Berita dan Informasi Terkini
Memahami Hoax Membangun gak ada salahnya kita menengok apa yang dikatakan Gerindra dalam akun Sosial Medianya @Gerindra. Gerindra Tegas mengkritik Rezim terhadap realisasi janji-janji yang pernah diucapkan sebelum berkuasa.
Lain lagi Hoax Membangun versi PKS dalam akun @PKSejahtera, kali ini versi PKS dijamin bikin kalian baper, nikmati aja… atau silakan tersiksa? 😀
1. Selamat sore menjelang malam tweeps, admin ingin sedikit membahas tentang #HoaxMembangun ala Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi. pic.twitter.com/PjcLMEhW0c
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
2. Seperti kita ketahui Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi mengatakan, lembaganya akan turut berperan untuk membasmi hoax yang banyak bertebaran di media sosial. Hal ini disampaikan Djoko usai dilantik oleh @jokowi di Istana Negara. #HoaxMembangun
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
3. Yang menjadi pertanyaan saat ini beliau juga mengatakan; “Saya imbau kepada kawan-kawan, putra-putri bangsa Indonesia ini, mari sebenarnya kalau hoax itu hoax membangun ya silakan saja,” #GagalPaham #HoaxMembangun pic.twitter.com/Gaxd3Ehsnw
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
4. Perlu kita ajarkan sekali lagi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘hoaks’ adalah ‘berita bohong.’ Dalam Oxford English dictionary, ‘hoax’ didefinisikan sebagai ‘malicious deception’ atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’. #HoaxMembangun
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
5. Kita perjelas sekali lagi agar benar-benar dipahami; HOAX = KEBOHONGAN YANG DIBUAT DENGAN TUJUAN JAHAT. #HoaxMembangun
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
6. “Ekonomi meroket, harga-harga terjangkau, hukum berdiri tegak tanpa pandang bulu, kondisi utang negara dalam level aman, pemerintah sukses membuat rakyat bahagia”. Apakah ini yang dimaksud dengan #HoaxMembangun ?
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
7. #HoaxMembangun @jokowi pic.twitter.com/QEyPFvib9O
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
7. “Dananya ada.. Dananya ada.. tinggal kita mau kerja apa engga” Masih ingat pernyataan tersebut pada Debat Capres 2014 lalu perihal pembangunan infrastruktur?? #HoaxMembangun pic.twitter.com/d81TVT9c0p
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
8. Jadi apakah sahabat sekalian sudah menemukan apa itu yang dimaksud dengan #HoaxMembangun?
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
9. Ada yang mengatakan bahwa; “Jika kebohongan diulangi secara terus-menerus, maka pikiran manusia akan mempercayainya. Kebohongan pun diterimanya sebagai kebenaran.”
Apakah hal ini yang diinginkan dan dimaksud dari #HoaxMembangun ??
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
10. Hoax tetaplah Hoax. Sesuatu yang tidak benar dan tidak boleh dibenarkan walaupun dengan tujuan mempersolek pemerintah sekalipun. #HoaxMembangun
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
11. Dalam penegakkan hukum pun para penyebar Hoax harus ditindak tanpa pandang bulu. Jangan hanya menindak penyebar hoax yang menyerang pemerintahan, tetapi juga yang menyebarkan hoax kepada mereka yang dianggap berseberangan dengan pemerintahan. #HoaxMembangun
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
12. Karena ada istilah; “Penguasa membuat hoax demi keperluan berhias. Sementara hoax dari rakyat sinyal kuat ketidakpercayaan pada penguasa”. #HoaxMembangun
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
13. Ada juga yang mengatakan bahwa Hoax terbaik adalah Hoax versi penguasa. Peralatan mereka lengkap: statistik, intelijen, editor, panggung, media, dll. #HoaxMembangun
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
14. Hoax tetaplah Hoax, sesuatu yang tidak benar tetaplah tidak benar, tidak tergantung kepada siapa yang melakukan. Tidak ada kebohongan yang baik. Sekian. #HoaxMembangun
— Partai Gerindra (@Gerindra) 3 Januari 2018
Nah ini Hoax Membangun versi PKS, jomblo dilarang Baper… 😉
Awas salah fokus! Cuma mau kasih info, namanya Safna. Salah satu bakal Caleg dari PKS.
Tapi ini bukan #HoaxMembangun loh ya. pic.twitter.com/M54bVzFoiV
— DPP PKS (@PKSejahtera) 3 Januari 2018