Membaca Arah Koalisi Demokrat Pasca PKS Tinggalkan Demiz

Sore ini (27/12/2017) Akhirnya koalisi PKS, Gerindra dan PAN mengumumkan nama-nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur di lima provinsi yang akan diusung pada Pilkada 2018.

Hasil keputusan nama-nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur tersebut ialah Mayjen (Purn) Sudrajat - Ahmad Syaikhu untuk Jawa Barat. Letnan Jendral TNI Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah untuk Sumatera Utara. Sementara Kalimantan Timur, koalisi sepakat mengusung Isran Noor - Hadi Mulyadi. Sedangkan Maluku Utara Muhammad Kasuba - Majid Husen. Khusus Jawa Tengah baru ada nama Cagub yakni Sudirman Said.

Lalu bagaimana nasib Dedi Mizwar atau yang akrab dipanggil Demiz tersebut? Melihat dari hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 di Jabar, jumlah kursi tertinggi di DPRD Jabar diraih oleh PDIP sebanyak 20 kursi. Kemudian Golkar sebanyak 17 kursi, PKS 12 kursi, Demokrat 12 kursi dan Gerindra 11 kursi. Partai lainnya yakni PPP memiliki 9 kursi, PKB 7 kursi, NasDem 5 kursi, PAN 4 kursi dan Hanura 3 kursi.

Baca juga:  Tedjo Edhy Optimis Prabowo Sandiaga Menang di MK

Segala peluang masih bisa saja terjadi. Demokrat bisa berkoalisi dengan PPP guna menggenapi syarat 20 kursi untuk mencalonkan. Koalisi Demokrat - PPP - PKB bisa saja terjadi, juga dengan Golkar. Apalagi Golkar memutuskan untuk meninggalkan Ridwan Kamil dan berniat mengusung calon lain yang kemungkinan besar adalah nama yang digadang-gadangkan sebelumnya yaitu Dedi Mulyadi. Duet Dedi Mizwar dan Dedi Mulyadi dalam Pilkada Jawa Barat kemungkinan akan terbentuk. Apalagi sebelumnya Dedi Mizwar sempat bertemu Dedi Mulyadi dan keduanya tidak membantah jika kemungkinan bakal bersanding dalam Pilgub Jawa Barat.

Bukan tidak mungkin pasangan Dedi Mizwar dan Dedi Mulyadi menjadi sebuah koalisi besar dengan Demokrat, Golkar, PPP dan PKB ikut dalam barisan koalisi.

(Visited 158 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account