Penjelasan tetang Hutang Prabowo (bagian 1)

Penjelasan tetang Hutang Prabowo (bagian 1)

Penjelasan tetang Hutang Prabowo (bagian 1)

Oleh : Nanik S Deyang

PRABOWO PEMBAYAR HUTANG TERBAIK DI DUNIA
BAGIAN (1)

Anda mungkin tidak percaya, atau kalau pendukung Jokowi pasti akan bilang, halah yg nulis Nanik S Deyang. Baik, sebelum nulis, apa yang saya tulis ini bisa di cek langsung ke dua orang. Satu mantan Dirut Bank Mandiri ECW Neloe , dan satu lagi Mantan Dirut Bank Mandiri juga yang sekarang menjadi Gubernur Bank Indonesia, Agus Mar..to Wardoyo.

Bahkan soal ketaatan Prabowo membayar utang ini pernah saya sampaikan ke pak Dahlan Is.. , sebagai Menteri BUMN. Saya bilang ke Pak Dahlan, harusnya Pak Prabowo Subianto itu mendapat medali sebagai debitur Bank BUMN yang paling patuh. Waktu itu Dahlan bilang ..”nanti saya kasih penghargaan” katanya. Tentu Dahlan mengucapkan itu, sebelum mendukung Jokowi.

Baik saya akan mulai cerita soal hutang Prabowo. Sekitar tahun 2002, saya yang masih menjadi Pemimpin Redaksi sebuah majalah ekonomi, mempertanyakan pada Pak ECW Neloe (waktu itu Dirut Mandiri), mengapa dia memberi pinjaman kepada Prabowo ( Prabowo saat itu berpatungan dengan Jenderal Luhut Panjaitan), untuk membeli PT Kiani Kertas (sekarang namanya PT Kertas Nusantara) milik pengusaha Bob Hasan, yang mana saat itu perusahaan tersebut menjadi “pasien” BPPN.

Kenapa saya tanyakan, karena perusahaan itu tidak sehat, dan secara keuangan juga berat, termasuk tidak memiliki cukup ketersediaan bahan baku. Kemudian juga letak perusahaan itu di sebuah pulau di Kalimantan Timur, yang secara bisnis tidak efisien, karena kalau ambil bahan baku dari luar, biaya lebih mahal.

Berkali-kali saya ingin bertemu dengan Pak Neloe, seperti biasa, saya ingin berdebat soal Kiani Kertas ini. Hingga suatu hari hampir tengah malam, saya di tilpon Pak ECW Neloe . “Deyang saya sengaja tidak tanggapi surat permintaan wawancara Anda, saya ingin bicara dari hati ke hati dengan Deyang. Ini bukan masalah saya memberikan kredit pada Prabowo, tapi ini masalah KEUTUHAN WILAYAH NKRI.

Sebagai Dirut Bank milik Negara resiko saya besar memberikan kredit pada Prabowo untuk mengambil PT Kiani Kertas, tapi sebagai anak bangsa, saya tidak mau tanah air saya sejangkal pun diambil asing,” kata Pak Neloe dengan nada amat sangat serius.

Gaya saya yg biasanya arogan dan ngeyel kalau bicara dengan nara sumber pun langsung luruh, saat Pak Neloe bicara NKRI. Saya kemudian dengarkan cerita dari A-Z soal Kiani dari Pak Neloe.

Kisah singkatnya adalah sebagai berikut: Sudah lama Pulau di Kalimantan yg masuk Kabubaten Berau (kalau salah mohon dibenarkan ejaannya), Kalimantan Timur itu diinacar oleh Amerika untuk pangkalan perang AS. Ada tiga tempat tepatnya yang di incar AS untuk pangkalan perang AS yaitu di daerah Papua, Kepulauan Riau dan Pulau di Kalimantan ini. Tapi yang paling diminati Amerika adalah Pulau di Kalimantan di Kabupaten Berau ini.

Baca juga:  Jaga raihan suara Prabowo Sandi

Mengapa pulau di Kalimantan Timur (sekarang jadi lokasi pabrik PT Kiani /PT Kertas Nusantara) ini sangat seksi dan membuat Amerika ngiler, karena waktu itu pangkalan perang dia di Philiphina sudah habis. Kemudian posisi ini juga sangat strategis, dan secara alamaih pantainya, tanpa dibangun pun sudah langsung bisa untuk merapatkan dua kapal induk milik AS yang super jumbo itu (tidak ada satu pun di dunia yg memiliki pantai seperti ini) … kalau tidak salah ( Hazmi Srondol sudah menulis kharakteristik pulau ini lebih detil lagi).

Nah, sekitar tahun 1994, Pak Harto punya akal, bagaimana caranya supaya Pulau di Kalimantan itu tidak dincar Amerika lagi, maka dipanggilah pengusaha Bob Hasan yang juga sahabat Pak Harto, untuk menyelematkan Pulau tersebut.

