beriman kepada Islam maka ia menutup diri dari keimanan terhadap agama Islam, jadi wajar kalau disebut kafir.
masak mw disebut mukmin kan tidak mungkin.
Kalau kita tanya kepada non muslim mw tidak beriman kepada Islam? pasti jawabannya tidak… berarti ia sedang menutup dari keimanan terhadap Islam.. makanya sebutan untuk orang seperti ini adalah kafir.
Jadi penyebutan Kafir itu hanya bermasalah diperasaan saja, secara logic semua orang akan menerima jika dijelaskan.
Namun memang secara adat (kebiasaan) kata kafir itu identik dengan istilah Negatif, apalagi adat di Indonesia yg terpengaruh sekali dengan istilah istilah ISLAM , terbukti orang kurang ajar atau tidak beradab disebut KEPARAT inipun diambil dari kata kafir atau kafarat (penutup kesalahan).
#SekilasInfo
#MenjelangFajar
#Infiradfilmushalla
#AbuKayyisKanz
Copas Zifan Hasly El Borjav
(Visited 583 times, 1 visits today)