Berita dan Informasi Terkini
Dua sindiran keras dari 2 orang tokoh ini tak salah jika Netizen menduga ditujukan buat Denny Siregar yang beberapa hari ini nyinyir tentang acara ILC yang ia terlibat di dalamnya. ILC yang dimaksud adalah “ILC Reuni 212 Perlu atau Tidak Perlu?”
Dalam ILC yang ditayangkan secara Live tanggal 5 Desember 2017 itu Denny Siregar membawa isu setidaknya 3 hal yang nyata-nyata terbantahkan oleh tokoh-tokoh lain yang hadir disana. Ketiga isu yang dianggap “menghina Intelektual” itu memang terasa basi dan sudah tidak relevan untuk dipermasalahkan oleh Denny Siregar. Ketiga isu yang dia permasalahkan itu adalah;
Pertama, jumlah peserta Reuni 212 yang dia nilai berlebihan dengan nilai “jutaan”, dia menganggap jumlah itu adalah propaganda agar Reuni 212 dianggap besar. Padahal dia menilai yang hadir tidak lebih dari puluhan ribu. Kedua, Denny Siregar mempermasalahkan soal Dana Reuni yang besar itu dan dianggap karena adanya cukong dibalik acara Reuni 212. Ketiga, Denny mempermasalahkan soal Reuni 212 yang dianggap menghabis-habiskan uang disaat beberapa daerah terkena bencana.
Tentu ketiga isu yang dibawa dengan mudah dipatahkan oleh beberapa tokoh seperti Fadli Zon, Ustadz Felix Siau, Ustadz Al Khathat, hingga Fahri Hamzah. Bahkan Fadli Zon ogah menjawab ketiga isu tersebut yang dianggapnya “menghina” intelektualitas.
Namun, diam dan mati kutu nya Denny Siregar dalam ILC malam itu ternyata tak membuatnya introspeksi. Denny Siregar kembali membuat sensasi dengan memberi kesan ada kesalahan format Acara ILC yang bertahun-tahun dinikmati pemirsa Televisi tersebut.
Seperti cuitannya di Sosial Media Twitter, Denny menyebut #ILCReuni212 kehilangan greget seperti awal-awal ILC. ILC ia sebut menjadi ajang curhat dan keluh kesah panjang daripada sebuah model diskusi yang menarik, sembari mention akun @karniilyas

Serupa dengan curhatannya di twitter, Denny pun menulis keluh kesahnya di Media Sosial Facebook. Seperti kepcer berikut:

Pagi tanggal 7 Desember 2017 Ustadz Felix Siaw dalam akunnya @felixsiauw membuat ciutan sebagai berikut;
“Sebaik-baik sikap setelah salah itu ya istighfar, lalu memperbaiki diri. Bukan tak pandai menari menyalahkan lantai, atau malah pongah dan kembali membuat fitnah, semoga kita termasuk yang mampu mengambil pelajaran.”
Senada dengan ciutan Ustadz Felix Siauw, Karni Ilyas lewat akun @karniilyas pun membuat ciutan serupa;
“Kalau kamu tak pandai menari, jangan lantai kamu bilang terjungkat (jangan lantai kamu salahkan)”
Mungkinkah dua ciutan itu diperuntukkan buat Denny Siregar? Jika benar, betapa telaknya sindiran kedua tokoh tersebut 🙂 …