Berita dan Informasi Terkini
Sebuah akun yang melakukan fitnah dengan kata-kata yang tidak senonoh terhadap Politisi Partai Gerindra, Bambang Haryo. Akun tersebut menuduh bahwa Istri Bambang Haryo adalah wanita pemilik paha mulus yang ada pada photo AA dalam sebuah mobil.
Bambang Haryo pun telah membantah dan berharap akun tersebut melakukan klarifikasi soal fitnah yang ditujukan yang telah merusak nama baiknya.
Selamat malam admin akun anonim @digembok, sebelumnya saya dan istri secara pribadi sangat terganggu dengan tweet yang ada. Kami berharap untuk bisa secepat mungkin diklarifikasi. pic.twitter.com/EOOEwQpb0e
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
Namun beberapa pihak menilai Bambang Haryo terlalu lembut dalam menyikapi fitnah yang dilemparkan kepadanya. Banyak Netizen berharap Bambang melakukan pelaporan karena fitnah yang dilakukan akun @digembok sudah dianggap melampaui batas. Begini cuitan beberapa netizen yang geram dengan akun yang dikenal beberapa kali melakukan fitnah yang tidak berdasar tapi selalu kebal hukum tersebut;
Kok nunggu klarifikasi ? Kenapa gak lapor polisi saja ? Kalau sdh klarifikasi artinya selesai ? https://t.co/Ei0nITdbwT
— Muhammad Said Didu (@saididu) 7 Januari 2018
Itulah Bang @saididu, Mas Bambang terlalu lunak. Jika itu fitnah, tak perlu ada klarifikasi. Proses hukum harus dijalankan.
— Effendi (@eae18) 7 Januari 2018
Jalan satu - satunya, pak @Bambang_HaryoS lapor polisi, dan ambil tindakan hukum… Akun itu selalu ngawur nyebar fitnah…
. https://t.co/icOFFPi1NU— Don Juan (@mbelgedez) 7 Januari 2018
Kelembitan tegurannya……laporin….biar di proses….masukin ke kerangkeng biar satu sel ma junjungannya
— Awal Yang Baru (@qonaah_himmah) 7 Januari 2018
Sebelumnya akun pribadi Bambang Haryo telah melakukan klarifikasi soal tuduhan yang mengada-ada tersebut dalam bentuk twit berseri (kultwit). Namun tetap tidak digubris pemilik akun yang telah memfitnahnya.
Berikut klarifikasi Bambang Haryo;
Selamat malam admin akun anonim @digembok, sebelumnya saya dan istri secara pribadi sangat terganggu dengan tweet yang ada. Kami berharap untuk bisa secepat mungkin diklarifikasi. pic.twitter.com/EOOEwQpb0e
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
2. Saya berharap anda bisa kooperatif untuk memberikan klarifikasi terhadap tweet yang ada, karena apa yang ada katakan merupakan pencemaran nama baik, dikarenakan berita yang ada tidak benar.
