Diktatorisme kampus itu merambah hingga ke IAIN Kendari

Diktatorisme kampus itu merambah hingga ke IAIN Kendari

Oleh : Nasrudin Joha

Setelah Profesor Suteki menjadi korban ‘kebrutalan’ diktatorisme Prof Yos Johan di Undip Semarang, ternyata penyakit Rektor Diktatur ini merambah hingga ke IAIN Kendari. Adalah Prof Faizah Binti Awad, Rektor Diktatur di IAIN Kendari yang mengikuti jejak Prof Yos Johan dari Undip. Meskipun berjenis kelamin wanita, tapi tak membuat sang Rektor memiliki jiwa welas asih kepada mahasiswanya. Hikma Sanggala (HS), mahasiswa yang dikenal sebagai aktivis Islam, di DO dari kampusnya, dengan dalih berafiliasi dengan organisasi radikal dan terlarang.

Entah, apa yang dimaksud ‘radikal’ dan ‘organisasi terlarang’ oleh sang Rektor. HS, adalah seorang mahasiswa berprestasi, tetiba di pecat status mahasiswanya secara zalim, tanpa surat teguran dan atau pembinaan dari sang Rektor. HS memang dikenal sebagai aktivis Islam yang kritis dan peduli atas berbagai isu keumatan. Di IAIN Kendari, HS dikenal sebagai tukang demo. Di kepolisian, bertumpuk surat pemberitahuan yang dikirim HS dan kawan-kawannya, untuk mengadakan unjuk rasa damai.

Baca juga:  Prabowo Istimewa Di Mata K.H. Maemoen Zubair

Bersikap kritis, berdemo dan menyampaikan aspirasi bukanlah kejahatan, tidak pula melanggar kode etik pendidikan tinggi. Namun, sang Rektor berdarah dingin ini begitu tega, membunuh masa depan anak didiknya hanya dengan bermodal tudingan.

Bu Rektor ini apa tidak bisa merasakan, betapa hancur dan berkepingnya hati orang tua HS, yang sejak awal merestui HS untuk melanjutkan pendidikan di IAIN dengan harapan kelak bisa menghadiri wisuda putra tercinta. Bu Rektor jelas telah menodai filosofis dalam mendidik. Mendidik itu untuk memberitahu, memperkaya dengan ilmu, bukan dengan mengancam apalagi membunuh masa depan. Bu Rektor ini tak punya empati, coba saja kalau puteranya diperlakukan serupa, apakah mau ?

Apakah radikal itu adalah aktivitas dakwah yang menyerukan untuk menerapkan Islam secara kaffah ? Apakah, radikal itu seorang muslim yang memiliki spirit ingin menjalankan seluruh ajaran Nabi SAW ? Kalau iya, sebut saja langsung, tidak perlu berkelindan dibalik kata ‘radikal’.

Baca juga:  Libra Bitcoin, mata uang baru dari Facebook

Sementara, apakah HS anggota PKI ? Partai komunis yang oleh tap MPRS nomor XXV/1966 ditegaskan sebagai organisasi terlarang ? HS adalah aktivis muslim, jelas bukan anggota PKI.
Lantas, apa yang dimaksud organisasi terlarang ? Sebut saja merk nya, sebut juga dasar hukumnya. Jangan mengadili anak didik sendiri dengan tudingan dan asumsi.

Ngeri sekali kebijakan Rektor IAIN Kendari ini, institut agama Islam tapi anti pada aktivitas dakwah Islam. Rupanya, Sang Rektor tak puas hanya melarang cadar di kampus, sang Rektor juga melarang aktivitas dakwah di kampus. Aktivis dakwah Islam dizalimi, tanpa diberitahu atas kesalahan apa hukuman dikenakan kepadanya.

Wahai Rektor IAIN Kendari, ingat ! Ajal bisa menjemput Anda kapan saja. Namun, jika Anda tidak segera bertaubat, maka azab Allah SWT amat pedih. Berhentilah, berbuat zalim dimuka bumi ini. [].

(Visited 23 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account