Caranya Bob Hasan disuruh membangun industri Pulp and Paper termodern di dunia di pulau itu. Tentu sebagai pebisnis Bob keberatan, karena itu tadi bangun pabrik di tengah pulau , dengan bahan baku di luar pulau kan tidak efisien. Pak Harto tidak kekurangan akal, Pak Harto pun minta pada Menhut, kalau gak salah waktu Ir Hasrul Harahap, agar Bob Hasan diberi konsesi HPH dan juga lahan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) di sekitar pulau.

Sedangkan agar membangun pabriknya tidak berat, Bob Hasan diberi pinjaman dari dana reboisasi (DR) milik Dephut dengan bunga 0 persen.

Saya ingat waktu itu Bob tetap berat sebetulnya menjalankannya, namun sebagi anak angkat Pahlawan RI, Gatot Subroto, dan sahabat Pak Harto, maka Bob Hasan pun menjalankan perintah Pak Harto untuk menyelamatkan pulau tersebut, meski dia tahu tidak akan mudah nanti menjalankan perusahaan tersebut. Mengingat lokasi pabrik di tengah Pulau.

Horee, akhirnya Bob Hasan bisa membangun pabrik modern di pulau tersebut. Dan Pak Harto pun mulai tersenyum, karena bisa “NGAKALI” Amerika. Artinya dengan pulau itu telah menjadi lokasi bisnis yang dikelola swasta, menjadi alasan Pak Harto tdk melepaskan Pulau itu dipakai Amerika. Malang buat Pak Harto, Amerika tahu akal-akalan Pak Harto, Clinton sangat marah dan tersinggung , dan mulailah goyangan-goyangan pada Pak Harto dimulai.

Baca juga:  Nasehat khusus untuk Putri Shalilah

Dimulai dari krisis ekonomi, dimana operator penghancurleburan dilakukan oleh Soros , sehingga rupiah kita ambruk terpersok pada lubang yang dalam, dan semua konglomerat yg selama puluhan tahun tdk melakukan hedging pada hutang luar negerinya (Dolar) ikut ambruk semua.

Hancur lebur ekonomi Indonesia, dan Pak Harto pun dijungkalkan lewat kerusuhan Mei, yg kalau orang waras berfikir sebetulnya itu bukan gerakan Mahasiswa, tapi sebuah gerakan yg dilakukan pihak tertentu dengan menggunakan Mahasiswa dan masyarakat. Itu bukan gerakan reformasi, tapi gerakan si Raksasa itu menjungkirkan orde baru, Pak Harto dalam hal ini.

Pak Harto terjunggal, Bob Hasan sebagai kroninya termasuk yg ikut dijungkalkan, bahkan akhirnya dicari kasus sepele, hingga Bob Hasan pun di buang (di penjara ) di Nusa Kambangan.

Bersamaan dengan dikandangkannya Bob Hasan di penjara Nusa Kambangan, tentu bisnis Bob Hasan yg sudah kehantam krisis , makin porak poranda. Semua perusahaan Bob Hasan termasuk Kiani, menjadi jaminan utangnya, dan dimasukkan ke BPPN (Badan Penyehatan Perbakan Nasional).

Tahun 2002 , Bob Hasan yang waktu itu masih di penjara Nusa Kambangan , mendapat kabar bahwa perusahaannya yg menjadi pasien BPPN ditawar tinggi oleh JP Morgan. Otak Bob langsung jalan, ia tidak mau Pulau itu jatuh ke tangan asing, maka Bob menghubungi orang yg sangat mencintai Indonesia, orang tersebut adalah Prabowo Subianto. Sayang Prabowo tidak punya uang, maka Bob menghubungi orang yg setipe dengan Prabowo yg juga sangat nasionalis, orang tersebut adalah kawan dekat Gus Dur dan Juga Megawati, yaitu Dirut Mandiri, ECW Neloe.

Gayung bersambut, Neloe bersedia memberi pinjaman kepada Prabowo, untuk membeli Kiani dari BPPN, agar tidak jatuh ke perusahaan Asing yaitu JP Morgan. Meski dipinjami Bank, Prabowo tetap harus menyediakan uang sekitar 30 persen dari harga PT Kiani, dan saat itu Prabowo mengajak Luhut Panjaitan yang terlebih dahulu sudah terjun sebagai pebisnis.

Nah bagaimana cerita selanjutnya??? nantikan bagian kedua ya… saya sudah lama mau nulis ini, tapi pasti tidak bisa pendek… (SIMPAN TULISAN PERTAMA SAYA INI, DAN TUNGGU BERIKUTNYA ). Nanti Anda akan mendapat gambaran, siapa sebetulnya yang paling mencintai Indonesia ini dengan Ikhlas???

Terimakasih. Dan silahkan di share ga usah pake izin…

(Visited 860 times, 2 visits today)

Dee Sagita

leave a comment

Create Account



Log In Your Account