Kerusakan Mental; Kesulitan Move On Dari Kekalahan

Kerusakan Mental; Kesulitan Move On Dari Kekalahan

Kerusakan Mental; Kesulitan Move On Dari Kekalahan

SELF DEFEATING DISORDER
by Zeng Wei Jian

“Revolusi mental” itu sukses; soraki Anies-Sandi di Istana Bogor. Clair et distinct. Tadinya, saya kira “revolusi mental” itu berarti makan keong, cabut meteran listrik, tanam cabe sendiri, cacing itu bergizi dan “tawar dong” sewaktu harga beras meroket.

Tak ubahnya segerombolan simpanse di musim kawin, in tropical jungle, mereka bersuara gaduh. Mereka berbunyi nyaring saat melihat Anies-Sandi memasuki Istana Bogor.

Anies-Sandi datang menghadap presiden. Bersilahturahmi kepada Kepala Negara. Sebuah etika pemerintahan. Sebuah adab orang-orang beragama.

Pola tingkah-laku gerombolan “revolusi mental” itu persis digambarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-III-R) tahun 1987. Presisi dan akuransi amazing.

Pola tingkah-laku itu disebut “Self-defeating personality disorder”. Kurang-lebih artinya “kerusakan mental orang-orang kalah”.

Baca juga:  Satu Lagi Kepgub yang Ditetapkan Gubernur Djarot Menuai Masalah

Ya, mereka kalah dua digit dalam Pilkada Jakarta. Sakitnya tuh di sini. Riset menyatakan amarah menstimulasi bagian-bagian otak. Amygdala mengaktivasi hypothalamus. Akhirnya, pituitary triger sekresi hormon-hormon cortisol, adrenaline dan noradrenaline.

Bila terus-terusan marah, mereka bisa gila permanent. Semuanya bermula dari “Self-defeating personality disorder” itu.

Ada beberapa indikasi; mereka “chooses people and situations that lead to disappointment, failure, or mistreatment” dan “rejects opportunities for pleasure, or is reluctant to acknowledge enjoying themselves (despite having adequate social skills and the capacity for pleasure)”.

Mereka pilih Anies-Sandi sebagai sumber frustasi kalah di Pilkada. Proyek-proyek dan mimpi mereka musnah.

Gerombolan ini tolak bantuan sosial dan medis. Anies-Sandi merilis Program Rumah DP 0 Rupiah. Tapi mereka lebih memilih hidup dalam kegelapan dendam dan amarah. Kasian sekali orang-orang ini.

Baca juga:  Lebih Mendesak Mana; Revisi UU Kesejahteraan Sosial Atau UU Anti Teror?

THE END

(Visited 773 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account