Ngeri! Romi dan Nahrawi terancam, mati tak disholatkan

Ngeri! Romi dan Nahrawi terancam, mati tak disholatkan

Oleh : Nasrudin Joha

Menjadi kader NU tdk berarti mendapat jaminan disholatkan oleh pengurus NU. Padahal, setiap hamba akan menanggung aib dihadapan Allah SWT, jika meninggal dalam keadaan tidak disholatkan jenazahnya.

Setidaknya, kondisi itu mengancam nasib Romi (Romahurmuzy) dan Imam Nahrawi. Romi dan Rawi terancam tidak akan disholatkan oleh pengurus NU akibat kasus hukum yang mereka hadapi. Padahal, keduanya adalah kader NU. Keduanya, telah banyak ‘menyumbang’ untuk NU.

Hal ini disebabkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pernah mengingatkan kepada seluruh pengurusnya untuk tidak menyalatkan jenazah koruptor. ini merupakan hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama NU di Cirebon pada 2013.

Menurut Ketua Bidang Hukum PBNU, Robikin Emhas di Gedung KPK (Jakarta, 11/7/2017), Pengurus NU dilarang menyalatkan jenazah koruptor. Ini bukti bahwa NU tidak hanya bergerak secara moral tapi sekaligus memberikan dukungan kepada KPK.

Baca juga:  Inilah waktunya, Jenderal!!! Memimpin rakyat mengepung benteng lawan yang sedang jatuh

Keputusan agar jenazah koruptor tak disalatkan, merupakan hasil munas alim ulama NU, NU menilai korupsi memiliki daya rusak yang cukup besar. Karenanya, PBNU juga mendukung jika koruptor dihukum mati.

Jadi ada dua keputusan penting PBNU :

Pertama, usulan hukuman mati bagi koruptor. Kedua, jenazah koruptor tidak boleh disholatkan jenazahnya. Dua keputusan penting ini, sangat mengkhawatirkan Romi dan Rawi.

Jika nanti, hakim pengadilan Tipikor memutus Romi dan Rawi korupsi, maka keduanya sah dan meyakinkan menyandang gelar koruptor. Apalagi, jika Hakim juga mengikuti fatwa PBNU, dan menghukum mati Romi dan Rawi, maka dapat dipastikan jenazah keduanya tidak akan disholatkan oleh pengurus NU.

Saya lebih khawatir, jika umat memahami berlebih atas himbauan PBNU. Maksudnya, umat bukan saja tidak menyalatkan koruptor, tetapi juga tidak memandikan dan mengkafani jenazah koruptor.

Baca juga:  Catatan seorang emak yang menjadi saksi, menjadi muhasabah diri,

Alhasil, status Romi dan Rawi berpotensi menjadi bangkai, bukan mayat atau jenazah. Jika ini terjadi, sangat mungkin bangkai Romi dan Rawi tidak dikubur, tapi cukup dilarung dan dihanyutkan ke sungai.

Ngeri sekali nasib dan masa depan kematian Romi dan Rawi. Tentu, ini patut menjadi pelajaran serius bagi segenap umat agar tidak melakukan tindakan korupsi. Sebab, sekali Anda korupsi Anda akan dihukum mati dan jenazah Anda akan berstatus sebagai bangkai.

(Visited 19 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account