Ide gerakan cerdas dengan tagar #2019GantiPresiden tampaknya mulai bersambut. Ide awal yang digaungkan oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera ini mulai buming dan mendapatkan sudut kamera yang pas.
Serupa dengan ide gerakan #2019GantiPresiden ini, Netizen ramai melakukan gerakan serupa lewat tagar #ABJ (yang maksudnya; Asal Bukan Jokowi), #AjangJoDo (Asal Bukan Joko Widodo), dan yang teranyar semalam Netizen melakukan koor serentak dengan tagar #2019PresidenBaru.
Pemantauan jerami.info, tagar tersebut berhasil menembus Trending Topic Indonesia dan menjadi jawara dengan lebih dari 5.000 ciutan. Tagar tersebut juga bertahan cukup lama dari malam (5/4/18) hingga pagi ini (6/4/18) dipantau masih bertahan pada posisi Trending Topic.
Para Netizen umumnya menyoroti kinerja pemerintah yang dianggap lalai terutama terhadap janji-janji kampanye nya beberapa tahun lalu. Terutama soal utang yang mencapai 4000 T, janji menyediakan lapangan pekerjaan, Import beberapa komoditas, dll.
Sebagian lagi menyoroti tentang gaduhnya kabinet Jokowi yang dianggap sebagai ketidakmampuan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Kisah keong sawah dan cacing yang dikatakan berprotein adalah salah satunya. Belum lagi soal makanan yang harus di irit dan himbauan menanam cabai.
Netizen juga prihatin dengan ketidakadilan dalam kebebasan bersuara. Seperti diketahui, sebelum ini beredar juga tagar-tagar dari pendukung Jokowi semisal #Jokowi212, #Jokowi2Periode, #JokowiMembangunIndonesia. Maka jika menyuarakan Presiden Jokowi dua periode diperbolehkan, mengapa yang ingin Rezim hanya satu periode harus dilarang.
Menariknya, gerakan #2019PresidenBaru disatu sisi juga mengungkapkan ada pesimisme yang coba dihilangkan oleh Netizen. Gambaran kekuatan Petahana dan power dibelakangnya terlihat begitu kokoh bakal bertahan. Secara tidak langsung, tagar #2019PresidenBaru mencoba menepis semua itu. Mengobarkan semangat untuk mendapatkan pemimpin baru.
Terlepas dari itu semua, gerakan #2019GantiPresiden tak lebih dari bentuk kebebasan berekspresi. Dan menurut banyak pihak adalah hal yang sah dilakukan. Toh, jika Demokrasi tetap inginkan Jokowi 2 periode, gerakan ini hanya akan ada sebatas gerakan. Dan dia tidak akan sanggup menjadi buming, apalagi membuat kaget…
(Visited 419 times, 1 visits today)