Mereka menjadikan ummat Islam Indonesia sebagai obyek mainan

Mereka menjadikan ummat Islam Indonesia sebagai obyek mainan

Oleh : Fristy Hanon

Hanya di era rezim inilah Islam, ajarannya, ulamanya dan ummatnya paling “dikuyo-kuyo”. Ulamanya banyak yang dikriminalisasi. Bahkan seorang buzzer yang ditolong agar tak diamuk massa sekalipun, tetaplah ulama Islam yang ditangkap, ditahan dan dikenai tuduhan kriminal.
Ummatnya diawasi, diatur dan dipersempit ruang geraknya. Hijab diatur cara pemakaiannya, jenggot diributkan, celana cingkrang dan cadar diwacanakan untuk dilarang bagi ASN. Tak ada yang membela hak-hak pemakai cadar dan celana cingkrang untuk mendapatkan pekerjaan, sementara wacana eljibiti tak boleh jadi ASN saja ada yang membela hak-hak kaum eljibiti.

Tempat ibadahnya dimata-matai, khotbat tausiyah para imam dan khatib diawasi, direkam, beberapa materinya bahkan dianggap hal terlarang, sehingga masjidnya dan ulamanya di cap radikal.
Sementara rumah ibadah agama lain, oemuka agama lain, bebas saja mendakwahkan agama mereka tanpa harus dibatasi materinya, apalagi sampak diawasi.

Ajaran Islam di sekolah-sekolah bahkan “dipangkas”, sejarah Islam akan dikaburkan, jejak-jejak perjuangan penegakan agama Islam oleh Rasulullah dan para shahabat akan dibonsai, sejarah peperangan mengakkan dienul Islam akan dihapuskan, sejarah ke-khalifah-an para Khulafa-ur Rasyidin dan para penerusnya akan dihilangkan dari materi ajar, agar-agar anak-anak dan remaja Islam tak lagi mengenal secara utuh bagaimana Rasulullah dan para shahabat dahulu berjihad menegakkan syariat Allah.

Baca juga:  Sebegitu pentingnya-kah HP?

Tetapi…

Baznas ditarget agar mengejar ZAKAT ummat Islam.
Hei…, lupakah kaliam, atau tidak tahukah kalian, negara/pemerintahan SEKULER itu TIDAK MENGURUSI SYARIAT AGAMA warga negaranya?!
Bukankah zakat itu bagian dari rukun Islam?!
Bukankah membayarnya itu kewajiban bagi ummat Islam dan terserah mereka mau menyalurkannya kemana?!
Bukankah untuk menerima AMANAT menyalurkan zakat ummat Islam itu diperlukan kepercayaan dan keridhoan (kerelaan) dari sang muzakki?!

Bagaimana mungkin kalian mengejar-mengejar ummat agar bayar zakat, bahkan mentarget agar perolehan zakat bisa mencapai jumlah sekian-sekian, sementara dari waktu ke waktu kalian terus saja menyakiti hati ummat Islam?!
Bagaimana mungkin kalian meminta dipercaya untuk mengelola sebagian dari harta milik ummat Islam, sementara dari hari ke hari kalian terus membatasi gerak langkah mereka menerapkan/menjalankan syariat Islam?

Ini bukan negara Islam, kata kalian. Oke, memang benar.
Lalu kenapa pula negara harus ‘ngebet’ mengurusi zakat ummat Islam?
Bukankah ketika kami hendak menjalankan sebagian dari syariat Islam kalian menghalangi dan membatasinya?!
Kenapa ketika urusan zakat kalian seolah paling “kaaffah” mengejarnya?!

Lalu sebagai “hiburan” didirikanlah tower syariah. Konon disana pusat bisnis dan ekonomi syariah akan dijalankan.
Tapi…,
Lokasinya di daerah dimana ummat Islam hampir tidak ada yang bermukim di sana. Pemodalnya, investornya, adalah mereka yang tidak paham syariah, bahkan tidak Islam.

Baca juga:  MASKOT JAKARTA BUKANLAH MONAS

Yakinkah itu semua UNTUK UMMAT ISLAM dan DEMI PENEGAKAN SYARI’AT ISLAM?! TIDAK!!
Itu semua UNTUK PARA PEMODAL — yang nota bene mereka BUKAN ummat Islam — dan DEMI KEPENTINGAN BISNIS SEMATA.

Mereka sadar, bahwa sejak Aksi Super Damai 2 Desember 2016, kesadaran ummat Islam untuk ber-Islam dan bersyariah makin kuat. Ghiroh ummat Islam menguat, menjangkau kalangan kelas sosial lapis atas dan menengah atas. Mereka ini punya uang banyak.

Maka UANG UMMAT ISLAM inilah yang mereka incar!!
Tetap saja ummat Islam hanya akan DIJADIKAN OBYEK PERMAINAN BISNIS MEREKA. “Syari’ah” hanyalah KEMASAN, baju lapisan terluar.

Mari ummat Islam Indonesia, JANGAN MAU HANYA DIJADIKAN OBYEK.
Dirikanlah pusat-pusat bisnis dan ekonomi syariah hanya di kalangan ummat Islam saja. Tak usah mimpi yang terlalu besar, mulai dari yang kecil saja, mulai dari lingkungan sekitar saja dulu. Yang pentingan niatnya benar-benar berusaha menjalankan syariat Islam.

Bukan mereka yang tidak Islam bahkan tak paham Islam , yang mau sok bersyariah padahal kepentingannya hanyalah menarik uang ummat Islam agar terkumpul di tangan mereka.

(Visited 42 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account