Berita dan Informasi Terkini
Tulisan indah dari Ustadzah Irena Handono
Kita bukan penduduk bumi…
Kita adalah penduduk syurga…
Kita tidak berasal dari bumi…
Tapi kita berasal dari syurga…
Maka carilah bekal untuk kembali ke rumah…
Kembali ke kampung halaman…
Dunia bukan rumah kita…
Maka jangan cari kesenangan dunia…
Kita hanya pejalan kaki dalam perjalanan kembali ke rumah-NYA.
Bukankah mereka yang sedang dalam perjalanan pulang,
selalu mengingat rumahnya dan mereka mencari buah tangan
untuk kekasih hatinya yang menunggu di rumah…. ?
Lantas…. ???,
Apa yang kita bawa untuk penghuni rumah kita, Rabb yang mulia… ?.
DIA hanya meminta amal sholeh dan keimanan,
serta rasa rindu padaNYA, yang menanti di rumah.
Begitu beratkah memenuhi harapan-NYA…. ?.
Kita tidak berasal dari bumi…
Kita adalah penduduk syurga…
Rumah kita jauh lebih Indah di sana.
Kenikmatannya tiada terlukiskan…
Dihuni oleh orang-orang yang mencintai kita…
Serta tetangga dan kerabat yang menyejukkan hati.
Mereka rindu kehadiran kita…
Setiap saat menatap menanti kedatangan kita…
Mereka menanti kabar baik dari Malaikat Izrail…
Kapan keluarga mereka akan pulang … ?
Ikutilah peta (Al-Qur’an) yang Allah titipkan sebagai pedoman perjalanan…
Jangan sampai salah arah dan berbelok ke rumahnya Iblis Laknatullah
yaitu jalan ke Neraka Jahannam.
Kita bukan penduduk bumi…
Kita penduduk syurga..
Bumi hanyalah dalam perjalanan…
Kembalilah kerumah.
Selamat berikhtiar saudaraku semua…untuk kembali kerumah kita di Syurga.
Firman Allah Ta’ala :
وَتَزَوَّدÙوا ÙÙŽØ¥Ùنَّ خَيْرَ الزَّاد٠التَّقْوَى
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.
(QS. Al-Baqarah: 197)
وَمَا الْØÙŽÙŠÙŽØ§Ø©Ù الدّÙنْيَا Ø¥Ùلَّا Ù„ÙŽØ¹ÙØ¨ÙŒ وَلَهْوٌ Û– ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙ„Ø¯Ù‘ÙŽØ§Ø±Ù Ø§Ù„Ù’Ø¢Ø®ÙØ±ÙŽØ©Ù خَيْرٌ Ù„ÙلَّذÙينَ يَتَّقÙونَ Û— Ø£ÙŽÙَلَا تَعْقÙÙ„Ùونَ
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka.
Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.
Maka tidakkah kamu memahaminya?
(QS. Al-An’am 32)
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ ÙƒÙŽØ§Ù†ÙŽØªÙ Ø§Ù„Ø¢Ø®ÙØ±ÙŽØ©Ù هَمَّه٠جَعَلَ اللَّه٠غÙنَاه٠ÙÙÙ‰ قَلْبÙه٠وَجَمَعَ لَه٠شَمْلَه٠وَأَتَتْه٠الدّÙنْيَا
ÙˆÙŽÙ‡ÙÙ‰ÙŽ رَاغÙمَةٌ وَمَنْ كَانَت٠الدّÙنْيَا هَمَّه٠جَعَلَ اللَّه٠Ùَقْرَه٠بَيْنَ عَيْنَيْهÙ
ÙˆÙŽÙَرَّقَ عَلَيْه٠شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتÙÙ‡Ù Ù…ÙÙ†ÙŽ الدّÙنْيَا Ø¥Ùلاَّ مَا Ù‚ÙØ¯Ù‘ÙØ±ÙŽ Ù„ÙŽÙ‡Ù
“Barangsiapa yang niatnya untuk menggapai akhirat,
maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya,
Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai,
dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya.
Barangsiapa yang niatnya hanya untuk menggapai dunia,
maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup,
akan mencerai beraikan keinginannya,
dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.â€
(HR. Tirmidzi no. 2465)
Jangan lupa kunjungi situs informatif lainnya :
https://www.beritaboladunia.net/
https://www.museswonderland.com/