DRIVEN, DRIVER, Or DRIVERLESS

DRIVEN, DRIVER, Or DRIVERLESS

Sebuah tulisan dari Andika Nur Aulia

Pada suatu Sabtu pagi, seorang menantu bersama istri dan anaknya menghampiri seorang lelaki tua, mantan Kepala BLK yang sedang menghangatkan diri berpelukan dengan indahnya mentari pagi. Ditariknya kursi plastik selanjutnya duduk di dekat sang lelaki tua. Sedangkan anaknya langsung masuk ke dalam rumah untuk menyapa nenek kesayangannya sambil menyerahkan Sop Bihun Medan yang lumayan enak rasanya.

Keluarga kecil itu baru saja kembali dari Taman di dekat komplek perumahannya untuk sedikit ‘mencari keringat’ dan menikmati suasana pagi diantaranya rimbunnya pepohonan sambil bercanda diantara mereka. Sepulang dari Taman, mereka sengaja mampir untuk mengobrol dengan orangtuanya. Menemani hari-hari tua mereka, yang kadang masing - masing anaknya sibuk ‘beterbangan’ mencari nafkah, yang kadang hanya bisa tatap muka tanpa ‘suara’ apalagi canda.

Kadang lelah, kadang susah terlalu malam, kadang tak bersua lama karena tugas pekerjaan. Seperti biasa, hanya para cucu lah yang menemani hari- hari mereka. Ah.. terbayang saat tua nanti.. akankah … Hhhh..

Di tangan lelaki tua itu ada koran baru yang dibacanya sambil ‘berjemur’. Disorongkanlah sebagian koran itu ke sang menantu. Wow.. tema-nya adalah tutupnya beberapa gerai retail dan sepinya Roxy/Glodok akibat online marketing.
Pembicaraan yang menarik.

Akhirnya ‘ngalor ngidul’ pembicaraan berlanjut dari Gojek, Gopay, Grab, serta Buka Lapak akibat kemudahan new business model Dan sharing economy yang mendisrupsi pasar incumbent. Sebagai mantan Kepala BLK di beberapa lokasi, tema ini menarik karena ia adalah pendidik sekaligus pengguna teknologi di jamannya.

Baca juga:  Kembalikan Indonesia Padaku, sebuah puisi karangan Taufik Ismail

Terkait teknologi terbaru, sang mantu akhirnya membuka YouTube untuk menunjukkan bagaimana cepatnya pertumbuhan teknologi. Sementara lupakan ‘kuota’. Dari driverless cars di Jepang, Dubai, Singapura. Berlanjut ke Building Information System’ dengan Virtual Reality, Augmented Reality, sampai kepada 3D Building Digital Printing. Terakhir video tentang Financial technology (Fintech) menggunakan QR Code, Apps, Dan transaksi lintas batas negara.

Kalau kalian penasaran lihatlah sendiri. Semua video dilihat dengan antusias oleh Sang Mantan Kepala BLK dan setelahnya berlanjut kepada diskusi hangat dan semakin panas.. eh yang panas bukan diskusinya tapi karena hari beranjak siang kala sang mentari makin terasa menyentuh kulit dengan mesranya.

Diujung diskusi, Sang Mantan Kepala BLK menyampaikan bahwa setiap jaman memiliki tuntutan yang berbeda. Maka para orang tua jaman now harus mendidik kids jaman now untuk menghadapi masanya kelak. Intinya ada tiga model manusia yang akan menentukan survive di hari ini dan masa depan yaitu tipe driven, driver, dan driverless. Tentunya tipe yang good bukan bad.

DRIVEN adalah orang yang ikut arahan.
Dalam mobil ia adalah penumpang. Penumpang yang baik bukan hanya masuk, duduk dan tidur, tapi ia adalah yang siap dipimpin oleh Driver ke arah tujuan. Memberikan masukan yang terbaik, tidak merecoki supir, apalagi menghambat perjalanan. Itulah GOOD DRIVEN.

DRIVER adalah tipe manusia yang siap memimpin ke arah tujuan. Punya inovasi dan cara terbaik, tercepat, terefisien dalam menjalankan mobil dan melayani/memimpin penumpang. Ia bukan careless driver yang jumawa dengan berkata akulah supir bukan kamu, maka terserah aku.
Tapi ia siap menerima masukan dan kritik dari penumpang. Ia juga tidak selalu nyaman dengan jalan lama yang dia lewati, tapi selalu berpikir jalan baru mana yang lebih baik. Itulah GOOD DRIVER.

Baca juga:  Masih Soal Kartu Tani, Kini Giliran Petani Grobogan Yang Unjuk Rasa

Sedangkan DRIVERLESS adalah sosok yang memiliki BIG DATA atau knowledge yang cukup untuk auto analysis dan auto execution sehingga saat target atau sasaran ditetapkan ia berpikir dan bergerak sendiri menuju sasaran tersebut. Faktor kunci adalah pada sebesar apa data yang tersimpan sebagai referensi dan secanggih apa sensor- sensor gerak dan sensor risiko agar perjalanan aman, efisien, efektif, lancar, dan tepat waktu/sasaran. Itulah GOOD DRIVERLESS.

Pesannya.. cucu - cucu jaman now harus dididik menjadi : GOOD DRIVEN, GOOD DRIVER atau GOOD DRIVERLESS..

Pertanyaannya.. siapakah anda?
Kemana anda mendidik anak anda?

(Visited 70 times, 1 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account