@digembok— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
3. Perlu anda ketahui bersama bahwa berita tersebut berasal dari Media Online @SurabayaPagi yang membuat penulisan seperti ini tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu https://t.co/yiZd8U69dz @aji_surabaya @AJIIndonesia @digembok
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
4. Untuk meredam polemik yang ada ini saya langsung memberikan klarifikasi terhadap pemberitaan yang tidak benar ini https://t.co/4VMGwNWWm3 @digembok @AJIIndonesia @SurabayaPagi
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
5. Serta pada kesempatan lainnya saya langsung melakukan conpers dgn para saudara/ri media cetak maupun elektronik yang ada di surabaya ttg pemberitaan ini untuk mengklarifikasi polemik yang ada
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
6. Terkait Polemik ini, @Surabayapagi sebagai media online yg pertama kali menayang’kan berita hoax ini dan pihak mereka sudah menelpon saya secara lsg utk permohonan maaf atas ketidak benaran berita tsb. Dan Saya punya rekaman pembicaraan semua’nya dari pihak ybs @digembok
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
7. Saya pun sangat menyesalkan komentar tweet yang bikin oleh akun anonim @digembok yang seakan-akan menyudutkan dan menyemarkan nama baik saya maupun istri dan juga partai @gerindra dimana saya bernaung menjadi wakil rakyat saat ini @digembok pic.twitter.com/kpIrXBu9vB
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
8. Harusnya admin bisa mencari dan mengcroscek dahulu kebenaran pemberitaan ini dan cari tahu dgn baik siapa’kah siapa saya dan siapa’kah Bpk Cawagub yg di bilang sudah di jebak oleh saya dengan bahasa tweet yang kurang etis menurut saya @digembok pic.twitter.com/xC8yqKYO7J
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
9. Serta anda juga mengiring opini dengan coba menjelek-jelek saya dan istri maupun Gerindra dengan kata menjebak atau menggunakan cara kotor di pilgub jatim ini, hal ini sudah sangat kurang etis dalam menggunakan media sosial. @digembok
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
10. Bagaimana anda bilang ini cara kotor gerindra dalam berpolitik, wong sampai detik ini gerindra di pilkada jatim belum menentukan pilihan sama sekali, jadi hal ini pembohongan publik yang mau mencoba menjelek-jelekan partai gerindra intinya @digembok
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
11. Saya tegaskan apa yang anda sampaikan itu tidak benar dan sangat merugikan saya, istri saya dan gerindra khususnya @digembok
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
11. Saya tegaskan apa yang anda sampaikan itu tidak benar dan sangat merugikan saya, istri saya dan gerindra khususnya @digembok
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
12. Saya berharap anda bisa secepat mungkin mengklarifikasikan tweet ini secara terbuka kepada saya agar hal ini bisa diselesaikan dengan baik @digembok
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
13. Karena hal ini sangat merugikan saya, istri dan Partai Gerindra yang secara tidak langsung anda sudah coba menyebut secara tidak etis dalam tweet yang ada tuliskan, untuk itu saya minta dalam waktu secepat mungkin anda bisa menyelesaikan secara baik-baik @digembok
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
14. Bila hal ini tidak ditanggapi dengan secepat mungkin, berarti anda tidak bisa bekerja sama dengan baik dalam hal menyelesaikan masalah yang sudah jelas-jelas berita atau tweet yang ada sebarkan ada fitnah/hoax yang sangat merugikan kami @digembok
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
15. Sebagai Kader @Gerindra pantang untuk kami melakukan tindakan yang tidak terpuji dalam berjuang bersama rakyat, hal ini sangat bertentangan dgn apa yg selalu disampaikan kpd kami oleh ketua umum @prabowo , untuk itu hal ini sgt merugikan kami @digembok
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
16. Hal ini merupakan bentuk ketidak dewasaan serta pencemaran nama baik menggunakan media sosial dari oknum-oknum seperti akun anonim @digembok
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
17. Untuk itu sekali lagi saya berharap adanya klarifikasi kepada saya atas tweetnya dari @digembok , apabila tidak tanggapi secara baik. kami akan coba untuk meminta bisa diselesaikan sesuai aturan yang ada
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
18. Karena hal ini sudah menyangkut nama baik dari partai @Gerindra dan juga ketua umum kami @prabowo, saya akan menunggu klarifikasi dari anonim @digembok untuk menyelesaikan polemik ini
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
19. saya tunggu klarifikasi dari @digembok terkait hal ini dan saya juga minta kepada pihak @kemkominfo dan @rudiantara_id untuk bisa bergerak memantau berita hoax yang ada dan merugikan kami ini secepat mungkin
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018
20. Anda yang mulai, Anda Juga yang harus akhiri @digembok , saya akan apresiasi bila anda bisa secepat mungkin memberikan tanggapan klarifikasi dan membuat permohonan maaf secara terbuka
— BambangHaryoS (@Bambang_HaryoS) 7 Januari 2018