Berita dan Informasi Terkini
Tidak sulit untuk mengetahui dari mana Pohon plastik itu berasal. Dari tahun berapa pengadaannya dan sejak kapan penggunaannya. Begitu pula dana yang dikeluarkannya, kapan tendernya. Semua terang benderang!
Jadi agak aneh jika yang melemparkan isu ini jadi “belagak bodoh” dengan melemparkan kesalahan pada Anies Baswedan. Dengan segala caci makinya dan kepura-puraan kagetnya.
Dibumbui dengan tender 8 Milyar dan 2,2 Milyar lengkap sudah isu yang bakal dilemparkan ke publik. Padahal mereka sendiri yang memberi bukti dengan Screenshot tender 8 Milyar jelas sekali menyebut bukan untuk pohon plastik, melainkan kebun bibit dibeberapa tempat di Jakarta. Begitu pula screenshot 2,2 Milyar adalah untuk pengadaan lampu hias pencahaan kota, yang dijelaskan Sandiaga Uno sebagai Beautification Asian Games ke-18.
Ada yang aneh disini, ada semacam Grand Design pengelolaan isu-isu yang harus dihembuskan dan dibuat viral. Ketekunan si pembuat isu “mengobrak-abrik” LPSE (Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik) sangatlah tidak mungkin sampai tidak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.
Kenyataannya, untuk mengetahui kebenarannya tidak perlu setekun mencari kesalahannya. Dengan sejurus saja, mudah sekali membantah dan mengetahui bahwa tidak saja Pohon Plastik, tetapi juga Tong Sampah Plastik adalah hasil kerja Gubernur sebelumnya.
Dan mereka, para “Pengelola Isu” ini memang tidak butuh penjelasan, mereka hanya butuh isu ini viral dan menjadi entah semacam “ke-kagetan” atau “Lucu-lucuan” sehingga fokus publik terabaikan. Ada Grand Design yang sangat dahsyat bermain diranah publik, dan yang membuat bukan sekedar orang dungu yang tidak tahu apa manfaat yang bakal diperolehnya.
Sementara, sipembuat Grand Design isu ini memanfaatkan banyak orang “dungu” dari Die Hard Ahoker yang memang mudah sekali membenci Anies untuk terus ngotot dan berani bertempur dimedan “perang” opini meski terus-menerus terlihat dungu. Mereka ini orang-orang yang tidak sadar sedang dimanfaatkan.
Lain halnya dengan “pentolan”nya, yang cukup lempar isu ke publik lalu hilang tanpa perlu kebenaran, tanpa perlu membantah opini lawan. Cukup satu buah kicauan! Karena yang jelas, sasaran sudah ia dapatkan.
Sebenarnya mudah sekali ditebak!